ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUHAMMAD JAMIL, NIM. 1630103053, Judul Skripsi : ‘‘PERSEPSI KEPALA SMPN DALAM RANGKA PENERIMAAN PESERTA DIDIK DENGAN SISTEM ZONASI DI KABUPATEN TANAH DATAR’’ Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar tahun 2020. Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah tentang persepsi kepala SMPN di Kabupaten Tanah Datar dalam penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi. Disini dengan adanya zonasi dalam (PPDB), terdapat berbagai problematika yang terjadi diantaranya yaitu orang tua yang tidak setuju karena anaknya tidak bisa sekolah sesuai dengan keinginan mereka. dan juga di berbagai daerah lainnya terjadi demo, baik dari orang tua maupun mahasiswa terkait penolakan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan menggunakan sistem zonasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi kepala SMPN di Kabupaten Tanah Datar dalam penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi kepala SMPN terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggunakan sistem zonasi di SMPN se Kabupaten Tanah Datar serta kebijakan pemerintah dalam penerimaan peserta didik Baru (PPDB) dengan menggunakan sistem zonasi. Jenis penelitiian ini adalah penelitian lapangan (field reaserch) dengan menggunakan metode Kualitatif untuk mendapatkan data tersebut. teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan selama 2 bulan di SMPN yang penulis teliti terkait persepsi kepala SMPN di Kabupaten Tanah Datar tentang penerimaan peserta didik baru dengan jalur zonasi dapat penulis temukan titik terang bahwa kepala SMPN yang penulis teliti tersebut berpendapat bahwa mereka setuju dengan adanya Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru (PPDB) khususnya jalur zonasi, karena hal demikian akan membuat pemerataan pada tiap sekolah, dan sekolah tidak akan ada lagi kehilangan atau kekurangan peserta didik seperti yang dialami oleh beberapa sekolah lain, dan seluruh kepala sekolah juga berharap Dinas Pendidikan terkait juga harus membuat regulasi khusus bagi sekolah yang masih melanggarnya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan sistem zonasi di sekolah menyebabkan pembatasan yang cukup besar terhadap kesempatan siswa dalam memilih sekolah yang siswa inginkan. Dalam sistem ini, siswa hanya dapat mendaftar di sekolah yang berada dalam wilayah geografis tertentu sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Akibatnya, kebebasan siswa dalam menentukan sekolah yang diinginkan menjadi terbatas, terutama jika sekolah tujuan mereka berada di luar zona yang ditentukan. Kondisi ini menimbulkan ketidaksetaraan akses pendidikan, di mana siswa hanya dapat memilih sekolah di sekitar tempat tinggal mereka. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan dampak positif yang ditimbulkan setelah diterapkannya sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 3 Batusangkar, 2) Untuk menganalisis dan mendeskripsikan dampak negatif yang ditimbulkan setelah diterapkannya sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 3 Batusangkar. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Alat yang peneliti gunakan dalam penelitian ini berupa buku tulis, handphone, dan pulpen. Buku tulis dan pulpen digunakan untuk mencatat informasi yang diperoleh dari informan. Sedangkan handphone digunakan untuk mengambil dokumentasi atau bukti foto bersama informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Adapun hasil penelitian ini yakni: 1) Dampak positif kebijakan sistem zonasi PPDB SMPN 3 Batusangkar yaitu: a)memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh siswa, b) Memeratakan kualitas sekolah, c) Mengurangi dan menghemat biaya transportasi, d) Memudahkan guru dalam mengajar, e) Jarak lokasi yang dekat. 2) Dampak negatif kebijakan sistem zonasi PPDB SMPN 3 Batusangkar yaitu: a) membatasi pilihan sekolah bagi siswa, b) masih ada anggapan sekolah favorit dan non favorit
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Asma Yunita: NIM 2030103013. Judul Skripsi: Dampak Sistem Zonasi Sekolah Di SMPN 2 Pariangan. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2024. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana dampak positif dan dampak negatif sistem zonasi di SMPN 2 Pariangan. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan di SMPN 2 Pariangan, pengumpulan informasi melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini berusaha memecahkan masalah dengan menggambarkan problematika yang terjadi di SMPN 2 Pariangan, hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa penulis ingin memahami, mengkaji serta memaparkan mengenai Dampak Sistem Zonasi Sekolah di SMPN 2 Pariangan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan dilapangan dapat disimpulkan bahwa penerapan Sistem Zonasi di SMP N 2 Pariangan memunculkan pembatasan yang cukup signifikan terhadap kesempatan siswa untuk memilih sekolah favorit mereka. Dalam implementasi sistem zonasi, siswa hanya diperbolehkan mendaftar ke sekolah yang berada dalam wilayah geografis tertentu, mengikuti batasan-batasan yang telah ditetapkan. Akibatnya, siswa tidak lagi memiliki kebebasan yang sama dalam memilih sekolah yang mereka inginkan, terutama jika sekolah pilihan mereka berada di luar wilayah zonasi yang ditetapkan. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan akses bagi siswa, di mana mereka terbatas pada pilihan-pilihan yang tersedia di wilayah geografis terdekat mereka.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
DEDI HENDRIS. 2022. NIM, 2002011028 judul Tesis “Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi dan Dampaknya Berdasarkan Perspektif Stakeholders Sekolah”. Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penerapan kebijakan sistem zonasi merupakan usaha pemerintah dalam meratakan mutu pendidikan. Namun belum diketahui pandangan stakeholders tentang implementasi kebijakan sistem zonasi dan dampaknya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan pandangan stakeholders sekolah terhadap implementasi kebijakan sistem zonasi dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi 2) mengetahui dampak implementasi kebijakan sistem zonasi di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tempat penelitian di SMAN 1 dan SMAN 5 Payakumbuh selama Januari sampai Juni 2022 yang dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian. Sementara itu, teknik pengumpulan data diperoleh dari wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Selanjutnya, data yang dikumpulkan diuji keabsahannya dengan menggunakan teknik triangulasi sumber data. Kemudian data dianalisis melalui tahap reduksi, representasi, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa empat aspek dalam proses implementasi kebijakan sistem zonasi yang harus diperhatikan yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Pada SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 5 Payakumbuh keempat hal tersebut perlu diterapkan. Pada aspek komunikasi, proses sosialisasi penting dilakukan agar mudah dipahami masyarakat sebagai kelompok sasaran dari kebijakan sistem zonasi. Pada aspek sumber daya harus dijadikan pertimbangan yang sungguh-sungguh dalam menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung berupa tenaga ahli, komputer dan jaringan internet. Pada aspek disposisi, stakeholders sekolah tidak boleh menerapkan kebijakan khusus di luar kebijakan sistem zonasi yang telah ditentukan. Kemudian pada aspek struktur birokrasi, perlu adanya SOP dan pembentukan kepanitiaan untuk mengimplementasikan kebijakan sistem zonasi. Sementara itu, dampak implementasi kebijakan sistem zonasi yakni berkurangnya anggapan sekolah favorit dan sekolah unggul walaupun anggapan tersebut belum sepenuhnya hilang di tengah masyarakat.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MUHAMMAD JAMIL, NIM 2002011036, Judul Tesis: “EVALUASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) DI SMPN KABUPATEN TANAH DATAR”. Program studi Manajemen Pendidikan Islam Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Batusangkar 2022. Pokok permasalahan didalam penelitian ini mengenai”penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN Kabupaten Tanah Datar dengan menggunakan sistem zonasi.”tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah implementasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam PPDB dengan menggunakan sistem zonasi di SMPN Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian penelitian ini ialah fenomenologi dan metode yang dipakai yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif (qualitative research). Instrumen penelitian ini ialah peneliti sendiri serta ditambah dengan buku catatan, alat perekam, dokumen lainnya sebagai pendukungnya. Sumber data didapatkan dari kepsek, guru, wali murid serta siswa/wi di 7 SMPN Kabupaten Tanah Datar. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. untuk mengecek keabsahan data menggunakan metode triangluasi lalu dianalisis dengan memakai model Miles dan Hubermen yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMPN Kabupaten Tanah Datar selama 3 tahun ini, terdapat beberapa permasalahan yang ditemui dilapangan seperti pemetaan zona oleh pemda yang belum akurat, kuota yang ditetapkan belum sesuai dengan kebutuhan sekolah, regulasi yang belum tegas sehingga masih adanya sekolah yang melanggar ketentuan zonasi dalam PPDB, masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat serta motivasi dan prestasi belajar siswa/wi menurun. Maka didalam mengatasi hal ini, pemerintah sebagai pemangku kepentingan didalam pendidikan perlu melakukan evaluasi terutama dalam kebijakan pendidikan guna untuk menilai serta mengukur apakah sistem zonasi dalam PPDB ini sudah terlaksana dengan baik atau belum, apa-apa saja yang harus diperbaiki dan dibenahi serta dapat memberikan masukan-masukan agar kebijakan sistem zonasi dalam PPDB ini lebih baik lagi kedepannya.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TIYARA JUNIKA. NIM 1730103067 Judul Skripsi “Manajemen Peserta Didik dalam Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang”. Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2022. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah dengan pendaftaran jalur zonasi berbasis online yang dikelola oleh server provinsi, SMAN 1 Padang Panjang hanya menerima data peserta didik yang lolos seleksi tanpa mengikuti proses penyeleksian. Saat PPDB berlangsung ada kejadian yang menyebabkan panitia PPDB SMAN 1 Padang Panjang terjun langsung ke lapangan akibat dari calon siswa yang mendaftar tidak jujur tentang zonasinya. Bahkan sekolah belum bisa mengukur bagaimana prestasi siswa tersebut. Sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi SMAN 1 Padang Panjang dalam manajemen peserta didik agar input peserta didik dan proses belajar mengajar tetap dapat berjalan dengan baik, dan tetap pada poros peningkatan kualitas pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian Field Research atau penelitian lapangan dengan analisis kualitatif yaitu berupa mengungkapkan serta menggambarkan kembali kejadian yang terjadi dilapangan mengenai manajemen peserta didik dalam penerapan kebijakan sistem zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala SMAN 1 Padang Panjang, Wakil Kesiswaan, Wakil Kurikulum, dan Panitia PPDB. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi serta mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian Manajemen Peserta Didik dalam Penerapan Kebijakan Sistem Zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang yang penulis lakukan, bahwasannya Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang sudah menerapkan manajemen peserta didik dengan kebijakan sistem zonasi dilihat dari proses manajemen yang dilakukan: (1) perencanaan penerimaan peserta didik baru dalam penerapan kebijakan sistem zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang berdasarkan juknis atau pedoman dari Dinas Pendidikan Provinsi. (2) pengelolaan peserta didik baru dalam penerapan kebijakan sistem zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang dengan penjurusan sesuai hasil tes peminatan dan pengelompokan kelas sesuai bakat dan minat. (3) pembinaan peserta didik dalam penerapan kebijakan sistem zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang dilakukan secara akademik dengan mengubah tingkah dan menyesuaikan budaya sekolah, dan secara non akademik dengan membebaskan siswa memilih ekstrakurikuler (4) dampak yang ditimbulkan dari penerapan kebijakan penerimaan peserta didik baru melalui sistem zonasi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Padang Panjang ada dampak positif yaitu siswa mayoritas berasal dari lingkungan terdekat sekolah sehingga meningkatkan kedisiplinan sekolah. Sedangkan dampak negatifnya sekolah tidak bisa memprediksi input siswa yang diterima sehingga kemampuan akademik siswa yang terlalu beragam.