Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Tafsir Ilmi: WAKTU dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 13
297.140
Tafsir Ilmi: MAKANAN DAN MINUMAN: dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 12
Tafsir Ilmi: AIR dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 11
Tafsir Ilmi: SAMUDRA : dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 10
Tafsir Ilmi: PENCIPTAAN BENDA-BENDA LANGIT dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 9
Tafsir Ilmi: PENCIPTAAN BUMI dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 8
Tafsir Ilmi: PENCIPTAAN JAGAD RAYA dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 7
297.140
Tafsir Ilmi: Hewan 1 dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 5
Tafsir Ilmi: Tumbuhan dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 4
Tafsir Ilmi: SEKSUALITAS dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 3
Tafsir Ilmi: Kisah para Nabi Pra Ibrahim dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 2
Tafsir Ilmi: Penciptaan Manusia dalam Perspektif al-Qur'an dan Sains Jilid 1
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Sungayang
Riska Kurnia, NIM 1630106054 (2020). Judul Skripsi : “Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Sungayang”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta di lapangan bahwa banyak nilai IPA siswa yang di bawah KKM, walaupun guru sudah menggunakan media pembelajaran dan metode pembelajaran yang bervariasi. Nilai siswa yang dibawah KKM ini merupakan tanda bahwa siswa mengalami kesulitan belajar. Selain itu siswa cenderung acuh tak acuh dengan tugas yang diberikan guru, tidak bersemangat saat belajar serta siswa yang memiliki nilai akademis yang tinggi di mata pelajaran lain namun memiliki nilai yang rendah di mata pelajaran IPA. Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apa saja kesulitan belajar yang dialami siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Sungayang dan mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sungayang tahun ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang di ambil adalah kelas VIII.4 yang memiliki nilai rata-rata kelas yang paling rendah pada mata pelajaran IPA. Pengambilan data menggunakan teknik angket dan wawancara. Berdasarkan analisis terhadap lembar angket dapat diketahui bahwa kesulitan belajar IPA khususnya materi biologi yang dialami siswa yaitu sulit berkonsentrasi saat belajar, banyaknya bahasa ilmiah yang terdapat dalam materi biologi, materi yang bersifat abstrak, kesulitan dalam mengingat kembali materi yang diajarkan, dan banyaknya hafalan. Faktor penyebabnya adalah kurangnya disiplin siswa dalam mempelajari biologi dan kurangnya dukungan dari orang tua.
Akurasi Awal Waktu Shalat Di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Ditinjau Dari Segi Ilmu Falak
A’RAFATIL HUDA. NIM 15301000003, judul skripsi “Akurasi Awal Waktu Shalat Di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok Ditinjau Dari Segi Ilmu Falak”, Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2019. Adapun pokok permasalahan yang dibahas dalam skripisi ini adalah bagaimana tingkat akurasi awal waktu shalat di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang ditinjau dari segi ilmu falak. Tujuan pembahasan ini adalah untuk mengetahui metode penentuan awal waktu shalat masyarakat Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok dan untuk mengetahui keakurasian penentuan awal waktu shalat di Karimbang Nagari Sibarambang Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian dalam ini adalah penulis sendiri sebagai peneliti. Pengolahan data dilakukan secara deksriptif kualitatif, kemudian diuraikan dengan melakukan klasifikasi terhadap aspek masalah tertentu dan dipaprkan melalui kalimat yang efektif. berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, diperoleh temuan bahwa penentuan awal waktu shalat di Jorong Karimbang Nagari Sibarambang menggunakan bantuan cahaya matahari dan kitab panduan, hasilnya cenderung kurang akurat sebab tidak semua masyarakat paham dengan metode falakiyah dengan alat bantu melihat cahay matahari terebut. Sekarang masyarakat mengikuti jadwal waktu shalat yang sudah jadi. Sedangkan metode yang telah digunakan oleh Kementerian Agama yang data akurasinya tinggi dan telah memakai data astronomi yang lebih canggih.
