Abstrak
Novrianto , NIM. 13 101 096 judul “Pelaksanaan Pembelajaran Tahfizul Qur’an Di Markazul qur’an Padang Panjang Sumatera Barat”. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melestarikan Al-qur’an adalah dengan cara menghafal Al-qur’an, Markazul qur’an merupakan salah satu tempat untuk meghasilkan para penghafal Al-qur’an yang terletak di Padang Panjang. Untuk memudahkan dalam menghafal Al-qur’an tentu dibutuhkan suatu cara atau metode yang tepat untuk menghafal Al-qur’an tersebut, kegiatan yang dilaksanakan di Markazul qur’an Padang Panjang Sumatera Barat ini di mulai dari jam 03.30, dari shalat tahajjud berjama’ah sampai kepada menghafal dan muraja’ah. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan pembelajaran tahfizul Al-qur’an di Markazul qur’an Padang Panjang Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan atau Field Research yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berasal dari pimpinan, guru yang mengajar, dan santri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yaitu model Miles and Huberman seperti reduksi data, model data, verifikasi kesimpulan. Tenik penjamin keabsahan data dengan triangulasi data,, triangulasi teori dan triangulasi metode. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz ada persiapan, metode dan muraja’ah. Bentuk persiapan yang di lakukan di Markazul qur’an ini ada dari guru dan ada dari santri itu sendiri, persiapan yang dilakukan santri di tes untuk bisa membaca Al-qur’an dengan benar dan niat yang ikhlas, dan dari guru adalah adanya pelatihan yang di ikuti untuk mempersiapkan diri sebelum mengajar. Adapun metode yang digunakan di Markazul qur’an ini adalah metode talaqqi, wahdah (pengulangan) dan bin nazar maksudnya membaca berulang ulang sampai terbiasa dengan ayat tersebut, sehingga sangat mudah di hafal. Selanjutnya mengenai bentuk muraja’ah yang dilakukan adalah ada muraja’ah sendiri, muraja’ah dalam shalat dan muraja’ah kepada guru.