ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PUTRI EKA GUMSI. NIM. 232012040. judul Tesis “Manajemen Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran IPA SMP Di Sekolah Penggerak Kabupaten Sijunjung”. Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Muhamad Yunus Batusangkar Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu pendekatan dalam pendidikan yang bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan kemampuan dari peserta didik. Hal ini menimbulkan tantangan bagi sebagian besar guru yang masih belum memahami tentang prinsip pendekatan ini secara utuh dan menyeluruh, bagaimana akan menyajikan pembelajaran yang dapat melayani banyak peserta didik dengan keberagamannya dalam satu kelas. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPA SMP di Sekolah Penggerak Kabupaten Sijunjung yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif , Jenis penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena yang terjadi di lapangan. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah empat orang guru IPA yang dipilih secara bertujuan (purposive sampling) dari empat SMP pelaksana Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Sijunjung dengan latar belakang yang beragam. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul diuji keabsahan dengan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Kemudian data dianalisis melalui tahap reduksi, representasi, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran berdiferensiasi di sekolah penggerak berjalan sebagai suatu sistem yang terintegrasi, adaptif, dan reflektif. Perencanaan yang berbasis data asesmen diagnostik secara proaktif digunakan untuk merancang diferensiasi pada konten, proses, dan produk yang responsif terhadap keragaman kesiapan dan minat siswa. Pelaksanaan yang efektif terwujud melalui peran guru sebagai fasilitator yang secara fleksibel mengelola ragam aktivitas belajar (diferensiasi proses) dan memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman melalui berbagai bentuk karya (diferensiasi produk). Evaluasi tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme reflektif di mana datanya digunakan untuk menyempurnakan strategi diferensiasi pada siklus pembelajaran berikutnya. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam mengelola ketiga elemen diferensiasi tersebut secara sistemik untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif dan efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Muhammad Adrian, NIM 2030101128, Judul Skripsi “Pelaksanaan Metode Problem Based Learning Dalam Mata Pelajaran Fiqih Pada Kurikulum Merdeka Di MTsM Saniang Bakar”. Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar 2025. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan metode Problem Based Learning, Pokok permasalahan terdapat dalam mata pelajaran fiqih yang menerapkan kurikulum merdeka di MTsM Saniang Bakar. Adapun permasalahan pada tahapan perencanaan adalah kesulitan untuk merumuskan Problem yang relevan, permasalahan pada tahapan pelaksanaan adalah kesulitan siswa berkolaborasi dan memecahkan problem, sedangkan pada tahapan evaluasi terdapat pada penilaian presentasi pemecahan problem. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik analisis, teknik keabsahan data atau trianggulasi, dan dideskripsikan, sumber data primer adalah Guru Fiqih di MTsM Saniang Bakar. Sedangkan sumber data sekunder adalah siswa di MTsM Saniang Bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan metode problem based learning dalam mata pelajaran fiqih pada kurikulum merdeka dimulai dengan perencanaan guru telah membuat modul pembelajaran sesuai dengan aspek kurikulum merdeka, dengan menentukan merumuskan problem yang relevan dengan materi sujud syukur tentang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan tujuan agar siswa dapat bekerja sama dalam kelompok untuk mencari solusi berdasarkan analisis informasi yang mereka temukan, pada tahap pelaksanaan guru mengawali dengan pembagian kelompok siswa, proses pembelajaran berlangsung melalui diskusi, pencarian informasi, dan presentasi hasil temuan yang dilakukan oleh setiap kelompok, guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan dan arahan, dan guru pada tahap evaluasi menilai dari evaluasi formatif dilakukan selama proses pembelajaran dan sumatif di akhir pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lailatul Hasanah, NIM: 2030110008, judul skripsi “Analisis Pengembangan Dan Penggunaan Modul Ajar Pada Materi Kimia Hijau Kurikulum Merdeka di SMAN Tanah Datar” program studi tadris kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian langkah-langkah pengembangan modul ajar yang dilakukan oleh guru dengan langkah-.langkah pengembangan menurut Kemendikbud, seperti tidak melakukan analisis pada siswa sesuai kondisi dan kebutuhannya, modul ajar belum disusun berdasarkan komponen-komponenya, belum menentukan komponen esensial yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, komponen belum dielaborasikan dalam modul ajar dalam proses pembelajaran, serta tidak melakukan evaluasi terhadap modul ajar yang dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan dan penggunaan modul ajar oleh guru kimia pada materi kimia hijau kurikulum merdeka di SMAN Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Guru mata pelajaran Kimia di SMAN 1 Sungayang dan SMAN 1 Pariangan. Pada penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama (kunci). Sedangkan, instrumen pendukungnya adalah lembar angket, pedoman wawancara, dan lembar studi dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengembangan modul ajar pada materi kimia hijau Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Sungayang dan SMAN 1 Pariangan belum sepenuhnya memenuhi Langkah-langkah pengembangan modul ajar versi Kemendikbud, dan Penggunaan modul ajar oleh guru kimia pada materi kimia hijau kurikulum merdeka di SMA N 1 Sungayang dan SMA N 1 Pariangan juga belum sepenuhnya optimal. Hal ini dilihat dari proses perencanaan guru dalam kegitan pembelajaran tidak sesuai dengan pelaksanaan didalam kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Husnul Insani Herlando, NIM 2030101115 (2024). Judul Skripsi “Studi Komparasi Kurikulum Pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun serta Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka’’, Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiayah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam penelitian ini memiliki tiga pokok permasalahan yaitu mengetahui tentang pemikiran Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun tentang pendidikan Islam dan mengkomparasikan kedua pemikiran tersebut serta mengkaitkan relevansinya dengan kurikulum merdeka. