Abstrak
ABSTRAK Penelitian ini dilator belakangi adanya kebijakan Kemendikbdristek tentang penggunaan kurikulum baru yaitu Kurikulum Merdeka. Implementasi Kurikulum Merdeka ada kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, yaitu (1) Analisis kekuatan (strength) terhadap implementasi kurikulum merdeka pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gunung Talang Kabupaten Solok. (2) Analisis kelemahan (weakness) terhadap implementasi kurikulum merdeka pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gunung Talang Kabupaten Solok. (3) Analisis peluang (opportunity) terhadap implementasi kurikulum merdeka pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gunung Talang Kabupaten Solok. (4) Analisis tantangan (threaths) terhadap implementasi kurikulum merdeka pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gunung Talang Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif di SMP Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok. Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, dan tiga orang pendidik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Adapun teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Analisis kekuatan implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok, yaitu menciptakan kegiatan belajar mengajar yang efektif dapat dilakukan dengan cara mempersiapkan materi dan mengetahui kebutuhan siswa, menggunakan metode pembelajaran berdiferensiasi, mengkolaborasikan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa, dan kurikulum merdeka lebih sederhana dari kurikulum 2013. (2) Analisis kelemahan implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok, yaitu jumlah buku pedoman atau buku referensi yang bisa menunjang pembelajaran sangat terbatas dan harus ditambah supaya bisa memenuhi kebutuhan siswa, kurangnya kesiapan siswa dalam pemeblajaran dan guru kurang memahami kegiatan intrakurikuler, projek P5, dan ekstrakurikuler, sehingga masih membutuhkan pelatihan. (3) Analisis peluang implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok, yaitu dengan adanya kurikulum merdeka pendidik menjadi mudah memberikan penjelasan kepada siswa, sehingga siswa menjadi aktif, pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa, diterapkannya pembelajaran berdiferensiasi, dan pendidik bebas merancang modul ajar. (4) Analisis tantangan implementasi kurikulum merdeka di SMP Negeri 2 Gunung Talang Kabupaten Solok, yaitu hanya ada 4 infokus yang bagus di sekolah untuk menunjang proses pembelajaran, adanya kendala dari segi waktu dan fasilitas pada saat pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kurikulum merdeka, dan keterbatasan speaker.