Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: speech act
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

An Analysis of Requesting Strategies Used by EFL Learners at IAIN Batusangkar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK FIRA SAFITRI. NIM 16 301 04 022. Judul Skripsi: “AN ANALYSIS OF REQUESTING STRATEGIES USED BY EFL LEARNERS AT IAIN BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah sangat terbatasnya variasi requesting strategy yang digunakan mahasiswa dalam requesting strategy pada mahasiswa semester 6 jurusan TBI di IAIN Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis requesting strategy apa saja dan yang paling sering dan yang paling bnyak digunakan oleh mahasiswa semester 6 yang berperan sebagai responden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi dan sampel sebanyak 43 mahasiswa. Teknik sample dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah Dicourse Completion Test (DCT) dengan menggunakan google form. Hasil validitas instrumen secara umum dari tiga validator adalah 0,92 (valid). Hasil reliability instrumen untuk requesting adalah 0.67 (substantial agreement). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan strategi yang dikemukakan oleh Bulm Kulka (1984) yang digunakan oleh mahasiswa, ada delapan strategi yang digunakan untuk menyampaikan permintaan yaitu mood derivable, explicit performative, hedge performative, locution derivable, want wtatement, suggestory formula, preparatory, strong hint. Dari 43 mahasiswa yang mengisi kuisioner diketahui bahwa Preparatory adalah strategi yang paling banyak digunakan dengan frekuensi sebanyak 225, dari keseluruhan item DCT yang sudah di sebarkan. Sedangkan strategi yang paling sedikit digunakan adalah mild hint yaitu dengan frekuensi sebanyak 0 dari keseluruhan item DCT yang sudah disebar.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategies of Thanking Employed by the English Teaching Department Students at IAIN Batusangkar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fandi Ahmad. NIM 15 3004 00034. Judul skripsi: “STRATEGIES OF THANKING EMPLOYED BY THE ENGLISH TEACHING DEPARTMENT STUDENTS AT IAIN BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah terbatasnya penggunaan ungkapan dalam menyampaikan thanking strategy sehingga dapat menyebabkan pragmatic failure pada mahasiswa Jurusan Tadris di IAIN Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis thanking strategy apa saja yang digunakan oleh mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris Penelitian ini menggunakan metode descriptive quantitative, dengan menggunakan cross sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 7 yang berjumlah 61 orang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Written Discourse Completion Test (WDCT). Hasil dari validitas instrumen dengan hasil secara umum 0,96 (high), sedangkan hasil validasi dari masing-masing validator adalah 1 (high) untuk aspek pertama, 1 (high) untuk aspek kedua, 1 (high) untuk aspek ketiga, dan 0,93 (high) untuk keempat. Hasil reliability instrument adalah 0,60 (moderate agreement). Setelah itu peneliti menyebarkan WDCT via google form kepada sample. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi dari simple thanking yaitu thankyou strategy muncul 106 kali dengan persentase 21%, thanks strategy muncul 52 kali dengan persentase 10,7% dan elaborated thanking yaitu thanking intensifier strategy muncul 163 kali dengan persentase 33,4%, thanking for (reason) strategy muncul sebanyak 108 kali dengan persentase 22,1% dan thanking intensifier for (reason) strategy muncul sebanyak 18 kali dengan persentase 3,7%. Dari penjelasan di atas, strategi yang paling sering digunakan oleh responden adalah thanking intensifier yang merupakan bagian dari strategi elaborated thanking dengan total berdasarkan respon dari 61 orang responden sebanyak 163 kali digunakan dengan presentase 33,4%. Mahasiswa banyak menggunakan strategi ini karna strategi adalah cara termudah dan yang paling umum digunakan serta sesuai dalam situasi apapun, dengan contoh seperti kata “thankyou very much, thankyou so much”.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

AN ANALYSIS OF REFUSAL STRATEGIES USED BY ENGLISH TEACHING DEPARTMENT STUDENTS AT IAIN BATUSANGKAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hardisa Putri. NIM 16 3010 4025. Judul skripsi: “AN ANALYSIS OF REFUSAL STRATEGIES USED BY ENGLISH TEACHING DEPARTMENT STUDENTS AT IAIN BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah tentang masih minimnya penggunaan refusal strategy serta rendahnya pragmatic competence dalam refusal pada mahasiswa semester 6 Jurusan Tadris Bahasa Inggris di IAIN Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis refusal strategy apa saja yang digunakan oleh mahasiswa semester 6, yang berperan sebagai responden. Peneliti menggunakan teori refusal strategy dari Beebe et al. Penelitian ini menggunakan metode descriptive quantitative. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester 6 yang berjumlah 72 orang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Written Discourse Completion Test (WDCT). Hasil validitas instrumen ini secara umum dari tiga validator adalah 1,24 (valid) untuk aspek keterkaitan indikator dan tujuan, 1,23 (valid) untuk aspek kesesuaian pernyataan/pertanyaan dengan indikator yang di ukur, 1,20 (valid) untuk aspek kesesuaian antara pernyataan/ pertanyaan dengan tujuan, dan 1,76 (valid) untuk aspek bahasa yang digunakan baik dan benar. Hasil reliability instrument adalah 0,63 (substansial agreement). Setelah itu peneliti menyebarkan WDCT via google form kepala sample. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa refusal strategy yang digunakan adalah strategi langsung (Direct Strategies) yang muncul 191 kali dengan presentase 13% , strategi tidak langsung (Indirect Strategies) yang muncul 1124 kali dengan presentase 76%, dan tambahan (Adjuncts) yang muncul 163 kali dengan presentase 11%. Dari penjelasan di atas, strategi yang paling sering digunakan oleh responden adalah strategi tidak langsung (Indirect Strategies) dengan total refusal strategy berdasarkan respon dari responden sebanyak 1124 kali digunakan dengan presentase 76%.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

