ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran museum sebagai institusi budaya yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian dan penyebarluasan warisan budaya. Museum Bustanil Arifin Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) merupakan destinasi wisata budaya yang berfokus pada dokumentasi dan penyampaian informasi kebudayaan Minangkabau. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pelindungan (safeguarding), interpretasi budaya, serta peran Museum Bustanil Arifin PDIKM dalam pelestarian kebudayaan Minangkabau. Penelitian ini menggunakan field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori Interpretasi Freeman Tilden digunakan sebagai landasan teoritis dalam menganalisis interpretasi budaya, yang secara operasional dikaji menggunakan kerangka Aksan et al. (2025) melalui empat dimensi, yaitu informational accuracy, perceived authenticity, cultural engagement, dan contextual relevance. Sementara itu, safeguarding dianalisis melalui dokumentasi budaya, edukasi, transmisi nilai budaya, dan partisipasi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Bustanil Arifin PDIKM menjalankan fungsi safeguarding melalui dokumentasi, pendidikan, transmisi nilai budaya, dan partisipasi masyarakat. Interpretasi budaya diwujudkan melalui penyampaian informasi yang akurat, penyajian koleksi autentik, pengalaman pengunjung, serta pengaitan warisan budaya dengan kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini. Namun, pelaksanaan safeguarding dan interpretasi budaya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, regenerasi pemandu, keberlanjutan program budaya, serta keterbatasan media dan kemampuan bahasa asing. Dengan demikian, integrasi safeguarding dan interpretasi budaya memperkuat peran Museum Bustanil Arifin PDIKM sebagai destinasi wisata budaya yang berkontribusi terhadap pelestarian, pembelajaran, dan keberlanjutan warisan budaya takbenda Minangkabau.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Suci Humairoh, NIM.2230201048 Judul Skripsi: Reinterpretasi Maṣlaḥah terhadap Hak Perempuan dalam Keputusan Penundaan Pernikahan: Studi Kasus di Nagari Baringin Kecamatan Lima Kaum Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhsiyah) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2026.
Penelitian ini berangkat dari fenomena semakin meningkatnya keputusan perempuan untuk menunda pernikahan sebagai bagian dari strategi mencapai tujuan pendidikan, karier, kemandirian ekonomi, dan kesiapan psikologis dalam membangun keluarga. Dalam konteks tersebut, penting untuk mengkaji bagaimana pengetahuan, pertimbangan, serta pemaknaan perempuan terhadap kemaslahatan hidup memengaruhi keputusan penundaan pernikahan, sekaligus menelaah kembali konsep maṣlaḥah agar lebih responsif terhadap pengakuan hak dan agensi perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) pendekatan kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah sepuluh orang perempuan yang menunda pernikahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik penjaminan keabsahan data yang digunakan adalah tiangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pengetahuan dan pertimbangan perempuan dalam menunda pernikahan di Nagari Baringin dibentuk oleh berbagai faktor, yaitu pendidikan, kesiapan ekonomi, pengembangan karier, kesiapan psikologis, serta pengalaman sosial yang mereka peroleh dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Faktor-faktor tersebut melahirkan pemaknaan bahwa pernikahan idealnya dilaksanakan ketika seseorang telah memiliki kesiapan yang memadai untuk menjalankan hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Penundaan pernikahan bukan merupakan bentuk penolakan terhadap institusi perkawinan, melainkan strategi untuk mencapai kemaslahatan hidup yang lebih luas. Kedua, penelitian ini menghasilkan reinterpretasi terhadap konsep maslahah dengan menempatkan hak dan agensi perempuan sebagai bagian dari pertimbangan kemashlatan dalam keputusan penundaan pernikahan. Dalam reinterpretasi tersebut, kemashlatan tidak lagi dipahami semata-mata sebagai terlaksananya perkawinan, melainkan sebagai upaya mewujudkan tujuan-tujuan syariat (maqasid al-syari'ah), khususnya dalam menjaga jiwa (hifz an-nafs), akal (hifz al-'aql), dan harta (hifz al-mal) melalui kesiapan psikologis, ekonomi dan sosial perempuan. Oleh karena itu, keputusan menunda pernikahan dapat dipandang sebagai bentuk ikhtiar yang maslahat sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat dan tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Faira Oktavia, NIM. 2030203025, Judul Skripsi “Netralitas Presiden dalam Kampanye Pilpres Tahun 2024: Studi Pasal 282-283 Undang-Undang Pemilihan Umum” Program Studi Tata Negara (Siyasah), Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2026. Pokok pembahasan dalam skripsi ini adalah Netralitas Presiden Dalam Kampanye Pilpres Tahun 2024 Dengan Penafsiran Frasa Pejabat Negara Pada Pasal 282-283 Undang-Undang Pemilihan Umum Sekaligus Politik Hukum Formulasi Pasal 282-283 Undang-Undang Pemilihan Umum. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis Penafsiran Frasa Pejabat Negara Pada Pasal 282-283 Undang-Undang Pemilihan Umum Dan Politik Hukum Formulasi Pasal 282-283 Undang-Undang Pemilihan Umum Terhadap Netralitas Presiden Dalam Kampanye Pilpres Tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif menggunakan Tipologi Kualitatif dengan Sumber Data Sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Penafsiran Frasa Pejabat Negara Dalam Pasal 282–283 UU Pemilu Serta Mengkaji Politik Hukum Dalam Formulasi Norma Tersebut, Serta Dianalisis Melalui Interpretasi Original Intent Dan Interpretasi Sistematis. Pendekatan Original Intent digunakan untuk menelusuri maksud Pembentuk Undang-Undang ketika merumuskan larangan bagi Pejabat Negara, sedangkan Interpretasi Sistematis dilakukan dengan menempatkan ketentuan tersebut dalam Keseluruhan Sistem Hukum Pemilu Dan Prinsip Konstitusional mengenai Kedudukan Presiden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara Original Intent, larangan dalam Pasal 282–283 ditujukan untuk menjamin netralitas aparatur dan pejabat publik agar tidak menyalahgunakan jabatan maupun fasilitas negara demi kepentingan elektoral. Secara sistematis, Presiden termasuk dalam kategori pejabat negara, namun terdapat kekhususan kedudukan presiden sebagai pejabat politik yang memiliki hak konstitusional untuk menyatakan dukungan politik sepanjang tidak menggunakan fasilitas negara dan tidak melanggar prinsip keadilan pemilu. Politik hukum pembentukan norma ini berorientasi pada pencegahan abuse of power dan perlindungan integritas pemilu, namun masih menyisakan ruang multitafsir yang berimplikasi pada perdebatan Praktik Netralitas Presiden Dalam Pilpres 2024.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
SARA AYUSTI, NIM 2130301038. Judul skripsi: “Reinterpretasi Ayat-Ayat al-Qur`an tentang Kepemimpinan Laki-Laki dengan Pendekatan Hermeneutika Farid Esack”. Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Skripsi ini membahas ayat-ayat al-Qur`an yang kerap dijadikan dasar untuk mengukuhkan kepemimpinan laki-laki, khususnya Q.S. al-Baqarah [2]: 228 dan Q.S. an-Nisa [4]: 34. Dengan pendekatan hermeneutika pembebasan Farid Esack, kedua ayat tersebut ditafsirkan ulang secara utuh dan kontekstual untuk memahami makna darajah dan qawwām secara adil. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ulang penafsiran yang cenderung patriarkal dan menawarkan pembacaan baru yang membebaskan, kontekstual, serta selaras dengan prinsip keadilan universal al-Qur`an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika pembebasan Farid Esack dan disajikan dalam bentuk deskriptif-analitis serta menggunakan metode penafsiran maudhui’i. Sumber utama dalam penelitian ini adalah dua karya Farid Esack Qur’an, Liberation & Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity Against serta sumber sekundernya mencakup beberapa kitab-kitab tafsir dan penelitian lainnya yang terkait dengan topik penelitian peneliti. Hermeneutika Farid Esack dibangun di atas kesadaran keadilan dan pembebasan, menjadikan al-Qur`an bukan sekadar teks normatif, melainkan sumber ilahiah yang harus menjawab realitas ketimpangan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, darajah dalam Q.S. al-Baqarah [2]: 228 mengarah pada beban hukum dan sosial, bukan kelebihan eksistensial; begitu pula qawwām pada Q.S. an-Nisā’ [4]: 34 dipahami sebagai amanah tanggung jawab finansial, spiritual, dan etis, bukan superioritas kodrati laki-laki. Keduanya berada dalam relasi domestik, bukan publik, sehingga tidak dapat dijadikan dasar pelarangan kepemimpinan perempuan di ruang sosial. Memaknai laki-laki sebagai penguasa tunggal dalam keluarga justru melanggengkan patriarki dan toxic masculinity yang merugikan kedua belah pihak. Hermeneutika pembebasan Esack menawarkan pendekatan tafsir yang kritis dan kontekstual, membuka ruang bagi suara-suara terpinggirkan, menjembatani prinsip Islam dengan keadilan gender, serta merespons dinamika sosial secara relevan dan etis.