Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah masih ada siswa yang kurang memahami terhadap kompetensi guru Bimbingan dan Konseling yakni adanya siswa yang mengangap guru Bimbingan dan Konseling adalah menangani siswa-siswi yang bermasalah atau siswa yang melanggar peraturan sekolah dan siswa yang masuk keruanggan BK adalah mereka yang mengalami masalah serta guru Bimbingan dan Konseling dipandang sebagai polisi sekolah bagi siswa. Akibat persepsi yang kurang baik (negatif) tersebut, siswa tidak mau terbuka kepada guru Bimbingan dan Konseling. Tujuan pembahasan ini untuk melihat persepsi siswa terhadap kompetensi guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 lareh Sago Halaban. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik simple random sampling yang menjadi sampel sebanyak 50 orang siswa yang menggunakan angket/ kuesioner sebagai alat pengumpul data dengan menggunakan skala likert dan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Lareh Sago Halaban. Hasil penelitian menjelaskan bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi guru bimbingan dan konseling dari 4 indikator kompetensi guru bimbingan dan konseling yang telah dipaparkan yaitu pada kompetensi pedagogic tergolong cukup baik dengan persentase 70.96%. Pada kompetensi kepribadian tergolong baik dengan persentase 72 %. Kompetensi social tergolong baik dengan persentase 77%. Kompetensi professional tergolong cukup baik dengan persentase 66%. Dengana demikian dapat diartikan bahwa persepsi siswa terhadap kompetensi guru bimbingan dan konseling terdolong baik hal ini dibuktikan dengan data dari keseluruhan indikator diperoleh bahwa terdapat 35 siswa degan persentase 70 % berpersepsi baik dan 15 siswa dengan persentase 30% berpersepsi cukup baik dengan 50 responden.