Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Pengembangan Modul
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNIK SCAFFOLDING PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMP NEGERI 1 BATUSANGKAR

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DELTA FEBRIANY NUR FADILAH 1630105010. “PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNIK SCAFFOLDING PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMP NEGERI 1 BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2021. Penelitian ini bertolak dari permasalahan, yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik dikarenakan peran aktif dan motivasi peserta didik dalam belajar kurang. Penyebabnya bersumber dari buku yang digunakan sekolah adalah buku paket yang belum maksimal dalam membuat peserta didik tertarik dan senang mempelajari matematika. Buku sumber yang digunakan belum sesuai dengan karakteristik peserta didik. Tingkat kesukaran soal pada sumber terlalu tinggi. Sehingga peserta didik agak sulit dalam memahami kebutuhan pengetahuannya dan juga dalam mencari tugas ketika diberikan guru. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik seperti penggunaan modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding. Dengan diberikannya modul kepada peserta didik akan membuat pembelajaran yang dilakukan peserta didik lebih menyenangkan dan tidak membosankan, peserta didik memahami pesan yang disampaikan dan akan berusaha belajar dengan menggunakan modul baik ada guru ataupun tidak ada guru. Adapun tujuan penelitian untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding dalam pembelajaran matematika yang valid dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu : tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrument penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi dan angket. Modul divalidasi oleh 3 orang validator yaitu 2 orang dosen matematika dan 1 orang guru bidang studi matematika. Pada proses praktikalitas modul matematika diuji cobakan pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Batusangkar, untuk melihat praktikalitas dengan uji keterbacaan modul yang dikembangkan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding yang dirancang sudah valid dengan hasil validitas yang diperoleh adalah 86.13% dengan kriteria sangat valid. Kemudian modul pembelajaran berbasis teknik scaffolding telah praktis digunakan setelah diuji coba kepraktisannya pada siswa kelas VII.8 SMP Negeri 1 Batusangkar dengan hasil praktikalitas 81.112% dengan kriteria sangat praktis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Terintegrasi Al-Qur'an Dengan Model CTL Pada Materi Alat Optik Kelas XI SMA/MA/SMK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Chintia Septri Ningsih, NIM. 16 30 107 006, Judul Skripsi: “PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI AL-QUR’AN DENGAN MODEL CTL PADA MATERI ALAT OPTIK KELAS XI SMA/MA/SMK”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Salah satu yang menjadi faktor keberhasilan dalam pembelajaran dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional adalah tercukupinya bahan pendukung pembelajaran yaitu berupa bahan ajar. Berdasarkan hasil wawancara dari kegiatan observasi yang dilakukan di SMAN 2 Batusangkar diperoleh informasi bahwa bahan ajar yang digunakan guru berupa buku paket dan LKS yang hanya terfokus pada materi pembelajaran dan rumus saja. Kedua bahan ajar tersebut cenderung monoton untuk dijadikan sumber belajar. Di samping itu proses pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru sehingga menyebabkan peserta didik tidak terbiasa menemukan konsep sendiri dalam memahami materi. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini hadir dalam bentuk pengembangan modul pembelajaran sebagai bagian dari bahan ajar agar peserta didik lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran. Ditambah lagi hal ini dilakukan dalam upaya menyahuti peraturan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang pendidikan karakter sehingga dituntut bahan ajar yang digunakan oleh guru-guru di sekolah sudah terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran fisika terintegrasi Al-Qur’an dengan model CTL yang valid dan praktis sehingga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran sekaligus keterkaitannya dengan nilai-nilai Al-Qur’an khususnya pada materi alat optik. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model penelitian 4-D yang meliputi empat tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Akan tetapi pada penelitian ini tidak dilakukan tahap penyebaran karena keterbatasan waktu dan biaya. Modul ini selain terintegrasi sepenuhnya dengan Al-Qur’an juga dilengkapi dengan tujuh komponen CTL. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil validasi modul pembelajaran fisika terintegrasi Al-Qur’an dengan model CTL pada materi alat optik sudah memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase 97,5% sedangkan persentase pada tahap praktikalitas hasil angket respon guru dan siswa berturut-turut 96,87% dan 93,1% dengan kriteria sangat praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS ARCS (ATTENTION RELEVANCE CONFIDENCE SATISFACTION) MATERI KEBERAGAMAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS IV SEKOLAH DASAR