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KURNIAWAN SHAFITRA, NIM 1930302016, Judul Skripsi “Interpretasi Potensi Wisata Melalui Produksi Video Profil di Nagari Pasilihan Kecamatan X Koto diatas Kabupaten Solok” Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan potensi alam yang dimiliki oleh Nagari Pasilihan, Kecamatan X Koto diatas, Kabupaten Solok melalui produksi video profil yang informatif dan menarik ehingga dapat di publikasi dengan bentuk video. Produksi video profil menjadi media yang efektif dalam menginterpretasikan potensi alam Nagari Pasilihan kepada masyarakat luas. Video ini dapat digunakan untuk mempromosikan keindahan dan kekayaan alam Nagari Pasilihan kepada wisatawan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan lingkungan dan menjaga kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengaplikasikan dua Metode sekaligus yang pertama adalah Kualitatif. Metode ini Menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang di kumpulkan berupa Observasi, wawancara, dan Dokumentasi Atau pengamatan mengenai permasalahan yang di teliti sesuai dengan apa yang di temukan di lapangan. Kedua dengan Metode Penciptaan, dimana dalam Metode penciptaan ini, peneliti menggunakan Teknik dalam pembuatan video/Film, dalam Metode Penciptaan peneliti menggunakan 3 teori dalam pembuatan video profil Nagari Pasilihan yaitu Pra Produksi, Produksi dan Pasca Produksi. Analisa data pada penelitian ini adalah menggunakan 3 prosedur sebagai mana untuk memperkuat data yaitu reduksi data, data display dan kesimpulan / verifikasi data. Landasan teori yang terdapat pada penelitian ini menggunakan teori film, yang mana terdiri dari 3 Proses yaitu Pra Produksi, Produksi dan Pasca Produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nagari Pasilihan memiliki potensi alam yang kaya dan beragam, termasuk pemandangan alam yang indah, keanekaragaman hayati, serta sumber daya alam yang berlimpah. Potensi-potensi ini dapat diinterpretasikan melalui produksi video profil yang menyoroti keindahan alam, kegiatan tradisional, serta budaya dan adat istiadat masyarakat setempat.Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Nagari Pasilihan, Kecamatan X Koto diatas, Kabupaten Solok. Produksi video profil yang dihasilkan dapat menjadi alat komunikasi yang efektif dalam memperkenalkan potensi alam dan mempromosikan keunikan budaya lokal kepada wisatawan dan masyarakat luas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Monica Arinda Putri. NIM 1830302015. Judul Skripsi : “PERSEPSI KHALAYAK FTV SUARA HATI ISTRI DI JORONG LUMBUNG BAPERENG NAGARI RAO-RAO”. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya khalayak yang menonton FTV Suara Hati Istri. Dan sudah dapat merubah pola pikirnya tumbuh rasa saling setia, tolong menolong, saling menghargai sama lain dan sudah berani memberikan pendapatnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi bagaimana persepsi khlayak FTV Suara Hati Istri di Jorong Lumbung Bapereng Nagari Rao-Rao terhadap makna rumah tangga, interpretasi nilai-nilai dan penafsiran siaran TV yang ada di tayangan FTV Suara Hati Istri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Pengolahan data menggunakan teknik yang dikembangkan oleh Miles dan Husberman, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi. Sumber data yang penulis gunakan adalah sumber data primer yaitu data yang diperoleh dari masyarakat dan sumber data sekunder yaitu youtube streaming dan buku-buku yang terkait dengan persepsi. Hasil penelitian menemukan : (a) Khalayak di Jorong Lumbung Bapereng telah berubah pola pikirnya setelah menonton tayang FTV Suara Hati Istri tentang persepsi makna rumah tangga dan kemudian kecanduan menonton FTV yang durasinya yang lama. (b) Khalayak di Jorong Lumbung Bapereng menginterprestasi nilai-nilai yang terkangdung dalam tayangan FTV Suara Hati Istri, sudah tumbuh rasa seperti ingin membantu, saling setia, kasih sayang, tolong-menolong dan saling mengahargai satu sama lainnya. (c) Khalayak di Jorong Lumbung Bapereng telah menafsirkan FTV Suara Hati Istri, karena dengan menonton itu mereka telah berani mengeluarkan pendapat.
ArticleOpen AccessPDF tersedia
2017•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Pembatasan wilayah pengkajian dalam artikel ini, bertitik tolak dari tiga landasan keilmuan, yaitu landasan ontologi berkaitan dengan obyek kajian, landasan epistemologi berkaitan dengan metode yang digunakan dalam kajian dan landasan aksiologi berkaitan dengan kegunaan atau signifikasi kajian. Obyek kajian dalam artikel ini adalah interpretasi paham radikalisme terhadap hukum Islam, terfokus pada tiga permasalahan, yaitu interpretasi tentang hukum tagyīrul munkar, interpretasi tentang hukum jihad fī sabīlillah dan interpretasi tentang hukum negara Republik Indonesia. Metode pendekatan yang digunakan untuk pisau analisis, ada tiga yaitu; (1) pendekatan politis (political approach); (2) pendekatan perundang-undangan (statue approach); (3) pendekatan analitik (analytical approach). Bahan kajiannya adalah bahan normatif, dengan teknik kajian dokumen analisisnya bersifat deskriptif analitis (eksplanatoris). Kerangka teori yang digunakan,, yaitu pada tataran grand theory menggunakan teori ijtihad, pada tataran middle theory menggunakan teori hukum dan masyarakat dan pada dataran applied theory menggunakan teori sistem peradilan syari’ah Islam. Sedangkan signifikasi dalam kajian ini adalah untuk menemukan penyimpangan interpretasi hukum Islam oleh paham radikalisme dan langkah-langkah dalam pembinaan atau pencegahannya.