AN ANALYSIS OF APOLOGY STRATEGIES USED BY EFL STUDENTS AT IAIN BATUSANGKAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AIFA DIYAH GUSMAWATI. NIM 16 301 04 005. Judul skripsi: “AN ANALYSIS OF APOLOGY STRATEGIES USED BY EFL STUDENTS AT IAIN BATUSANGKAR”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah minimnya strategi mahasiswa dalam meminta maaf kepada seseorang dalam kehidupan sehari-hari sesuai konteks dan situasi mahasiswa Tadris Bahasa Inggris seharusnya telah mampu untuk menggunakan strategy dalam meminta maaf dengan baik dan benar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan DCT (Discourse Completion Test) yang di buat berdasarkan teori dari Bulm Kulka’s (1984) sebagai instrumen pengambilan data. Data dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi mahasiswa dalam meminta maaf. Responden mengisi kuisioner DCT yang berisi beberapa situasi yang mungkin terjadi dan mengharuskan untuk meminta maaf. Dalam penelitian ini, menggunakan rumus Aiken untuk memvalidasi data dan menggunakan inter-rater reliabillitas untuk mengukur konsistensi instrumen yang telah di buat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi dari Bulm Kulka yang digunakan oleh mahasiswa (illocutionary force indicating device (ifid/using a performative verb), taking on responsibility, explanation or account, offer of repair, concern for the hearer, promise of forbearance). Dari 54 mahasiswa yang mengisi kuisioner diketahui bahwa illocutionary force indicating device (ifid/using a performative verb) adalah strategi yang paling banyak digunakan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PRAGMATICS ANALYSIS OF STUDENTS’ STRATEGIES IN RESPONDING TO COMPLIMENT (A Study of the Seventh Semester of English Teaching Department Students of IAIN Batusangkar registered in 2019/2020)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hur’ain Kurnia. NIM 16 301 04 026. Judul skripsi: “PRAGMATICS ANALYSIS OF STUDENTS’ STRATEGIES IN RESPONDING TO COMPLIMENT (A Study of Seventh Semester of English Teaching Department Students of IAIN Batusangkar Registered in 2019/ 2020)”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah berbedanya penerapan teori tentang Strategies in Responding to Compliment dengan percakapan yang digunakan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari yang lebih cenderung menggunakan satu strategi saja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apa saja strategi yang digunakan mahasiswa dalam merespon pujian berdasarkan situasi dan konteks yang berbeda DCT (Discourse Completion Test). Penelitian ini menggunakan metode descriptive kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dalam penelitian ini berasal dari DCT (Discourse Completion Test) yang disebarkan melalui Google Form yang dikembangkan melalui beberapa jurnal dan disebarkan kepada responden yang berjumlah 54 orang. Penelitian ini hanya berfokus kepada apa saja strategi yang digunakan mahasiswa dalam merespon pujian. DCT (Discourse Completion Test) pada penelitian ini terdiri dari 15 kondisi yang berbeda-beda dan digolongkan berdasarkan orang, tempat, dan situasi pujian tersebut diberikan kepada seseorang. Hasil pengukuran validitas instrument tersebut adalah 0,85 dan tergolong tinggi, sedangkan konsistensi instrument DCT dari peneliti dan satu orang rater adalah 0,44 dengan tingkat menengah atau moderate. Hasil penelitian menunjukan bahwa staretgi terbanyak yang digunakan mahasiswa untuk merespon pujian adalah Agreement Strategy dengan perolehan 74% dan strategi yang paling sedikit digunakan adalan Other Interpretation dengan persentasi 0,2%. Banyak nya penggunaan Agreement Strategy karena sebagian besar dari mahasiswa memilih untuk menerima pujian yang diberikan dalam berbagai situasi dan konteks, akan tetapi tidak hanya penerimaan dengan kata “Thank you” saja, sebagian dari mereka juga menambahkan beberapa bentuk penerimaan pujian dengan pleasure, return, comment history,dll.

5 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Request Speech Act Strategies Employed by EFL Learners at UIN Mahmud Yunus Batusangkar

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Siti Nurhayani, NIM 1930104066, Judul skripsi : “REQUEST SPEECH ACT STRATEGIES EMPLOYED BY EFL LAERNERS AT UIN MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR”, jurusan Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapatnya variasi penggunaan ungkapan request strategy yang mengukur pragmatic competence yang dimiliki mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Inggris di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja request strategy yang di gunakan oleh mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris dan apa request strategy yang paling banyak digunakan oleh mahasiswa bahasa Inggris berdasarkan gender dan gender theory. Penelitian ini menggunakan metode quantitative, dengan cross-sectional survey research sebagai design. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris semester 6 (2020/2021) UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang telah mengikuti perkuliahan Linguistik dan Pragmatik sebanyak 55 orang. Peneliti menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Written Discourse Completion Test (WDCT) dengan hasil validasi 0.80 (High) dengan kesimpulan Valid. Teknik analisis data adalah menggunakan descriptive statistic berdasarkan Blum-Kulka (1989) request strategies dan gender theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa jurusan Tadris Bahasa Inggris memiliki variasi dalam pemilihan request strategy yaitu mood derivable, explicit performative, hedged performative, obligation statements, want statements, suggestory formulae, strong hints and mild hints. Strategi yang paling seiring digunakan adalah Query Preparatory (QP) dengan 62%. Strategi ini diminati karena memiliki precondition untuk viability of requester dengan adanya capability dan willingness. Responden juga mempertimbangkan formality dan 3 faktor sosial: power, rank of imposition and degree of social distance dalam situasi yang diberikan. Selanjutnya, strategi yang paling banyak digunakan mahasiswa dari segi gender adalah Query Preparatory dengan 57% untuk mahasiswa laki-laki dan 63% untuk mahasiswa perempuan. Peneliti juga menemukan teori gender yang digunakan mahasiswa dalam menggunakan strategi request yaitu adanya indikasi the deficit theory dan the difference theory. Hal ini dikarenakan pragmatic competence yang dimiliki mahasiswa sebagai EFL learners.

3 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EFL Learners' Complaint Speech Act Strategies Employed in E-Mail

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

WULAN DESTRI. NIM 19.301.04.072. Judul Skripsi: “EFL LEARNERS’ COMPLAINT SPEECH ACTS STRATEGIES EMPLOYED IN E-MAIL”. Jurusan Tadris Bahasa Inggris , Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah ragam strategi complaint yang digunakan mahasiswa ketika mengekspresikan complaint kepada dosen dalam bentuk tertulis melalui e-mail. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi Complaint Speech Act Strategy yang digunakan oleh mahasiswa semester 4 dan 6 serta Complaint strategy yang digunakan oleh mahasiswa berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan metode quantitative dengan survey design. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Bahasa Inggris semester 4 dan 6. Sample dalam penelitian ini sebanyak 48 mahasiswa. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Random sampling. Instrument dalam penelitian ini adalah Discourse Completion Test (DCT) berisi 3 situasi yang berkaitan dengan kehidupan akademik mahasiswa dengan dosen. Hasil test dikirimkan menggunakan E-Mail. Hasil Validitas instrument secara umum adalah 0.824 (Valid). Hasil reliabilitas instrument penelitian ini, yaitu 0.4 (Fair Agreement). Data penelitian dianalis dengan menggunakan teori Trosborg (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan complaint strategy yang digunakan oleh mahasiswa, yaitu Hints, Annoyance, Ill Consequences, Indirect Accusation, Direct Accusation, Modified Blame, Explicit Blame (Action), dan Explicit Blame (Person). Dari 48 mahasiswa yang menulis complaint melalui E-mail, terlihat bahwa sebanyak 34.0% mahasiswa menggunakan Modified Blame Strategy yang merupakan persentase tertinggi. Strategy yang paling tidak digunakan oleh mahasiswa yaitu Hints dan Explicit Blame Person Strategy dengan persentase sebanyak 0%. Hasil penelitian lain juga ditemukan mengenai penggunaan complaint strategy yang dikategorikan berdasarkan level semester mahasiswa antara semester 4 dan 6. Penggunaan Modified Blame merupakan strategy yang paling tinggi digunakan oleh kedua semester. Namun, level direct strategy lebih digunakan oleh mahasiswa semester 4. Berdasarkan hasil yang dikhususkan kepada gender, penggunaan Modified Blame Strategy paling sering digunakan oleh mahasiswa dengan persentase sebanyak 36.4% digunakan oleh laki-laki dan sebanyak 33% digunakan oleh perempuan

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

Discourse of Communication During the Month of Ramadan in Sorong and Mentawai, Indonesi

2020•Koleksi Perpustakaan

The word choice of the first-person pronoun 'we' shows the attitude of the speaker when positioning the speech partner. The pronoun is considered to involve the speech partner in the communication, so there is no longer an asymmetrical relationship between them. This paper will describe in detail, the syntactic patterns in the use of 'we' as the inclusive plural pronoun in directive speech acts. The data was obtained through the recording of Ramadan lectures that took place in two different regions; Sorong in Eastern Indonesia and Mentawai in Western Indonesia. The results showed that the use of pronouns is associated with complex relationships, both in the attitudes of the parties involved and in the community who are the speech partners in a communication framework. Thus, politeness in communication is disturbed in practice. This paper suggests the need for an understanding of personal pronouns in a cultural context and the need for the development of an equality model in society.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail