Abstrak
FIZA DESWITA, NIM 15300900017. Skripsi, PERAN GURU DALAM MENANGANI ANAK ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) USIA 6 TAHUN DI AUTISCARE BATUSANGKAR, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2020. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya anak yang mengalami gangguan ADHD di sekolah Autiscare, anak tersebut mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi dalam waktu yang lama sekitar 15 menit. Anak tersebut sering mondar-mandir di dalam kelas, sering marah, dan sering menganggu teman dalam proses pembelajaran. Tetapi anak tersebut memiliki inteligensi yang tinggi namun anak ini sangat hiperaktif di dalam kelas karena tidak mau diam. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran guru dalam menangani anak ADHD di Autiscare Batusangkar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan tentang suatu keadaan / kasus dengan cara terjun langsung untuk melakukan observasi dan wawancara tentang peran guru dalam menangani anak ADHD Usia 6 Tahun di Autiscare Batusangkar. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang anak, yang mengalami gangguan ADHD. Sumber data dalam penelitian ini yaitu guru, dan anak sekolah Autiscare. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk peran guru dalam menangani anak ADHD adalah terdiri dari 4 yaitu peran guru sebagai demonstator yaitu guru mengajarkan anak untuk menirukan gerakan sholat dan bacaan sholat, peran guru sebagai fasilitator yaitu guru harus menggunakan bahasa yang halus dan lembut dan mengajak anak untuk melakukan kegiatan mewarnai dengan menggunakan pensil warna atau crayon, peran guru sebagai pelatih yaitu guru mengajak anak untuk melakukan kegiatan menggunting, melempar dan menangkap bola, memanjat, serta melompat. tujuannya agar motorik kasar dan motorik halus anak ini terlatih dengan baik, dan peran guru sebagai pengajar yaitu memberikan atau menanamkan ilmu yang dimiliki agar dalam belajar anak bisa cepat memahami apa yang disampaikan dan guru menggunakan media sebagai bahan mengajar agar anak lebih tertarik untuk belajar dan tidak mudah bosan, seperti membuat kapal dari kertas.