Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2017Versi 1

Pengembangan Modul Berbasis Interdisipliner Pada Materi Puasa Mata Pelajaran Fiqh Kelas VIII Semester Ganjil MTsN Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar

Koleksi Perpustakaan•IAIN Batusangkar•4 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Permasalahan dalam penelitian ini berkaitan dengan keterbatasandan ketersediaan bahan ajar pembelajaran Fiqh yang dimiliki sekolah serta siswa hanya memiliki satu buku pegangan untuk belajar disekolah maupun dirumah. selanjutnyainformasi tentang materi lebih banyak didapatkan siswa melalui penjelasan guru.Guru juga tidak memiliki bantuan modul dalam pembelajaran, sehingga pembelajaran cenderung dilakukan satu arah. Buku paket yang digunakan menggunakan bahasa yang sangat luas dan tampilan buku tidak menarik sehingga siswa tidak bisa memahami pelajaran dengan baik.Buku paket yang digunakan juga hanya menyajikan materi dalam satu sudut pandang yaitu agama, padahal semua ilmu dapat dihubungkan dengan ilmu yang lainnya. Dengan demikian perlu dikembangkan sebuah modul yang dapat membantu siswa dalam belajar dan peneliti mengembangkan Modul fiqh berbasis interdisipliner pada Materi Puasa.Interdisipliner adalah kajian yang menggunakan berbagai sudut pandang.Modul fiqh berbasis interdisipliner pada materi puasa akan disajikan melalui sudut pandang ipa dan ips. Dengan penyajian melalui sudut pandang ipa, maka siswa akan mengetahui dampak puasa terhadap tubuh manusia. Sedangkan melalui sudut pandang ips, siswa akan mengetahui dampak puasa terhadap dirinya yang akan berpengaruh kepada kehidupan sosialnya. Penelitian ini difokuskan pada pengembangan modul berbasis Interdisipliner yang Valid dan Praktis. Dengan demikian penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana validitas dan modul berbasis Interdisipliner pada mata pelajaran fiqh untuk siswa kelas VIII MTsN Padang Ganting. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research of Development).Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate. Dengan prosedur penelitian yang dilakukan hanyatiga tahap yaitu tahap analisisdefine, design, dandevelop, sedangkan tahap disseminate. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar validasi dan angket. Untuk instrumen penelitian pada tahap validasidigunakan lembar validasidan pada tahap praktikalitas digunakan lembar angket respon siswa. Berdasarkan penelitian pengembangan yang penulis lakukan dan hasil validasi yang sudah dilakukan oleh para pakar atau validator maka dapat disimpulkan bahwa hasil validasi Modul berbasis interdisipliner pada mata pelajaran Fiqh yang dilakukan oleh para pakar menunjukkan secara keseluruhan Modulberbasis interdisipliner pada mata pelajaran Fiqh tergolong sangat valid dengan persentase 81,37%. Hasil uji praktikalitas melalui angket respon dikategorikan sangat praktis dengan persentase penilaian96,9%. Dengan demikian kualitas produk hasil pengembangan dapat dikatakan valid dan praktis berdasarkan hasil uji validitas dan uji praktikalitas yang telah dilakukan.

Kata kunci

Pendidikan Islam 1

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pengembangan Modul Berbasis Interdisipliner Pada Materi Puasa Mata Pelajaran Fiqh Kelas VIII Semester Ganjil MTsN Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar2017 · oai:ais:library-item:64677

Publikasi terkait