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lilida Putri. NIM 222032012. Tesis” Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis ARCS (Attention Relevance Confidence Satisfaction) Materi Keberagaman Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Kelas IV Sekolah Dasar”. Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Universitas Agama Islam (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekurangan yang ada pada buku siswa, berupa materi yang masih sulit dipahami dan kurang menarik sebagai sumber belajar bagi siswa, sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar terutama di kelas IV yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya guru atau alternatif sehingga kebutuhan siswa terhadap kekurangan-kekurangan yang ada pada buku siswa dapat diminimalisir dengan mengembangkan sebuah modul pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis ARCS materi Keberagaman mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas IV sekolah dasar yang valid dan praktis. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah Research and Development (R&D) atau pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Tahap pengembangan menggunakan model 4-D memiliki empat tahap yaitu tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebarluasan (disseminate). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji validitas dan uji praktikalitas untuk menguji produk yang dihasilkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dihasilkan produk berupa modul pembelajaran materi Keberagamanmata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Hasil validasi modul diperoleh persentase 91,10% dikategorikan sangat valid dan hasil praktikalitas modul yang telah dikembangkan memperoleh persentase 93,51% dari pendidik dan 93,87% dari siswa. Dapat disimpulkan bahwa modul berbasis ARCS sangat valid dan sangat praktis sehingga dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti di kelas IV SDN 05 Kubang Sirakuk Bawah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL KEPEMIMPINAN DIRI PESERTA DIDIK BERNUANSA ISLAMI PADA PROGRAM MENTORING DI SMAN 1 PADANG PANJANG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dini Febriyenti, NIM. 222012013, Judul Tesis: Pengembangan Modul Kepemimpinan Diri Peserta Didik Bernuansa Islami Pada Program Mentoring Di SMAN 1 Padang Panjang. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universiatas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena berupa ketidakdisiplinan siswa dalam menjaga kebersihan dan lainnya, siswa yang masih belum mengenal akan tujuan pada proses pendidikannya, modul mentoring sebelumnya yang hanya sebagai formalitas dalam pelaksanaan program mentoring, evaluasi bagi pementor yang belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul kepemimpinan diri bagi peserta didik sebagai panduan bagi guru mentoring dalam menjalankan program mentoring sehingga dapat meningkatkan kepemimpinan diri perserta didik. Jenis Penelitian ini yaitu penelitian pengembangan (Reserarch and Development). Model Pengembangan 4D digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari Define, Design, Develop dan Disseminate. Dalam model R&D dikelompokkan menjadi dua kegiatan, yakni penelitian pendahuluan, pengembangan produk, dan uji praktikalitas. Sumber data dalam penelitian ini terdapat dua katagori. Pertama sumber data Modul Kepemimpinan Diri Peserta Didik. Kedua, sumber data validasi yang akan menilai Modul Kepemimpinan Diri Peserta Didik. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kriteria validitas, praktikalitas. Angket praktikalitas diujicobakan kepada 9 orang guru mentoring dan 16 orang siswa yang menjalankan program mentoring di SMAN 1 Padang Panjang. Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Modul Kepemimpinan Diri Peserta Didik dinyatakan valid dengan hasil validasi yang terdiri dari validasi modul 92%, sedangkan validitas angket praktikalitas guru sebesar 95% dan angket praktikalitas siswa sebesar 92,5%. modul kepemimpinan diri peserta didik dinyatakan praktis digunakan dengan tingkat praktikalitas 92% respon guru dan 89% respon siswa. Dari hasil pengembangan modul kepemimpinan diri peserta didik yang dilakukan didapatkan hasil bahwa Modul kepemimpinan diri peserta didik bernuansa islami pada program mentoring di SMAN 1 Padang Panjang dinyatakaValid dan dapat diimplementasikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Fisika Kelas X SMA/MA Materi Pengukuran dalam Kerja Ilmiah Berintegrasi Al-Qur'an dengan Pendekatan Kontekstual Berbantuan Augmented Reality

