Abstrak
Abstrak Muhammad Yunus LuBis NIM.2030101133 Latar Belakang: Kemampuan melafalkan huruf hijaiyah secara fasih merupakan fondasi utama dalam literasi Al-Qur'an. Fenomena di lapangan menunjukkan banyak peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membedakan huruf yang memiliki karakteristik suara serupa (seperti Ha dan Kha, atau Sad dan Sin) serta ketidaktepatan dalam penerapan panjang-pendek bacaan (mad). Hal ini sering disebabkan oleh metode pengajaran yang cenderung monoton, kurangnya penggunaan media visual, serta terbatasnya waktu bimbingan intensif bagi setiap individu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai strategi guru dalam memperbaiki kualitas bacaan huruf hijaiyah, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat proses belajar, serta merumuskan solusi praktis untuk meningkatkan kefasihan makhraj dan kepatuhan terhadap kaidah tajwid. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi hasil tes lisan siswa. Berbagai strategi diuji secara komprehensif, mulai dari metode klasikal seperti Metode Tilawati dan Iqro', hingga metode interaktif seperti singing method (bernyanyi), interactive games, dan penggunaan media flashcard. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi yang bervariasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan. Penggunaan metode Talqin-Musyafahah (guru mencontohkan, murid menirukan) terbukti paling efektif untuk memperbaiki artikulasi makhraj. Sementara itu, integrasi media Android-based atau permainan kartu meningkatkan motivasi dan konsentrasi siswa hingga 40-80%. Faktor pendukung utama adalah kreativitas guru dalam mengelola kelas dan keterlibatan orang tua melalui buku penghubung. Sebaliknya, hambatan utama muncul dari kurangnya latihan mandiri di rumah dan lingkungan sosial yang tidak mendukung praktik bahasa Arab secara rutin. Kesimpulan: Strategi perbaikan bacaan huruf hijaiyah akan mencapai hasil optimal jika menggabungkan ketepatan teknik klasikal dengan fleksibilitas media modern. Pendidik disarankan tidak hanya fokus pada aspek kognitif (pengenalan simbol), tetapi juga pada aspek motorik pengucapan melalui latihan berulang (remedial) dan penguatan motivasi yang berkelanjutan.