Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sikap sopan santun dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, sejalan dengan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP). Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti memilih model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) karena dianggap efektif membantu peserta didik dalam mengenali, memahami, serta menanamkan nilai-nilai moral melalui kegiatan belajar yang bersifat interaktif dan mengajak mereka untuk berpikir reflektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model VCT dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penilaian sikap sopan santun yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji t-test untuk mengetahui perbedaan peningkatan sikap sopan santun antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena hasil signifikansinya kurang dari 0,026 yang mana artinya <0,05. Hasil ini menunjukan bahwa hipotesis altenatif (H1) yang di uji di terima dan hipotesis nihil (H0) di tolak maka dapat disimpulkan “terdapat perbedaan yang signifikan dari sopan satun siswa siswa menggunakan dengan penerapan pembelajaran dengan model VCT dan dengan tidak penerapan pembelajaran dengan model VCT.