Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2025Versi 1

Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 1 Salimpaung

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Pendidikan Agama Islam•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Muhamad Ruhul Huda, NIM: 2130101070 Judul Skripsi: “Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 1 Salimpaung”. Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 1 Salimpaung, penelitian ini focus kepada perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan dengan menggunakan kalimat efektif. Sumber data primer penelitian ini adalah Wakil kurikulum dan guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMAN 1 Salimpaung. Sedangkan sumber data sekunder adalah peserta didik di SMAN 1 Salimpaung. Dari penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray pada mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMAN 1 Salimpaung juga dapat meningkatkan kemampuan belajar dan kerjasama peserta didik, dengan peserta didik dapat berdiskusi dan berbagi informasi dengan kelompok lain. Guru merancang pembelajaran dengan memperhatikan kesiapan perangkat ajar, pengelompokan siswa secara seimbang, serta pemilihan materi yang sesuai dengan karakteristik model TSTS. Proses pembelajaran berlangsung aktif dan partisipatif, di mana siswa saling bertukar informasi antar kelompok, sehingga mendorong keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama. Faktor pendukung pelaksanaan model ini meliputi dukungan fasilitas sekolah yang memadai, partisipasi aktif siswa, serta adanya monitoring dari pihak kurikulum. Adapun hambatan yang ditemui mencakup keterbatasan waktu, dan kendala teknis saat pertukaran anggota kelompok. Secara keseluruhan, model TSTS mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti serta memperkuat nilai-nilai kolaboratif dan kebersamaan antar peserta didik.

Kata kunci

Pelaksanaan Pembelajaran, Pembelajaran Kooperatif, Two Stay Two Stray  

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMAN 1 Salimpaung2025 · oai:ais:skripsi:10869

Publikasi terkait