Abstrak
Alvito Dea Mardinata, NIM 2030101092 (2024). Judul Skripsi “Pelaksanaan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di UPT SMP N 2 Sungayang”. Prodi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan guru dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan diferensiasi dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peerencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam pembelajaran menggunakan pendekatan berdiferensiasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti di Kelas VIII di UPT SMP N 2 Sungayang, penelitian ini fokus kepada perencanaan, pelaksaan dan evaluasi dalam pembelajaran diferensiasi Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan secara deskriptif kualitatif, kemudian diuraikan berdasarkan permasalahan yang terjadi di lapangan dengan menggunakan kalimat yang efektif. Sumber data primer penelitian ini adalah Kepala Sekolah, dan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Guru Bimbingan Konseling di UPT SMP Negeri 2 Sungayang. Sedangkan sumber data sekunder adalah siswa di UPT SMP Negeri 2 Sungayang. Dari penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di UPT SMP Negeri 2 Sungayang memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan perkembangan karakter siswa. Penerapan strategi diferensiasi oleh guru terbukti efektif dalam memenuhi kebutuhan individual siswa. Meskipun demikian, perlu perhatian khusus terhadap perbedaan tingkat kemampuan siswa untuk memastikan bahwa pendekatan yang digunakan dapat meratakan pemahaman materi di antara seluruh siswa. UPT SMP Negeri 2 Sungayang telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi ini dengan cara mengajar sesuai dengan minat belajar siswa dan dari segi penilaian guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti juga tidak memberikan penilaian yang sama kepada siswa, guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti menilai sesuai dengan kemampuan dan minat siswa dalam mengajar.