Abstrak
Husnul Insani Herlando, NIM 2030101115 (2024). Judul Skripsi “Studi Komparasi Kurikulum Pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun serta Relevansinya dengan Kurikulum Merdeka’’, Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiayah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam penelitian ini memiliki tiga pokok permasalahan yaitu mengetahui tentang pemikiran Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun tentang pendidikan Islam dan mengkomparasikan kedua pemikiran tersebut serta mengkaitkan relevansinya dengan kurikulum merdeka. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kurikulum pendidikan Islam menurut Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun secara mendalam dan mengkomparasikan pemikiran pendidikan Islam dari kedua tokoh tersebut, serta menemukan persamaan dan perbedaan kurikulum pendidikan Islam dari Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun, setelah itu mengkaitkan relevansinya dengan kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode library research. Dalam penelitian library research ini yang dijadikan objek ialah literatur-literatur yang berkaitan dengan pemikiran pendidikan Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun serta konsep pendidikan Islam pada umumnya. Adapun sumber objek penelitian tersebut adalah dokumen tertulis, baik berupa buku primer dari kedua tokoh yakni terjemahan kitab Ihya Ulumuddin, terjemahan kitab ayyuhal walad dan terjemahan kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun, buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan pendidikan kedua tokoh, kamus, internet dan lain-lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun memiliki pemikiran pendidikan Islam yang saling melengkapi dengan penekanan kurikulum Imam Al-Ghazali kepada hablu minallah sedangkan ibnu kaldun lebih kepada penekanan hablu minannas atau hubungan kemasyarakkatan, kedua tokoh ini secara umum memiliki kesamaan pemikiran yaitu sama-sama berpaham empiris serta tujuan pendidikan yang menciptakan manusia memiliki rasa kedekatan dengan Allah dan juga memiliki pemikiran yang kritis. tokoh ini juga memiliki perbedaan dalam penekanan pendidikan yaitu imam Al-Ghazali lebih menekankan ilmu yang bersifat habluminallah atau ilmu agama sedangkan ibnu kaldun lebih mengkaji ataupun merinci ilmu yang bersifat kemasyarakatan atau sosial, kedua tokoh ini memiliki keunggulan masing-masing, imam Al Ghazali unggul dalam tujuan dan materi dalam mendidik sedangkan Ibnu Khaldun unggul dalam metode dalam mendidik, pemikiran kedua tokoh ini secara umum sangat relevan dengan kurikulum merdeka baik dari segi tujuan kurikulum yang sama-sama mendekatkan diri kepada Allah, materi kurikulum yang secara umum membagi yang bersifat agama dan umum dan dari segi metode serta evaluasi pendidikan yang merupakan komponen kurikulum imam Al-Ghazali dan Ibnu Khaldun relevan dengan tutuntan kurikulum merdeka