Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

RENI SUSANTI

6 karya publik ditemukan.

2026: 12024: 12023: 12021: 22017: 1

ILMU ḤUḌHŪRĪ DALAM FILSAFAT PENGETAHUAN AL-GHAZĀLĪ DAN MULLĀ ṢHADRĀ (STUDI KOMPARATIF)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji ‘Ilmu Ḥuḍhūrī, ilmu yang hadir secara langsung dalam diri seseorang tanpa perantara, yang berfokus pada pemikiran Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā, yang jarang dikomparasi pada level epistemologis dan ontologis. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi konsep Ilmu Ḥuḍhūrī dalam filsafat pengetahuan, 2) dalam Filsafat Pengetahuan Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā, dan 3) mengidentifikasi persamaan dan perbedaan konsep keduanya. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain analisis komparatif terhadap karya-karya primer Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Ilmu ḥuḍhūrī dalam filsafat pengetahuan menjadi dasar bagi pengetahuan tentang diri, keadaan batin, dan realitas metafisis, serta berkaitan erat antara pengetahuan, kesucian jiwa, dan kedekatan eksistensial manusia dengan Allah. Seseorang bisa merasa bahagia tanpa perlu pembuktian secara logis dengan materi. Ketika seseorang berkata “saya bahagia”, ia tidak membutuhkan dalil empiris atau rasional karena pengetahuan ini hadir langsung dalam kesadaran. 2) Ilmu Ḥuḍhūrī dalam filsafat pengetahuan Al-Ghazālī yaitu, pengetahuan yang langsung hadir tanpa perantara konsep atau indra, diperoleh melalui penyucian jiwa, dan bersifat intuitif-spiritual. Contohnya; Ketika seseorang merasa bahagia, ia tidak memerlukan penjelasan orang lain untuk mengetahui rasa tersebut. Pengalaman itu hadir secara langsung dalam dirinya, dan yang melalui penyucian jiwa bersifat intuitif-spiritual, bukan hanya melalui logika. Sedangkan Ilmu Ḥuḍhūrī menurut Mullā Ṣhadrā yaitu, pengetahuan langsung yang terjadi melalui kehadiran eksistensial objek dalam subjek, tanpa perantara representasi mental. Kesadaran manusia terhadap tindakan batinnya, seseorang mengetahui bahwa ia sedang menginginkan bahagia. Pengetahuan ini tidak diperoleh melalui indera, tetapi melalui kehadiran langsung dalam jiwa.. 3) Persamaan dan perbedaan kerangka filosofis mereka menghasilkan bahwa, Al-Ghazālī dan Mullā Ṣhadrā, sama-sama menegaskan kemungkinan pengetahuan bersifat non-representasional, artinya bentuk pengetahuannya tidak berupa konsep atau abstraksi mental, melainkan objek dalam subjek hadir secara langsung. Sedangkan perbedaannya adalah Al-Ghazali lebih menekankan pada dimensi spiritual-etis (penyucian hati, kasyf, ma‘rifah). Sedangkan Mulla Shadra lebih menekankan dimensi ontologis-eksistensial (kesatuan wujud subjek-objek).. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan tidak hanya bersifat rasional tetapi juga transendental dan intuitif. Filsafat pengetahuan al-Ghazali dan Mulla Shadra penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan saat ini yang hanya cendrung materialistik, pengetahuan itu dianggap benar jika bisa diukur, diamati atau diuji secara materi. Kebahagiaan itu didapatkan jika seseorang memiliki uang, jabatan, serta kehidupan yang mewah lainnya..