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu anggapan bahwa fisikakhususnya pada materi pengukuran itu sulit, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai dari kurangnya ketersediaan alat ukur, bahan ajar masih berupahandout dan buku paket dengan tampilan gambar 2D, belum terintegrasi AlQur’an dan berbasis teknologi. Dalam dunia pendidikan, teknologi yang dapat dirasakan salah satunya Augmented Reality (AR) yang dapat merubah gambar 2D menjadi 3D. Peneliti menggunakan salah satu aplikasi untuk merancang AR, yaitu Assemblr Edu. Melihat permasalahan ini, maka perlu dikembangkan modul fisika pada materi pengukuran yang terintegrasi Al-Qur’an dengan pendekatankontekstual guna menarik minat belajar peserta didik dengan mengaitkan materi pembelajaran pada konteks kehidupan sehari-hari. Penelitian ini adalah R&D dengan model pengembangan yang digunakan yakni 4D (Define, Design, Development, Dissemination). Namun, penelitian ini hanya sampai development pada tahap praktikalitas. Peneliti menggunakan lembar validasi dari 3 aspek, yaitu validasi materi dan media oleh 3 orang validator, serta validasi tafsir oleh 2 orang validator. Lembar praktikalitas yang diberikan pada 2 orang pendidik dan 28 orang peserta didik.Berdasarkan hasil analisa data diperoleh validasi dari ahli materi, media dan tafsir berturut-turut 94,5%, 83,3% dan 91,6% dengan kategori sangat valid. Sedangkan untuk praktikalitas modul oleh pendidik dan peserta didik diperoleh hasil sebesar 98,6% dan 86,4% dengan kategori sangat praktis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) Materi Ekosistem di Kelas X SMAN 1 Tigo Lurah kabupaten Solok

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puspita Sari NIM.1930106039 (2023). Judul Skripsi “Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) Materi Ekosistem Di Kelas X SMA N 1 Tigo Lurah Kabupaten Solok”. Program Studi Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang digunakan peserta didik dan guru, kemampuan berfikir masa depan peserta didik yang rendah,keterbatasan guru dalam mengembangkan bahan ajar. Selain itu kemampuan peserta didik dalam pemahami pembelajaran juga masih rendah. Tujuan penelitian ini yaitu menghasilkan modul pembelajaran biologi berbasis Education for Sustainable Development (ESD) materi ekosistem di kelas X SMA N 1 Tigo Lurah yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode Reseach and development (R&D). Dengan menggunakan model 4D (Difine, Design, Develop, dan Disseminate). Instrument yang digunakan berupa anget validitas dan dan angket praktikalitas. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 1 orang guru mata pelajaran biologi dan 30 orang peserta didik kelas X SMA N 1 Tigo Lurah. Data valididtas dan praktikalitas modul berbasis ESD dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memunuhi bentuk baku penulisan sebuah bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan valid dan praktis. Validitas modul pembelajaran berbasis ESD sebesar 88% (sangat valid). Praktikalitas modul pembelajaran berbasis ESD oleh guru sebesar 95% (sangat praktis) dan praktikalitas modul pembelajaran berbasis ESD oleh peserta didik sebesar 85% (sangat praktis). Jadi modul pembelajaran biologi berbasis ESD materi ekosistem dapat digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pengembangan, Modul , Education for Sustainable Development (ESD), Ekosistem Puspita Sari NIM.1930106039 (2023). Thesis title "Development of Biology Learning Modules Based on Education for Sustainable Development (ESD) Ecosystem Materials in Class X SMA N 1 Tigo Lurah Solok Regency". Biology Tadris Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teaching Science (FTIK), State Islamic University (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. This research is motivated by the limitations of teaching materials used by students and teachers, the low ability to think about the future of students, the limitations of teachers in developing teaching materials. In addition, the ability of students to understand learning is also still low. The purpose of this research is to produce a biology learning module based on Education for Sustainable Development (ESD) ecosystem material in class X SMA N 1 Tigo Lurah that is valid and practical. This research uses the Research and Development (R&D) method. By using a 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The instruments used were validity questionnaires and practicality questionnaires. The research subjects consisted of 2 lecturers at UIN Mahmud Yunus Batusangkar, 1 biology teacher and 30 class X students of SMA N 1 Tigo Lurah. Data validity and practicality of ESD-based modules were analyzed descriptively. The results of the study show that the developed teaching materials fulfill the standard form of writing a teaching material. Teaching materials developed are valid and practical. The validity of the ESD-based learning module is 88% (very valid). The practicality of ESD-based learning modules by teachers is 95% (very practical) and the practicality of ESD-based learning modules by students is 85% (very practical). So the ESD-based biology learning module for ecosystem material can be used in learning. Keywords: Development, Module, Education for Sustainable Development (ESD), Ecosystem

