ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Arif Arya Maulana NIM 2030111018 Judul Skripsi “Pengaruh Model Collaborative Learning terhadap Peningkatan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas V SDN 01 Simabur”. Progam Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada Mata pelajaran IPA. Mayoritas siswa masih kesulitan dan hasil nilai rendah pada mata pelajaran tersebut , banyak siswa yang belum memahami materi pada Pembelajaran IPA. Guru cenderung menggunakan metode ceramah saja untuk menjelaskan materi yang membuat siswa merasa bosan akan hal tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Collaborative Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimen bentuk quasi experimental penelitian ini adalah penelitian yang mendekati eksperimen yang sesungguhnya, tetapi tidak menggunakan penugasan. Subjek penelitian adalah 16 siswa kelas V SDN 01 Simabur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes pretest dan posttest yang mengukur seberapa besar peningkatan hasil belajar pada mata pembelajaran IPA, teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji hipotesis statistic, uji yang dipakai adalah paired sample test, dari hasil pengujian didapat bahwa H0 di tolak dan Ha diterima, dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan atau penerapan model collaborative learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas V SD Negeri 01 Simabur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 37,5 % menjadi 81,25% setelah model Collaborative Learning diterapkan. Hasil uji hipotesis statistik pada penelitian ini adalah 0,001 yang dimana nilai signifikannya lebih kecil dari dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan atau penerapan model Collaborative Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 01 Simabur. Hasil ini menunjukkan bahwa model Collaborative Learning berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, dengan demikian model Collaborative Learning dapat menjadi Alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Susi Susanti, NIM 2130101138. Judul Skripsi: “Pengaruh Model Collaborative Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti di SMPN 3 Pariangan ”. Program studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar Tahun 2026.
Permasalahan yang melatarbelakagi penelitian ini adalah proses pembelajaran yang masih terpusat pada guru (teacher center). Masih banyak siswa yang kurang berpartisipasi aktif sehingga banyak siswa yang mengantuk dan mengalihkan fokusnya dengan teman sebangkunya selama proses pembelajaran berlangsung di kelas VII SMPN 3 Pariangan. Model Pembelajaran yang sering digunakan oleh guru pada proses pembelajaran ialah metode ceramah dan tanya jawab. Guru cenderung menjelaskan materi dengan cara bercerita tanpa melibatkan siswa secara aktif. Siswa kurang tertarik terhadap penjelasan dari guru dan sulit memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini dibuktikan dengan rendahnya hasil belajar siswa dalam penilaian harian yang telah dilakukan oleh guru. Oleh karena itu, diperlukan perubahan dalam model pembelajaran yang lebih menarik, sehingga siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran. model ini dinamakan dengan model Collaborative learning yang diterapkan pada mata pelajaran PAI dan BP di semester 2. Tujuan diterapkannya model ini untuk melihat pengaruh signifikan model Collabprative Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dan BP pada kelas VII di SMPN 1 Pariangan.
Jenis penelitian ini adalah Eksperimen Semu (Quasi Eksperimen), dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa kelas VII SMPN 3 pariangan tahun ajaran 2026. Populasi penelitian berjumlah 2 kelas, yaitu kelas VII.1 sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII.2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa 5 butir soal esay. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis.
Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai t hitung sebesar 6,235 dan t tabel sebesar 2,011 pada taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan 48. Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Collaborative Learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Collaborative Learning, Hasil Belajar, PAI dan BP
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berangkat dari permasalahan banyaknya siswa kelas II Sekolah Dasar yang belum lancar dalam membaca. Salah satu penyebabnya adalah media yang digunakan belum memberikan hasil yang signifikan untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dan belum terasahnya keterampilan membaca permulaan siswa. Media scrabble adalah salah satu media yang bisa mengaktifkan siswa dalam kegiatan pembelajaran membaca, apalagi jika dilaksanakan secara berkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa scrabble yang berbasis collaborative learning, agar siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Jenis penelitian yang peneliti lakukan adalah Research and Development (R&D) atau pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Tahap pengembangan menggunakan model 4-D memiliki empat tahap, namun peneliti hanya melakukan tiga tahap yaitu tahap pendefenisian (define) dengan melakukan analisis kebutuhan guru, analisis kebutuhan siswa dan analisis kurikulum, tahap perancangan (design) dengan merancang media scrabble, tahap pengembangan (development) dengan memvalidasi instrumen, memvalidasi media serta praktikalitas media dari respon guru dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu teknik analisis desksriptif kuantitatif yang mendeskripsikan kevalidan dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media scrabble berbasis collaborative learning adalah valid sebesar 95,58%. Setelah diuji cobakan pada kelompok kecil diperoleh nilai praktikalitasnya 95,34% dari siswa dan 96,42% dari guru, sehingga dinyatakan pada kategori praktis. Dari hasil yang diperoleh bahwa media scrabble berbasis collaborative learning valid dan praktis sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas II Sekolah Dasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Language awareness is defined as a person’s sensitivity to and conscious awareness of the nature of language and its role in human life. It refers to the development in learners of enhancing consciousness and sensitivity to the form and function of the language itself. Students’ language awareness is very important to be developed as it contributes much towards students on how they should learn the language, being well-motivated and how they come into language comprehensively. The activity of students’ learning in the classroom typically seems to concern with learning which they need to learn for achievement of life goals than being aware of what they learn. This is exactly what happened in learning English as a foreign language for Indonesian students. They seem to not have any responsibility for their own learning. This paradigm makes students become more less-motivated and increase their passivity. Students need to develop their own learning strategies so that as far as possible to be autonomous learners. Students having learning autonomy tend to be more competitive in learning because they have a capacity for detachment, critical reflection, decision making and independent actions. This autonomy enables students to develop their own potential. The widespread of autonomy provides an environment which stimulates students’ critical self-awareness. It also supports awareness-raising about the nature of languages, cultures and language learning. Collaborative learning seems to be one effective teaching technique to foster learners’ autonomy. This paper aims to promote the idea of how to build students’ learning autonomy though collaborative learning to develop their language awareness.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
Language awareness is defined as person’s sensitivity to and conscious awareness of the nature of language and its role in human life. It refers to the develpment in learners of enhancing consciousness and sensitivity to the form and function of the language itself. Students’ language awareness is very important to be developed as it contributes much towards students on how they should learn language, being well-motivated and how they come into language comprehensively. The activity of students’ learning in the classroom typically seems to concern with learnig which they need to learn for achievement of life goals than being aware of what they learn. This is exactly what happened in learning English as a foreign language for Indonesian students. They seem to not have any responsibility for their own learning. This paradigm makes students become more less-motivated and increase their passivity. Students need to develop their own learning strategies so that as far as possible to be autonomous learners. Students having learning autonomy tend to be more competitive in learning because they have a capacity for detachment, critical reflection, decision making and independent actions. This autonomy enables students to develop their own potential. The widespread of autonomy provides an environment which stimulate students’ critical self-awareness. It also supports awareness-raising about the nature of languages, cultures and language learning. Collaborative learning seems to be one effective teaching technique to foster learners’ autonomy. This paper aims to promote the idea of how to build students’ learning autonomy through collaborative learning to develop their language awareness.