Abstrak
Penelitian ini dilatar belakangi pentingnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam pembelajaran matematika, namun masih banyak peserta didik yang tidak memahami konsep dalam mengerjakan soal latihan dan tugas yang diberikan guru. Hal ini disebabkan oleh kurang diperhatikannya proses pembelajaran jarak jauh selama masa COVID-19. Teori APOS merupakan teori yang baik digunakan untuk memahami pembelajaran siswa dalam berbagai pokok bahasan matematika. Berkenaan dengan penjelasan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pemahaman konsep matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran jarak jauh berdasarkan teori APOS pada siswa berkemampuann tinggi, sedang dan rendah untuk materi SPLDV kelas VIII MTsN 17 Tanah Datar Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian di MTsN 17 Tanah Datar dengan subjek penelitian 15 orang. Pemilihan pada subjek penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Pemilihan subjek awalnya dipilih secara acak dikarenakan berdasarkan pendapat guru mata pelajaran kedua kelas VIII di MTsN 17 Tanah Datar dinyatakan homogen. Karena dalam pembagian kelas siswa pintar tidak di kelompokkan sesama siswa pintar, melainkan dalam satu kelas siswa dicampur antara yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah sesuai hasil belajar. Pemilihan subjek dipilih 3 orang yaitu 1 subjek berkemampuan tinggi, 1 subjek berkemampuan sedang, 1 subjek berkemampuan rendah. Data yang dikumpulkan adalah data hasil tes dan wawancara dengan subjek. Analisis data yang digunakan oleh peneliti yaitu 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan dan menggunakan teknik pemeriksaan yaitu Ketekunan/keejegan pengamatan, Triangulasi dan Pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian menunjukkan analisis pemahaman konsep matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran jarak jauh berdasarkan Teori APOS, yaitu:Siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi semua indikator pada tahap aksi, proses, objek, dan skema dengan baik. Sedangkan siswa berkemampuan sedang mampu memenuhi beberapa indikator pada tahap aksi, proses, objek, dan skema. Dan siswa berkemampuan rendah hanya mampu memenuhi beberapa indikator pada tahap aksi dan proses.