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Matematika Berbasis Problem Based Learning (PBL) Pada Materi Penyajian Data Kelas VII MTsN 10 Tanah Datar

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertolak dari permasalahan yaitu, kurangnya motivasi siswa dalam belajar karena sumber belajar yang kurang dalam proses pembelajaran. Hal tersebut mengakibatkan siswa malas dalam mengikuti pembelajaran matematika sehingga berdampak pada hasil belajar dari siswa. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, seperti penggunaan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL), dengan diberikannya modul kepada siswa akan membuat pembelajaran yang dilakukan siswa lebih menyenangkan dan tidak membosankan, siswa memahami pesan yang disampaikan dan akan berusaha belajar dengan menggunakan modul baik ada guru ataupun tidak ada guru. Tujuan penelitian untuk mengembangkan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika yang valid, dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu : tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrument penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi dan angket. Modul divalidasi oleh 3 orang validator yaitu 2 orang dosen matematika dan 1 orang guru bidang studi matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dirancang valid dengan hasil validitas 71,38%. Kemudian modul pembelajaran matematika telah praktis digunakan dengan hasil kepraktisan 78,86%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI AL-QUR’AN DENGAN MODEL CTL PADA MATERI ALAT OPTIK KELAS XI SMA/MA/SMK

2020•Koleksi Perpustakaan

Chintia Septri Ningsih, NIM. 16 30 107 006, Judul Skripsi: “PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN FISIKA TERINTEGRASI AL-QUR’AN DENGAN MODEL CTL PADA MATERI ALAT OPTIK KELAS XI SMA/MA/SMK”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Salah satu yang menjadi faktor keberhasilan dalam pembelajaran dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional adalah tercukupinya bahan pendukung pembelajaran yaitu berupa bahan ajar. Berdasarkan hasil wawancara dari kegiatan observasi yang dilakukan di SMAN 2 Batusangkar diperoleh informasi bahwa bahan ajar yang digunakan guru berupa buku paket dan LKS yang hanya terfokus pada materi pembelajaran dan rumus saja. Kedua bahan ajar tersebut cenderung monoton untuk dijadikan sumber belajar. Di samping itu proses pembelajaran yang dilaksanakan masih berpusat pada guru sehingga menyebabkan peserta didik tidak terbiasa menemukan konsep sendiri dalam memahami materi. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini hadir dalam bentuk pengembangan modul pembelajaran sebagai bagian dari bahan ajar agar peserta didik lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran. Ditambah lagi hal ini dilakukan dalam upaya menyahuti peraturan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang pendidikan karakter sehingga dituntut bahan ajar yang digunakan oleh guru-guru di sekolah sudah terintegrasi dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran fisika terintegrasi Al-Qur’an dengan model CTL yang valid dan praktis sehingga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran sekaligus keterkaitannya dengan nilai-nilai Al-Qur’an khususnya pada materi alat optik. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model penelitian 4-D yang meliputi empat tahap yaitu: tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Akan tetapi pada penelitian ini tidak dilakukan tahap penyebaran karena keterbatasan waktu dan biaya. Modul ini selain terintegrasi sepenuhnya dengan Al-Qur’an juga dilengkapi dengan tujuh komponen CTL. Berdasarkan hasil pengolahan data hasil validasi modul pembelajaran fisika terintegrasi Al-Qur’an dengan model CTL pada materi alat optik sudah memenuhi kriteria sangat valid dengan persentase 97,5% sedangkan persentase pada tahap praktikalitas hasil angket respon guru dan siswa berturut-turut 96,87% dan 93,1% dengan kriteria sangat praktis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN CTL UNTUK MENCAPAI HOTS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GETARAN HARMONIS DI KELAS X SMA/MA