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kurikulum pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun secara mendalam dan mengkomparasikan pemikiran pendidikan Islam dari kedua tokoh tersebut, serta menemukan persamaan dan perbedaan kurikulum pendidikan Islam dari Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun, setelah itu mengkaitkan relevansinya dengan kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode library research. Dalam penelitian library research ini yang dijadikan objek ialah literatur-literatur yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun serta konsep pendidikan Islam pada umumnya. Adapun sumber objek penelitian tersebut adalah dokumen tertulis, baik berupa buku primer dari kedua tokoh yakni terjemahan kitab Ihya Ulumuddin, terjemahan kitab ayyuhal walad dan terjemahan kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun, buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan pendidikan kedua tokoh, kamus, internet dan lain-lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun memiliki pemikiran pendidikan Islam yang saling melengkapi dengan penekanan kurikulum Imam Al-Ghazali kepada hablu minallah sedangkan ibnu kaldun lebih kepada penekanan hablu minannas atau hubungan kemasyarakkatan, kedua tokoh ini secara umum memiliki kesamaan pemikiran yaitu sama-sama berpaham empiris serta tujuan pendidikan yang menciptakan manusia memiliki rasa kedekatan dengan Allah dan juga memiliki pemikiran yang kritis. tokoh ini juga memiliki perbedaan dalam penekanan pendidikan yaitu imam Al-Ghazali lebih menekankan ilmu yang bersifat habluminallah atau ilmu agama sedangkan ibnu kaldun lebih mengkaji ataupun merinci ilmu yang bersifat kemasyarakatan atau sosial, kedua tokoh ini memiliki keunggulan masing-masing, imam Al Ghazali unggul dalam tujuan dan materi dalam mendidik sedangkan Ibnu Khaldun unggul dalam metode dalam mendidik, pemikiran kedua tokoh ini secara umum sangat relevan dengan kurikulum merdeka baik dari segi tujuan kurikulum yang sama-sama mendekatkan diri kepada Allah, materi kurikulum yang secara umum membagi yang bersifat agama dan umum dan dari segi metode serta evaluasi pendidikan yang merupakan komponen kurikulum imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun relevan dengan tutuntan kurikulum merdeka
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan untuk mengimplementasikan model kontekstual untuk membentuk karakter siswa pada kurikulum kemandirian di kelas 4 pendidikan pancasila di SDN 08 Sungai Tarab. Penerapan model kontekstual ini memberikan dampak positif berupa siswa menjadi termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dengan menerapkan model kontekstual dalam pendidikan Pancasila untuk membentuk karakter siswa pada kurikulum mandiri kelas 4 SDN 08 Sungai Tarab. Kegunaan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan acuan bagi guru untuk menyampaikan materi pembelajaran.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada 2 yaitu data utama guru kelas IV, kepala sekolah, siswa dan sumber data pendukung perangkat pembelajaran. Instrumen kunci dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan penjamin keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model kontekstual dalam pendidikan pancasila untuk membentuk karakter siswa pada kurikulum merdeka kelas 4 SDN 08 Sungai Tarab menunjukkan bahwa model kontekstual memegang peranan yang sangat penting dalam kurikulum pembelajaran mandiri dengan menerapkan pendekatan menyusun ATP, Modul Pengajaran, CP, dan TP. Keywords: Model Kontekstual, Kurikulum Merdeka. Pendidikan Pancasila, Karakter Abstract This research is motivated by an interest in implementing contextual models to shape student character in the independence curriculum in grade 4 Pancasila education at SDN 08 Sungai Tarab. The application of this contextual model has a positive impact in the form of students becoming motivated in participating in the learning process. The purpose of this study was to describe how the planning, implementation and evaluation of learning by applying contextual models in Pancasila education to shape the character of students in grade 4 SDN 08 Sungai Tarab independent curriculum. The usefulness of this research is that it can be used as a reference for teachers to deliver learning materials. This research method is descriptive qualitative. There are 2 data sources in this study, namely the main data for class IV teachers, school principals, students and supporting data sources for learning tools. The key instrument in this research is the researcher himself. Data collection techniques were carried out by observation, documentation and interviews. The data that has been obtained will be analyzed by means of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Meanwhile, the guarantor for the validity of the research data used triangulation of sources. The results showed that learning using contextual models in Pancasila education to shape the character of students in the independent curriculum for grade 4 SDN 08 Sungai Tarab shows that contextual models play a very important role in the independent learning curriculum by applying a self-directed learning approach. compile ATP, Teaching Module, CP, and TP. Keywords: Contextual Model, Independent Curricullum, Pancasila Education, Character