Abstrak
Adapun yang melatarbelakangi pembuatan skripsi ini yakni penulis merasa prihatin dengan kondisi madrasah-madrasah swasta di sekitar tempat penulis berdomisili dengan makin kurangnya peserta didik yang sekolah di sana. Maka timbullah sebuah ide maupun gagasan penulis menemukan apa kiranya yang menjadi penyebab yang berkaitan dengan kemunduran madrasah tersebut. Dengan demikian penulis merasa tertantang untuk melakukan penilitian pendidikan di madrasah-madrasah ini. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini meliputi empat komponen. Pertama dari segi sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Kedua dari segi guru atau pendidik itu sendiri. Ketiga dari aspek kurikulum yang diterapkan dan terakhir dari segi administrasi pengelolaannya. Sedangkan tujuan penelitian ini penulis mencoba untuk menemukan dan mendeskripsikan apa sajakah faktor penyebab kemunduran madrasah-madarasah swasta di kecamatan Batipuh Selatan. Sedangkan kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dan mudah-mudahan berguna maupun menjadi acuan untuk madarasah dalam meningkatkan kualitasnya dan memetakan persoalan yang ada untuk mencari solusinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang menggambarkan fakta dan realita yang terjadi di lapangan.Sumber data dalam penelitian ini terbagi dua yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalahinforman dari pimpinan yayasan. Sedangkan sumber data sekunder adalah informasi dari majelis guru. Data observasi diperoleh melalui pengamatan dan tinjauan langsung yang dilakukan oleh penulis di lapangan mengenai Faktor-Faktor Penyebab Kemunduran Madrasah Swasta di Kecamatan Batipuh Selatan. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan diperoleh data bahwa penyebab kemunduran madrasah-madrasah swasta terdiri dari berbagai aspek. Sarana dan prasarana yang kurang memadai dalam menunjang proses pendidikan di madrasah mulai dari ruangan guru dan tata usaha yang seadanya, lokal pembelajaran yang kuarang dikarenakan rombongan belajar yang tidak pas, bangku dan meja belajar masih banyak yang kurang karena ada yang rusak berat dan rusak sedang. Kurikulum belajar yang tidak singkron dengan jam belajar karena tuntutan Yayasan dan Departemen Agama, kedua kurikulum tersebut harus tercapai dalam waktu yang terbatas. Pendidik yang kurang sadar akan kewajiban mengajar mereka dan lalai akan aturan yang telah ditetapkan, kurang menguasai bahan yang akan mereka ajarkan. Administrasi yang belum teraplikasi dengan maksimal dengan kurangnya kesadaran akan pentingnya hal ini.