ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FEBRINA ERLINDA, NIM 16 301 04 019. Judul Skripsi “Students’ Motivation in Choosing English for Young Learner as an Elective Subject (A Study of the Sixth Semester Students of English Teaching Department of IAIN Batusangkar registered in 2018/2019 Academic Year)”, Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya motivasi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris IAIN Batusangkar dalam memilih mata kuliah English for Young Learner sebagai mata kuliah pilihan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan motivasi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam mengambil mata kuliah English for Young Learner sebagai mata kuliah pilihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Descriptive Qualitatif. Informan penelitian berjumlah 10 mahasiswa yang dipilih menggunakan pengambilan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu pedoman wawancara. Selanjutnya, dalam menganalisis data peneliti menggunakan teori Miles dan Huberman (1994: 10) yaitu dengan cara mereduksi data, menyajikan data, memverifikasi data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 8 motivasi mahasiswa dalam memilih mata kuliah English for Young Learner sebagai mata kuliah pilihan. Motivasi tersebut mencakup: 1) Memiliki ketertarikan untuk belajar; 2) Mendapatkan nilai yang bagus; 3) Memiliki tujuan untuk masa depan; 4) Mendapatkan pengalaman baru; 5) Ikut teman-teman; 6) Memiliki ketertarikan dengan cara mengajar dosen; 7) Ingin mengetahui bagaimana cara mengajar anak-anak; dan 8) Mata kuliahnya mudah untuk dipelajari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan dalam penelitian ini adalah strategi apa yang digunakan guru dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada anak anak untuk dapat mengembangkan kemampuan berbahasa bahasa Inggris di SDIT Brilliant Batusangkar. Metode penelitian ini adalah kualitatif, informan dari penelitian ini adalah 12 orang yaitu, dua orang guru bahasa Inggris dan10 orang siswa siswi SDIT Brilliant Batusangkar. Teknik pengambilan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling.Pada penelitian ini ada dua instrumen yaitu peneliti yang berperan sebagai instrumen kunci dan pedoman wawancara sebagai instrument pendukung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam (in depth interview).Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan wawancara dengan 10 orang siswa dan siswi. Selanjutnya analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, display data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan. Berdasarkan analisis data hasil penelitian didapatkan bahwa strategi yang digunakan guru dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada anak anak adalah: 1) using games strategies,2)using song strategies, 3)using method of memorization and 4) focus on pronunciation.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This paper aims to describe the students' opinions on their readiness in teaching English for young learners. This research uses a descriptive study using a qualitative approach. The informants of this study were 9 English Teaching Department students who took English for Young Learners Academic Year 2018/2019. Informants were selected using a purposive sampling technique. In this study, researcher as key instruments. Data collection techniques in this study using interview technique and using other supporting tool, such as; interview guide, tape recorder and documentation. To test the validity of the data, the researcher uses prolonged engagement and member-checking to explore more detailed information related to the problem under study. Then, to analyze the data, researcher used the theory of Miles and Hubberman (1994), which included data reduction, data display, data verification and drawing conclusions. The result of this study confirmed that there are 10 positive opinions and 3 negative opinions toward the students’ readiness to teach English for young learners. These findings can be valuable information and reflections for the students, the lecturer and readers.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
YOSMA YOLANDA, 15 300 400 097, judul skripsi “AN ANALYSIS OF THE APPLICATION OF STORY TELLING PRINCIPLES IN TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS BY STUDENT-TEACHERS” (A Study of the Sixth Semester Students of English Teaching Department of IAIN Batusangkar Registered in 2018/2019 Academic Year)” Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak oleh mahasiswa semester 6 Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik content analysis. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan mahasiswa saat menampilkan story telling kepada anak-anak. Sumber data penelitian ini adalah dokumen dalam bentuk video rekaman hasil ujian akhir semester, mata kuliah English for Young Learners semester 6 jurusan Tadris Bahasa Inggris yang berjumlah 7 dokumen. Dalam menganalisis dokumen peneliti fokus pada penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam mengajarkan bahasa Inggris untuk anak-anak. Instrumen dalam penelitian menggunakan teori prinsip-prinsip story telling. Adapun teori prinsip-prinsip story telling dari Ellis dan Brewster (2004); 1)Start the story with short session by introduce new vocabulary. 2)Read/speak the story by asking question and give time to think. 3)Make comments about the illustration of the story. 4)Use media to introduce new vocabulary to young learners. 5)Use gesture, body language and facial expression. 6)Use and vary the intonation, the voice tempo, pace and tone.7)Encourages the young learners with repeating the vocabulary. 8)Restate or recall the story to tackle the memory and attention of young learners. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti memutar video rekaman beberapa kali dan membuat transkripsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh video rekaman yang mengajarkan bahasa Inggris melalui cerita untuk anak-anak. Dua diantaranya hanya menyebutkan judul saja tanpa memperkenalkan kosa kata baru pada anak-anak. Enam diantaranya menceritakan dan membacakan cerita dengan bertanya dan memberikan waktu kepada anak-anak untuk berpikir dalam memperkenalkan kosakata. Dua diantaranya memberikan ilustrasi tentang cerita dengan memberikan ulasan tentang cerita tersebut. Empat diantaranya menggunakan media seperti gambar dan boneka. Lima diantaranya menggunakan gesture; body language seperti perpindahan, melompat dan berlari. Kemudian facial expression seperti tersenyum dan merasa bersalah. Lima diantaranya memvariasikan suara berbeda karakter, memvariasikan intonasi dan tempo. Dua diantaranya mengulang kosakata dalam bercerita dan satu diantaranya meminta anak-anak untuk menceritakan kembali cerita yang telah diceritakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRACT JULIANDRO PUTRA PERDANA, Reg. No. 1830104029, Title: "STUDENTS' READINESS ON TEACHING ENGLISH AT ELEMENTARY SCHOOL AFTER COMPLETING ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS SUBJECT. English Teacher Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Mahmud Yunus State Islamic University, Batusangkar. The problem of this research is the students' readiness to teach English in elementary schools after completing English for Young Learners subject has not been revealed. The purpose of this research is to describe students' readiness to teach English in elementary schools after completing English for Young Learners subject. This study used a quantitative descriptive method. The population of this study consists of English Teaching Department students of UIN Mahmud Yunus Batusangkar who have taken the English for Young Learners, totaling 45 students. The sampling technique used total sampling. To collect data, this study used a questionnaire consisting of 52 items. The questionnaire was validated by two validators, with the overall validation test result being 0.73, categorized as highly valid. The reliability test was conducted using SPSS version 24, with a Cronbach's Alpha value of 0.952, indicating perfect reliability. The questionnaire was distributed using Google Forms via the WhatsApp application, and analyzed using descriptive statistics. The result of research showed the general finding of students’ readiness on teaching English at elementary school after completing English for Young Learner subject was very high category. Based on specific finding after calculation of each indicator, it was found that students’ content knowledge readiness was in high category. The percentage students’ pedagogical knowledge readiness was in high category. The percentage students’ existing skill readiness was in very high category. The percentage students’ attitude towards teaching readiness was in high category. Furthermore, students’ exposure to the topic readiness was in high category.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kesulitan yang dihadapi oleh siswa, guru, dan orang tua dalam pembelajaran daring bahasa Inggris selama masa pandemic covid-19 di SDIT Brilliant Batusangkar. Seperti yang kita ketahui pembelajaran daring merupakan sesuatu yang baru diterapkan di masa pandemic ini terlebih untuk tingkatan SD. Tentunya siswa SD yang sangat jarang sekali menggunakan smartphone harus mulai belajar menggunakannya dan beradaptasi dengan pembelajaran daring begitupun dengan guru dan orang tua. Oleh sebab itu peneliti merasa sangat tertarik untuk meneliti apa saja kesulitan-kesulitan yang mereka alami selama pembelajaran daring Bahasa inggris di masa pandemic khususnya di SDIT Brilliant Batusangkar. Penelitian ini menggunakan peneltian kualitatif. Informannya ditetapkan menggunakan metode purposively-sampling. Ada sembilan informan terdiri dari empat murid, dua guru, dan tiga orang tua. Alasan pengambilan informannya adalah karena mereka merupakan informan yang terlibat dalam pembelajaran Bahasa inggris secara daring di SDIT Brilliant Batusangkar. Untuk penilitannya sendiri, peneliti melakukan wawancara secara langsung dan juga menggunakan telepon. Analisis data dari penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu Data Reduction, Data Display, dan Verifying and Drawing Conclusion. Hasil dari penelitian ini menunujukkan bahwa: 1) siswa, guru, dan orang tua memiliki permasalahan belajar daring karena fasilitas media yang minim, 2) guru dan orang tua kurang familiar dengan system pembelajaran daring, 3) siswa, guru, dan orang tua memiliki masalah dengan jaringan yang jelek, 4) guru memiliki masalah dengan kreatifitas yang mereka miliki, 5) siswa, guru, dan orang tua menyatakan pengeluaran untuk paket data yang mereka sangatlah banyak dan mahal, 6) guru dan murid memiliki kemampuan membagi waktu yang buruk, 7) siswa, guru, dan orang tua memiliki permasalahan dengan lingkungan tempat tinggalnya, dan 8) murid, guru, dan orang tua memiliki fokus yang buruk selama pembelajaran