2020•Koleksi Perpustakaan

Nelmi Agustina, NIM. 15 300 700 017, Judul Skripsi: “PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PEMBELAJARAN CTL UNTUK MENCAPAI HOTS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PADA MATERI GETARAN HARMONIS DI KELAS X SMA/MA”. Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah adalah ketersedian bahan ajar yang digunakan. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan di kelas X MIPA 1 SMAN 1 Rambatan ditemukan bahwa bahan ajar yang digunakan guru yaitu buku paket dan LKS yang hanya terfokus kepada materi, rumus, serta tidak ditemukan materi praktikum yang menjadi salah satu tuntutan kurikulum 2013. Guru belum terbiasa mengembangkan bahan ajar sesuai tuntutan kurikulum 2013. Di samping itu juga ditemukan bahan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan peserta didik belum terbiasa menemukan konsep sendiri, yang mengakibatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik belum tercapai. Berdasarkan hal ini peneliti merancang sebuah bahan ajar berupa modul berbasis pembelajaran CTL untuk mencapai HOTS dalam pembelajaran fisika pada materi getaran harmonis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul berbasis pembelajaran CTL untuk mencapai HOTS yang valid, praktis dan efektif sehingga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi fisika, khususnya materi getaran harmonis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau development and research dengan model penelitian 4-D, yang meliputi empat tahap yaitu: tahap pendefenisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Tetapi pada penelitian ini tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Modul berbasis pembelajaran CTL untuk Mencapai HOTS dalam pembelajaran fisika dirancang memuat tujuh tahapan pembelajaran, yaitu: kontruktivisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, modeling, refleksi, dan penilaian autentik. Modul berbasis pembelajaran CTL untuk mencapai HOTS yang dirancang memuat materi eksperimen yang merangsang peserta didik untuk menemukan konsep, serta soal yang disajikan berada pada tingkatan LOTS, MOTS, dan HOTS. Berdasarkan data mengolah bahan validasi modul berbasis pembelajaran CTL untuk mencapai HOTS dalam pembelajaran fisika pada materi getaran harmonis sudah memenuhi kriteria sangat valid dengan perolehan persentase 92,06%. Pada tahap praktikalitas hasil angket respon guru dan peserta didik memperoleh persentase 97,5% dan 94,48% dengan kategori sangat praktis. Pada tahap efektivitas yang diperoleh dari hasil normal gain sebesar 0,81 dengan kriteria tinggi dan tingkat efektivitasnya efektif terhadap pencapaian HOTS.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) KELAS VIII MTsS MHD BUNGA TANJUNG