Telaah Arah Kiblat Masjid-Masjid Tuo Dalam Perspektif Ilmu Falak
Hidayatul Hasanah NIM 2230201023, Judul Skripsi : “Telaah Arah Kiblat Masjid-Masjid Tuo Dalam Perspektif Ilmu Falak”. Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhshiyyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai salah satu syarat sah pelaksanaan salat. Sebagian besar masjid-masjid tuo di Sumatera Barat dibangun pada masa ketika metode penentuan arah kiblat masih dilakukan secara tradisional sehingga perlu dilakukan kajian kembali berdasarkan perkembangan ilmu falak modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi arah kiblat masjid-masjid tuo berdasarkan metode Bayang-Bayang Kiblat (BBK), membandingkan tingkat deviasi arah kiblat antar masjid, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kemiringan arah kiblat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran arah kiblat menggunakan metode Bayang-Bayang Kiblat (BBK), wawancara dengan pengurus masjid, tokoh agama, dan jamaah, serta sumber sekunder berupa buku Ephemeris Hisap Rukyat Kementerian Agama RI 2026. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima masjid tuo yang menjadi objek penelitian, hanya satu masjid yang memiliki arah kiblat mendekati arah kiblat ideal dan tergolong sangat akurat, sedangkan empat masjid lainnya masih mengalami penyimpangan dengan tingkat deviasi yang berbeda-beda. Deviasi arah kiblat yang diperoleh yaitu Masjid Raya Limo Kaum sebesar 2°, Masjid Rao-Rao sebesar 8°, Masjid As-Sa'adah Gurun sebesar 11°, Masjid Tuo Kayu Jao sebesar 10°, dan Masjid 60 Kurang Aso sebesar 22°. Perbedaan tingkat deviasi tersebut dipengaruhi oleh metode penentuan arah kiblat pada masa pembangunan, keterbatasan alat ukur, kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap ijtihad ulama terdahulu, belum dilaksanakannya kalibrasi arah kiblat secara berkala, serta perkembangan ilmu falak yang menghasilkan metode penentuan arah kiblat yang lebih akurat. Penelitian ini menunjukkan bahwa telaah arah kiblat tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi ilmiah terhadap ketepatan arah kiblat, tetapi juga sebagai upaya penyempurnaan pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi nilai historis maupun penghormatan terhadap ijtihad para pendiri masjid.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Predict-Observe-Explain (POE) pada Materi Hakikat Ilmu Kimia Kelas X SMAN 2 Sungai Tarab
Eka Wardani Hasibuan. NIM.2130110003. Judul Skripsi: "Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Predict–Observe–Explain (POE) pada Materi Hakikat Ilmu Kimia Kelas X SMA Negeri 2 Sungai Tarab." Program Studi Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya bahan ajar yang mampu memfasilitasi peserta didik dalam memahami konsep pada materi Hakikat Ilmu Kimia secara optimal. Bahan ajar yang digunakan di sekolah masih didominasi oleh buku paket sehingga penyajian materi kurang sistematis, kurang kontekstual, dan belum memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membangun pemahamannya melalui kegiatan pembelajaran yang aktif. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar kimia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan bahan ajar berupa modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE) yang mampu melibatkan peserta didik secara aktif melalui kegiatan memprediksi, mengamati, dan menjelaskan fenomena berdasarkan konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE)pada materi Hakikat Ilmu Kimia yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi sampai tahap Develop. Instrumen penelitian terdiri atas lembar validasi modul dan angket praktikalitas. Validasi dilakukan oleh tiga orang dosen ahli, sedangkan uji praktikalitas melibatkan satu orang guru kimia dan 22 peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Sungai Tarab. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan disajikan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE) memperoleh persentase validitas aspek materi sebesar 83% dengan kategori sangat valid, aspek konstruk sebesar 98,95% dengan kategori sangat valid, dan aspek kebahasaan sebesar 81% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas menunjukkan bahwa modul memperoleh persentase sebesar 93% dari guru kimia dan 88% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul pembelajaran berbasis Predict–Observe–Explain (POE) pada materi Hakikat Ilmu Kimia yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia di kelas X SMA Negeri 2 Sungai Tarab.
ILMU ḤUḌHŪRĪ DALAM FILSAFAT PENGETAHUAN AL-GHAZĀLĪ DAN MULLĀ ṢHADRĀ (STUDI KOMPARATIF)
Penelitian ini mengkaji ‘Ilmu Ḥuḍhūrī, ilmu yang hadir secara langsung dalam diri seseorang tanpa perantara, yang berfokus pada pemikiran Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā, yang jarang dikomparasi pada level epistemologis dan ontologis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi konsep Ilmu Ḥuḍhūrī dalam filsafat pengetahuan, 2) dalam Filsafat Pengetahuan Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā, dan 3) mengidentifikasi persamaan dan perbedaan konsep keduanya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain analisis komparatif terhadap karya-karya primer Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Ilmu ḥuḍhūrī dalam filsafat pengetahuan menjadi dasar bagi pengetahuan tentang diri, keadaan batin, dan realitas metafisis, serta berkaitan erat antara pengetahuan, kesucian jiwa, dan kedekatan eksistensial manusia dengan Allah. Seseorang bisa merasa bahagia tanpa perlu pembuktian secara logis dengan materi. Ketika seseorang berkata “saya bahagia”, ia tidak membutuhkan dalil empiris atau rasional karena pengetahuan ini hadir langsung dalam kesadaran. 2) Ilmu Ḥuḍhūrī dalam filsafat pengetahuan Al-Ghazālī yaitu, pengetahuan yang langsung hadir tanpa perantara konsep atau indra, diperoleh melalui penyucian jiwa, dan bersifat intuitif-spiritual. Contohnya; Ketika seseorang merasa bahagia, ia tidak memerlukan penjelasan orang lain untuk mengetahui rasa tersebut. Pengalaman itu hadir secara langsung dalam dirinya, dan yang melalui penyucian jiwa bersifat intuitif-spiritual, bukan hanya melalui logika. Sedangkan Ilmu Ḥuḍhūrī menurut Mullā Ṣhadrā yaitu, pengetahuan langsung yang terjadi melalui kehadiran eksistensial objek dalam subjek, tanpa perantara representasi mental. Kesadaran manusia terhadap tindakan batinnya, seseorang mengetahui bahwa ia sedang menginginkan bahagia. Pengetahuan ini tidak diperoleh melalui indera, tetapi melalui kehadiran langsung dalam jiwa.. 3) Persamaan dan perbedaan kerangka filosofis mereka menghasilkan bahwa, Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā, sama-sama menegaskan kemungkinan pengetahuan bersifat non-representasional, artinya bentuk pengetahuannya tidak berupa konsep atau abstraksi mental, melainkan objek dalam subjek hadir secara langsung. Sedangkan perbedaannya adalah Al-Ghazali lebih menekankan pada dimensi spiritual-etis (penyucian hati, kasyf, ma‘rifah). Sedangkan Mulla Shadra lebih menekankan dimensi ontologis-eksistensial (kesatuan wujud subjek-objek).. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak hanya bersifat rasional tetapi juga transendental dan intuitif. Filsafat pengetahuan al-Ghazali dan Mulla Shadra penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini yang hanya cendrung materialistik, pengetahuan itu dianggap benar jika bisa diukur, diamati atau diuji secara materi. Kebahagiaan itu didapatkan jika seseorang memiliki uang, jabatan, serta kehidupan yang mewah lainnya..
Analisis Kritis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Studi Tafsir Al-Qur`an: Studi Kasus di Kalangan Mahasiswa Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir UIN Mahmud Yunus Batusangkar
Zayan Abiyul Usman, NIM. 2130301044 (2026). Judul skripsi “Analisis Kritis Penggunaan Artificial Intelligence dalam Studi Tafsir Al-Qur`an: Studi Kasus di Kalangan Mahasiswa Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir UIN Mahmud Yunus Batusangkar”. Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Perkembangan aplikasi Artificial Intelligence (AI) berbasis pemrosesan bahasa alami telah memengaruhi pola belajar mahasiswa studi keislaman, termasuk dalam kajian tafsir Al-Qur`an, dan menimbulkan persoalan epistemologis serta pedagogis ketika teknologi tersebut tidak terhubung dengan sumber tafsir otoritatif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pola penggunaan aplikasi Artificial Intelligence (AI) oleh mahasiswa Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam analisis tafsir Al-Qur`an, (2) mengidentifikasi faktor pendorong penggunaannya meskipun tidak terhubung dengan sumber tafsir otoritatif, (3) menganalisis risiko akademik dan keilmuan yang ditimbulkan, serta (4) merumuskan strategi pedagogis agar pemanfaatan AI tetap etis, kritis, dan selaras dengan kaidah ilmu tafsir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan sebanyak 12 mahasiswa yang dipilih secara purposive berdasarkan tingkat studi dan frekuensi penggunaan AI. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pola penggunaan AI oleh mahasiswa bersifat tool-oriented dan pragmatis, dengan ChatGPT sebagai aplikasi yang paling dominan karena kemudahan akses dan responsivitasnya, AI telah terintegrasi dalam rutinitas akademik mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem belajar sehari-hari, namun digunakan tanpa pembedaan epistemologis yang tegas antara AI sebagai alat bantu teknis dan kitab tafsir sebagai sumber otoritatif, serta dengan praktik validasi yang cenderung intuitif dan non-metodologis. (2) Faktor pendorong penggunaan AI oleh mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir UIN Mahmud Yunus Batusangkar meliputi efisiensi waktu, tekanan akademik, keterbatasan akses kitab tafsir, kemudahan bahasa, dan kebutuhan adaptasi terhadap tuntutan pembelajaran modern, yang menunjukkan bahwa AI digunakan sebagai strategi rasional dan adaptif, meskipun tidak selalu disertai kesadaran metodologis yang memadai. (3) Risiko akademik dan keilmuan yang ditimbulkan dari penggunaan AI tanpa verifikasi terhadap sumber tafsir otoritatif antara lain terjadinya distorsi makna ayat, pelanggaran konteks asbāb al-nuzūl, erosi metodologi tafsir, ilusi kepakaran, ketergantungan kognitif, hingga pelemahan adab tafsir sebagai sikap kehati-hatian dan tanggung jawab keilmuan. (4) Strategi pedagogis integratif merupakan solusi utama yang ditegaskan dalam penelitian ini, dengan menempatkan AI sebagai sarana bantu (musā‘adah) dalam pembelajaran tafsir, mengintegrasikannya dengan metode tafsir tradisional, memperkuat literasi epistemologis mahasiswa, serta mengembangkan regulasi dan pendampingan akademik agar pemanfaatan AI tetap etis, kritis, dan berada dalam bingkai tradisi keilmuan Islam.
ANALISIS MOTIVASI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN & INFORMASI ISLAM PADA MINAT KUNJUNGAN KE PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR
Nadhia Ayu Zettira, NIM. 2230304031, Judul Analisis Motivasi Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan & Informasi Islam Pada Minat Kunjungan Ke Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Program studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam. Fakultas Ushuluddin Adab, dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi dalam berkunjung ke Perpustakaan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun jumlah kunjungan masih belum optimal yang menunjukkan kurangnya motivasi intrinsik mahasiswa dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan mahasiswa Ilmu Perpustakaan Dan Informasi Islam (menggunakan teknik snowball sampling), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama bahwa motivasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam untuk mengunjungi perpustakaan dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti kebutuhan informasi, kesadaran akademis, dan minat literasi, serta faktor ekstrinsik seperti tuntutan akademis, fasilitas perpustakaan, kualitas layanan pustakawan, dan kebijakan dosen. kedua, temuan penelitian ini juga mengungkapkan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap intensitas kunjungan mahasiswa, seperti keterbatasan waktu, persepsi layanan, dan kenyamanan fasilitas. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola perpustakaan dan program studi dalam merancang strategi untuk meningkatkan minat kunjungan mahasiswa secara berkelanjutan.