ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sebagai daya tarik wisata edukasi sejarah yang belum dimanfaatkan secara optimal melalui pendekatan Experiential Learning. Aktivitas pengunjung masih didominasi melihat koleksi dan berfoto sehingga pengalaman belajar belum berlangsung secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Museum PDRI sebagai daya tarik wisata edukasi sejarah berbasis Experiential Learning di Kabupaten Lima Puluh Kota melalui tahapan experience, reflection, processing, generalization, dan application. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola, staf pelaksana, dan pengunjung yang telah melakukan interaksi langsung dengan lingkungan Museum PDRI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum PDRI memiliki potensi sebagai daya tarik wisata edukasi sejarah melalui koleksi autentik, diorama, dan penyajian informasi yang mampu memberikan pengalaman belajar kepada pengunjung. Tahapan experience, reflection, dan generalization telah terlaksana dengan baik karena pengunjung memperoleh pengalaman langsung, merefleksikan makna perjuangan PDRI, serta mengambil nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air. Namun, tahapan processing dan application belum optimal akibat keterbatasan pemandu wisata, media edukasi yang kurang interaktif, serta minimnya aktivitas yang mendorong pengunjung menghubungkan dan menerapkan pengetahuan sejarah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan penguatan layanan interpretasi, penyediaan pemandu, pengembangan media edukasi interaktif, serta peningkatan pengelolaan untuk mengoptimalkan Museum PDRI sebagai wisata edukasi sejarah berbasis Experiential Learning.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran museum sebagai institusi budaya yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian dan penyebarluasan warisan budaya. Museum Bustanil Arifin Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) merupakan destinasi wisata budaya yang berfokus pada dokumentasi dan penyampaian informasi kebudayaan Minangkabau. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pelindungan (safeguarding), interpretasi budaya, serta peran Museum Bustanil Arifin PDIKM dalam pelestarian kebudayaan Minangkabau. Penelitian ini menggunakan field research dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori Interpretasi Freeman Tilden digunakan sebagai landasan teoritis dalam menganalisis interpretasi budaya, yang secara operasional dikaji menggunakan kerangka Aksan et al. (2025) melalui empat dimensi, yaitu informational accuracy, perceived authenticity, cultural engagement, dan contextual relevance. Sementara itu, safeguarding dianalisis melalui dokumentasi budaya, edukasi, transmisi nilai budaya, dan partisipasi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Bustanil Arifin PDIKM menjalankan fungsi safeguarding melalui dokumentasi, pendidikan, transmisi nilai budaya, dan partisipasi masyarakat. Interpretasi budaya diwujudkan melalui penyampaian informasi yang akurat, penyajian koleksi autentik, pengalaman pengunjung, serta pengaitan warisan budaya dengan kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini. Namun, pelaksanaan safeguarding dan interpretasi budaya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya manusia, regenerasi pemandu, keberlanjutan program budaya, serta keterbatasan media dan kemampuan bahasa asing. Dengan demikian, integrasi safeguarding dan interpretasi budaya memperkuat peran Museum Bustanil Arifin PDIKM sebagai destinasi wisata budaya yang berkontribusi terhadap pelestarian, pembelajaran, dan keberlanjutan warisan budaya takbenda Minangkabau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wilda Aswal Tini.NIM 1930406018 (2019). Judul Skripsi: “Straetgi Pemasaran Dalam Meningkatkan Minat Berkunjung Remaja Ke Museum Adityawarman”. Jurusan Pariwisata Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2023. Pokok pemersalahan dalam SKRIPSI ini adalah Strategi pemasaran dalam meningkatkan minat berkunjung remaja ke Museum Adityawarman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan oleh museum Adityawarman untuk meningakatkan minat berkunjung wisatawan remaja. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah Kualitatif deskriptif yaitu dengan melakukan penelitin dan wawancara langsung untuk mengetahui strategi pemasaran dalam meningkatkan minat berkunjung wisatawan remaja ke museum Adityawarman Kota Padang Sumatera Barat, melalui 4P yaitu Produk, Price, Place, Promosi di museum Adityawarman Kota Padang Sumatera Barat. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu menggunakan tahapan analisis reduksi data yaitu suatu bentuk analisis yang menajamkan dan menunjukkan hal-hal yang penting dalam hasil wawancara, penyajian data memberikan kesimpulan dari hasil wawancara yang telah disusun dimana memungkinkan untuk penarikkan kesimpulan dan pengambilan tindakan, dan yang terakhir yang dilakukan dalam penelitian untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang diperoleh dar lapangan dapat diuji kebenarannya berdasarkan penyajian data yang diperoleh dari narasumber. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa strategi Pemasaran yang digunakan untuk museum Adityawarman Kota Padang dengan teori Philip dengan 4P yaitu Produk, Price, Place, Promosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran produk dengan menggunakan teknik tertentu dengan memperbaiki pameran yang sudah tidak layak lagi dan price dengan memberikan harga tiket yang terjangkau dan membuat potongan untuk orang yang lebih dari 10 orang dengan syarat dan ketentuan nya sendiri. Place dengan meletakkan museum di pusat kota agar lebih memudahkan wisatawan berkunjung. Promosi dengan mengadakan efent dan kegiatan yang meningkatkan minat berkunjung remaja ke museum, dan promosi melalui media sosialnya seperti instagram, facebook, youtube, website, catalog, dan baliho yang sudah terpasang di bandara Internasional Minangkabau.
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2018•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Standard operating procedure of the loan of museum collections in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
Bali museum as a tourist attration.
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
N 1913 stelde de gemeente Deventer het prachtige Waaggebouw ter beschikking van de pas opgerichte Vereniging De Waag, voor de exploitatie van een museum. Tegelijkertijd droeg zij haar collectie historische voorwerpen, die als 'Kabinet van Zeldzaamheden' een sluimerend bestaan leidde, over. Voormalig archivaris Henk Nalis vertelt boeiend en betrokken over de rijke historie van de Vereniging De Waag, het in de Waag gevestigde Historisch Museum Deventer en het Speelgoedmuseum. Verder besteedt hij aandacht aan archeologisch onderzoek, monumenten en bouwfragmenten, de achtereenvolgende directeuren, aanwinsten etc. Een apart hoofdstuk is gewijd aan Gerard ter Borchs portretten in Deventer.
BookOpen AccessMetadata saja
2016•Koleksi Perpustakaan
Guide on management of museum in Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2016•Koleksi Perpustakaan