2018•Koleksi Perpustakaan

ASRENA WATI 13 105 009. “PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL (SPLDV) KELAS VIII MTsS MHD BUNGA TANJUNG”. Jurusan Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2018. Penelitian ini bertolak dari permasalahan yaitu, kurangnya motivasi siswa dalam belajar karena sumber belajar yang kurang dalam proses pembelajaran, dan tingkat soal yang ada didalam buku panduan tingkat kesulitannya terlalu tinggi. Hal tersebut mengakibatkan siswa malas dalam mengikuti pembelajaran matematika sehingga berdampak pada hasil belajar dari siswa. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut dengan adanya suatu inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, seperti penggunaan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL), dengan diberikannya modul kepada siswa akan membuat pembelajaran yang dilakukan siswa lebih menyenangkan dan tidak membosankan, siswa memahami pesan yang disampaikan dan akan berusaha belajar dengan menggunakan modul baik ada guru ataupun tidak ada guru. Tujuan penelitian untuk mengembangkan modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran matematika yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang terdiri dari 3 tahap yaitu: tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan) dan tahap develop (pengembangan). Instrumen penelitian pengembangan ini menggunakan lembar validasi, angket, dan soal. Modul divalidasi oleh 3 orang validator yaitu 2 orang dosen matematika dan 1 orang guru bidang studi matematika. Pada proses praktikalitas modul matematika di uji cobakan pada siswa kelas VIII MTsS Mhd Bunga Tanjung, untuk melihat praktikalitas dengan uji keterbacaan modul yang dikembangkan. Saat proses efektivitas siswa diberikan soal ulangan harian dan angket respon siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) yang dirancang sudah valid dengan hasil validitas yang diperoleh adalah 78,27% dengan kriteri valid. Kemudian modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) telah praktis digunakan setelah di uji coba kepraktisannya pada siswa kelas VIII.A MTsS Mhd Bunga Tanjung, dengan hasil praktikalitas 86,96% denga kriteria sangat praktis. Selain itu modul matematika berbasis Problem Based Learning (PBL) telah efektif digunakan yang terlihat pada hasil tes belajar siswa yaitu 88,89% dari seluruh siswa mendapatkan skor lebih besar dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan, angket respon siswa dengan presentase setiap indikator lebih dari 70%, dimana rata-rata keseluruhan yaitu 91,91%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X SMA

2018•Koleksi Perpustakaan

FITRI SUSANTI 14 107 012, “PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA MATERI USAHA DAN ENERGI KELAS X SMA”. Jurusan Tadris Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2018. Permasalahan yang ditemui di SMAN 1 Sumatera Barat adalah siswa belum bisa menjawab soal dengan kriteria menganalisis (C4) karena siswa kurang dilatih untuk mengerjakan soal menganalisis (C4), keterbatasan bahan ajar yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran dan kurangnya minat belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Guru juga membuat bahan ajar berupa modul, tetapi modul ini hanya sebagai pedoman bagi guru dan isi dari modul tersebut hanya sedikit materi, contoh soal dan latihan soal yang hanya sampai menerapkan (C3). Padahal modul merupakan salah satu sumber belajar mandiri yang dapat dimanfaatkan oleh siswa guna mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Berdasarkan hal ini dibutuhkan modul yang mampu membangkitkan minat siswa dalam belajar dan siswa dapat menemukan konsep pembelajaran dan menyelesaikannya sendiri. Jadi salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan merancang modul yang dapat membangkitkan minat siswa dan melibatkan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul berorientasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa materi usaha dan energi kelas X SMA yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tetapi rancangan penelitian pengembangan pada penelitian ini hanya terdiri dari 3 tahap yaitu : (1) tahap define, dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan, dalam tahap ini dilakukan wawancara dengan guru, analisis kurikulum, analisis silabus, analisis sumber belajar, analisis siswa dan meriview literatur tentang modul, (2) tahap design, dilakukan untuk menyiapkan prototipe modul berorientasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa, dan (3) tahap pengembangan, hasil dari prototipe yang dirancang dilanjutkan pada uji validitas, praktikalitas, dan efektivitas modul berorientasi pendekatan saintifik untuk meningkatkan higher order thinking skills (HOTS) siswa. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Modul berorieantasi pendekatan saintifik sudah memenuhi kriteria valid dengan hasil validasi yang diperoleh 86%, (2) Modul berorieantasi pendekatan saintifik sudah memenuhi kriteria praktis yang telah diuji cobakan kepada 33 orang siswa kelas X MIPA 1 dengan hasil angket respon siswa 83% dan angket respon guru 95%, (3) Modul berorieantasi pendekatan saintifik sudah memenuhi kriteria efektif dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,86.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail