Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YOSMA YOLANDA

2 karya publik ditemukan.

2020: 1

An Analysis of the Application of Story Telling Principles in Teaching English to Young Learners by Student-Teachers (A Study of the Sixth Semester Students of English Teaching Department of IAIN Batusangkar Registered in 2018/2019 Academic Year)

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOSMA YOLANDA, 15 300 400 097, judul skripsi “AN ANALYSIS OF THE APPLICATION OF STORY TELLING PRINCIPLES IN TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS BY STUDENT-TEACHERS” (A Study of the Sixth Semester Students of English Teaching Department of IAIN Batusangkar Registered in 2018/2019 Academic Year)” Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak oleh mahasiswa semester 6 Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik content analysis. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan mahasiswa saat menampilkan story telling kepada anak-anak. Sumber data penelitian ini adalah dokumen dalam bentuk video rekaman hasil ujian akhir semester, mata kuliah English for Young Learners semester 6 jurusan Tadris Bahasa Inggris yang berjumlah 7 dokumen. Dalam menganalisis dokumen peneliti fokus pada penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam mengajarkan bahasa Inggris untuk anak-anak. Instrumen dalam penelitian menggunakan teori prinsip-prinsip story telling. Adapun teori prinsip-prinsip story telling dari Ellis dan Brewster (2004); 1)Start the story with short session by introduce new vocabulary. 2)Read/speak the story by asking question and give time to think. 3)Make comments about the illustration of the story. 4)Use media to introduce new vocabulary to young learners. 5)Use gesture, body language and facial expression. 6)Use and vary the intonation, the voice tempo, pace and tone.7)Encourages the young learners with repeating the vocabulary. 8)Restate or recall the story to tackle the memory and attention of young learners. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti memutar video rekaman beberapa kali dan membuat transkripsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh video rekaman yang mengajarkan bahasa Inggris melalui cerita untuk anak-anak. Dua diantaranya hanya menyebutkan judul saja tanpa memperkenalkan kosa kata baru pada anak-anak. Enam diantaranya menceritakan dan membacakan cerita dengan bertanya dan memberikan waktu kepada anak-anak untuk berpikir dalam memperkenalkan kosakata. Dua diantaranya memberikan ilustrasi tentang cerita dengan memberikan ulasan tentang cerita tersebut. Empat diantaranya menggunakan media seperti gambar dan boneka. Lima diantaranya menggunakan gesture; body language seperti perpindahan, melompat dan berlari. Kemudian facial expression seperti tersenyum dan merasa bersalah. Lima diantaranya memvariasikan suara berbeda karakter, memvariasikan intonasi dan tempo. Dua diantaranya mengulang kosakata dalam bercerita dan satu diantaranya meminta anak-anak untuk menceritakan kembali cerita yang telah diceritakan.

AN ANALYSIS OF THE APPLICATION OF STORY TELLING PRINCIPLES IN TEACHING ENGLISH TO YOU

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

YOSMA YOLANDA, 15 300 400 097, judul skripsi “AN ANALYSIS OF THE APPLICAT ION OF STORY TELLING PRINCIPLES IN TEACHING ENGLISH TO YOUNG LEARNERS BY STUDENTTEACHERS” (A Study of the Sixth Semester Students of English Teaching Department of IAIN Batusangkar Registered in 2018/2019 Academic Year)” Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum terungkapnya penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak oleh mahasiswa semester 6 Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam pengajaran bahasa Inggris untuk anak-anak oleh mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik content analysis. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan mahasiswa saat menampilkan story telling kepada anak-anak. Sumber data penelitian ini adalah dokumen dalam bentuk video rekaman hasil ujian akhir semester, mata kuliah English for Young Learners semester 6 jurusan Tadris Bahasa Inggris yang berjumlah 7 dokumen. Dalam menganalisis dokumen peneliti fokus pada penerapan prinsip-prinsip bercerita dalam mengajarkan bahasa Inggris untuk anak-anak. Instrumen dalam penelitian menggunakan teori prinsip-prinsip story telling. Adapun teori prinsip-prinsip story telling dari Ellis dan Brewster (2004); 1)Start the story with short session by introduce new vocabulary. 2)Read/speak the story by asking question and give time to think. 3)Make comments about the illustration of the story. 4)Use media to introduce new vocabulary to young learners. 5)Use gesture, body language and facial expression. 6)Use and vary the intonation, the voice tempo, pace and tone.7)Encourages the young learners with repeating the vocabulary. 8)Restate or recall the story to tackle the memory and attention of young learners. Untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini, peneliti memutar video rekaman beberapa kali dan membuat transkripsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh video rekaman yang mengajarkan bahasa Inggris melalui cerita untuk anak-anak. Dua diantaranya hanya menyebutkan judul saja tanpa memperkenalkan kosa kata baru pada anakanak. Enam diantaranya menceritakan dan membacakan cerita dengan bertanya dan memberikan waktu kepada anak-anak untuk berpikir dalam memperkenalkan kosakata. Dua diantaranya memberikan ilustrasi tentang cerita dengan memberikan ulasan tentang cerita tersebut. Empat diantaranya menggunakan media seperti gambar dan boneka. Lima diantaranya menggunakan gesture; body language seperti perpindahan, melompat dan berlari. Kemudian facial expression seperti tersenyum dan merasa bersalah. Lima diantaranya memvariasikan suara berbeda karakter, memvariasikan intonasi dan tempo. Dua diantaranya mengulang kosakata dalam bercerita dan satu diantaranya meminta anak-anak untuk menceritakan kembali cerita yang telah diceritakan.