PENGEMBANGAN MODUL AJAR TAHFIDZ AL QUR’AN BERBASIS METODE UTRUJAH PADA YAYASAN KHAIRU UMMAH KOTA SAWAHLUNTO

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RENI SUSANTI, NIM. 222032021. Judul Tesis “Pengembangan Modul Ajar Tahfidz Al Qur’an Berbasis Metode Utrujah Pada Yayasan Khairu Ummah Kota Sawahlunto”. Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam di Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bahan ajar yang digunakan berupa alat peraga dan belum tersedianya modul yang menggabungkan antara materi ajar pada poster dan latihan pada pembelajaran Al Qur’an berbasis metode Utrujah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas modul ajar tahfidz Al Qur’an berbasis metode Utrujah pada Yayasan Khairu Ummah Kota Sawahlunto. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development, prosedur pengembangan dilakukan dengan model ADDIE yaitu meliputi tahapan 1) Analyze ( Analisis ) 2) Design (Perancangan ), 3) Development ( Pengembangan ), 4)Implementation ( Implementasi ) 5) Evaluation ( Evaluasi ). Subjek uji coba peserta didik kelas takhassus dan reguler di SDIT Cahaya Pelangi Desa Talawi Hilir. Teknik pengumpulan data lembar validasi dan angket praktikalitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data validitas dan analisis data praktikalitas. Modul ajar tahfdiz Al Qur’an berbasis metode Utrujah yang telah dikembangkan divalidasi oleh pakar PAI dan guru dan dianalisis dengan validitas materi dan validasi media indeks Aiken’s V, serta praktikalitas oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas nilai Modul ajar tahfdiz Al Qur’an berbasis metode Utrujah adalah 0,89 kategori sangat valid. Praktikalitas modul dari angket praktikalitas 0,90 kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut Modul ajar tahfdiz Al Qur’an berbasis metode Utrujah pada Yayasan Khairu Ummah Kota Sawahlunto terkategori sangat valid dan sangat praktis digunakan dalam pembelajaran Al Qur’an di SDIT Cahaya Pelangi.

Pengaruh Penggunaan Metode Diskusi Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas Iv Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Di SDN 19 Tigo Suku Nagari Paninjauan Kec. X Koto Kab. Tanah Datar

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reni Susanti NIM 1830111056, Judul skripsi: “Pengaruh Penggunaan Metode Diskusi terhadap Aktivitas Belajar Siswa Kelas IV Dalam Pembelajaran IPS di SDN 19 Tigo Suku Nagari Paninjauan Kec. X Koto Kab. Tanah Datar”. Program Pendidikan Sarjana Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa khususnya kelas IV SDN 19 Tigo Suku Nagari Paninjauan masih tergolong rendah, karena dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode ceramah dan belum menerapkan/menggunakan metode diskusi. Karena metode diskusi merupakan suatu sarana yang dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk saling berkomunikasi dan sharing pendapat mereka, sehingga para siswa tidak hanya menerima dari guru saja tetapi dapat menggali dan berbagi pengetahuan yangn mereka miliki. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji, melihat dan membuktikan apakah terdapat pengaruh penggunaan metode diskusi terhadap aktivitas belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bersifat kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara menerapkan metode pembelajaran diskusi pada kelas eksperimen dan model pembelajaran konvensional lain pada kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 19 Tigo Suku Nagari Paninjauan sebanyak 44 orang yang terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas A dan B. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu yang menjadi sampel harus mengisi angket sebelum dan sesudah adanya perlakuan. Sampel yang terpilih pada kelas IVB dijadikan sebagai kelas eksperimen dan sampel yang terpilih pada kelas IVA dijadikan sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan instrumen angket sebanyak 30 butir soal dan dokumentasi yang digunakan berupa foto-foto yang diabadikan tentang kegiatan siswa dalam proses pembelajaran baik pembelajaran pada kelas eksperimen dengan menggunakan metode diskusi maupun pembelajaran pada kelas kontrol dengan menggunakan metode konvensional lain. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji paired sample t test diperoleh nilai thitung pada kelas eksperimen dengan adanya perlakuan metode diskusi sebesar -6,864 lebih kecil dibandingan dengan ttabel sebesar -2,110 (-thitung-ttabel) dengan nilai signifikan sebesar 0,000 (0,05) berarti penolakan H0 dan penerimaan Ha, maksudnya Terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan metode diskusi terhadap aktivitas belajar siswa pada pembelajaran IPS. Jadi dapat peneliti simpulkan bahwa semakin efektifnya metode diskusi digunakan, maka semakin meningkat aktivitas belajar siswa. sebaliknya, jika kurang efektifnya metode diskusi digunakan, maka semakin menurun aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran IPS.