ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Studi ini mengkaji tentang pengembangan modul pembelajaran PAI dan Bud Pekerti berbasis Value Clarification Techniqe (VCT) berbantuan Google Classroom di SMA Negeri 1 Payakumbuh. Adapun permasalahan dalam artikel ini adalah sumber belajar yang digunakan oleh guru belum membuat siswa termotivasi dan semangat dalam belajar. sumber belajar yang digunakan guru hanya sumber belajar dari pemerintah saja yang tidak semua siswa dapat memilikinya sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran PAI dan Budi Pekerti pada materi Syaja’ah. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk yang valid dan praktis untuk siswa agar dengan mudah dapat memahami materi pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya produk yang dihasilkan sangat valid. Dinyatakan sangat Valid dengan persentase rata-rata 84,63%, dengan rincian 83,33% pada aspek kelayakan materi, 84,44% pada aspek kelayakan penyajian, 85% pada aspek kelayakan bahasa. 87,33% pada aspek kelayakan kegrafikan, 85,33% pada aspek kelayakan gambar. Modul pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis value clarification tecniue (VCT) berbantuan Google Classrom yang dikembangkan sudah sangat valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Adapun secara keseluruhan modul pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis value clarification technique (VCT) berbantuan Google Classroom tergolong sangat praktis dengan persentase 95,7.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sikap sopan santun dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, sejalan dengan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP). Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti memilih model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) karena dianggap efektif membantu peserta didik dalam mengenali, memahami, serta menanamkan nilai-nilai moral melalui kegiatan belajar yang bersifat interaktif dan mengajak mereka untuk berpikir reflektif.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model VCT dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian sikap sopan santun yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan peningkatan sikap sopan santun antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena hasil signifikansinya kurang dari 0,026 yang mana artinya <0,05. Hasil ini menunjukan bahwa hipotesis altenatif (H1) yang di uji di terima dan hipotesis nihil (H0) di tolak maka dapat disimpulkan “terdapat perbedaan yang signifikan dari sopan satun siswa siswa menggunakan dengan penerapan pembelajaran dengan model VCT dan dengan tidak penerapan pembelajaran dengan model VCT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Soniah 2030111137, judul skripsi Pengaruh Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) Terhadap Hasil Belajar Afektif Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV SDN 15 Pagaruyung. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibitidaiyyah, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, tahun 2024. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat hasil belajar afektif mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hal ini disebabkan oleh siswa kurang aktif dalam kegiatan proses pembelajaran, kurangnya media pembelajaran, serta kurangnya sikap,minat, konsep diri, nilai pada diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) Terhadap Hasil Belajar Afektif Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Siswa Kelas IV SDN 15 Pagaruyung. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasy esperimental design, tipe one- gruop pretest-postest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 15 Pagaruyung yang berjumlah 14 orang. Penelitian ini meggunakan instrumen tes dan angket skala likert, teknik analisis data yang penguji gunakan yaitu uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis (uji t) dan uji n-gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikansi model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap hasil belajar afektif siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan uji-t yang menunjukkan bahwa (thitung tes = 7.019) dan besarnya “t” yang tercantum pada tt yaitu 1.761 (7.019 > 1.761) pada nilai alpha 0.05 dengan demikian maka Ho ditolak. Pada angket (thitung angket = 51.142) dan besarnya “t” yang tercantum pada tt yaitu 1.761 (51.142 > 1.761) pada nilai alpha 0.05 dengan demikian maka Ho ditolak. Presentase pengaruh berdasarkan perhitungan n-gain semakin menunjukan bahwa hasil posttest instrumen tes meningkat sebesar 60% di bandingkan pretest, Sedangkan posttest instrumen angket meningkat sebesar 34,8% di bandingkan pretest.