ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Pariangan masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan siswa belum mampu untuk mengidentifikasikan unsur-unsur yang ditanya, diketahui, merumuskan model matematika, menyelesaikan berbagai masalah dan menginterpretasikan hasil permasalahan menggunakan matematika. Selain kemampuan pemecahan masalah siswa yang masih rendah, aktivitas belajar siswa juga masih rendah, seperti kurangnya aktivitas memperhatikan proses pembelajaran, mengeluarkan pendapat, menyimak, mencatat, memecahkan masalah, dan semangat belajar siswa. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya siswa menggunakan waktu diskusi belajar untuk bermain dan siswa tidak memperhatikan guru saat menerangkan pelajaran, agar kemampuan pemecahan masalah dan aktivitas tidak rendah maka diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang memiliki konstribusi besar dan mampu mengatasi permasalah ini adalah pembelajaran Quantum Teaching. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching ini lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui aktivitas siswa selama belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Pariangan Tahun Ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 7 kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP N 3 Pariangan sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 SMP N 1 Pariangan sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan lembar observasi aktivitas siswa. Data tes kemampuan pemecahan masalah dianalisis menggunakan Uji-t, sedangkan data aktivitas siswa menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas eksperimen adalah 80,16 sedangkan pada kelas kontrol adalah 66,32. Diperoleh t=2,49 >t_a=1,64, maka H_0 ditolak. Hal ini berarti kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada penerapan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran konvensional. Adapun rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen pertemuan pertama 58,11% dengan kategori sedang, pertemuan kedua 77,78% dengan kategori tinggi, pertemuan ketiga 94,44% dengan kategori sangat tinggi.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK LIZA ROZALINDA, NIM: 14 105 033, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Salimpaung”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Berdasarkan hasil observasi di SMPN 1 Salimpaung, didapatkan informasi bahwa dalam mata pelajaran matematika siswa masih banyak memperoleh nilai rendah. Hal ini disebabkan karena kemampuan komunikasi matematika siswa masih rendah, cara siswa menyampaikan ide matematika masih kaku. Dibuktikan dengan adanya beberapa jawaban siswa yang kurang tepat dalam memecahkan solusi karena tidak mampu menduga konsep dengan benar, komunikasi inilah yang menjadikan siswa tidak mampu menyimpulkan maksud dan tujuan materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching lebih baik dari kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Salimpaung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Salimpaung tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara simple random sampling terpilih kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh uji hipotesis kemampuan komunikasi matematis thitung = 1.7080 dengan tα = 1.645, maka H0 ditolak, sehingga H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran quantum teaching lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Eliza Elvia, NIM 1830111015 judul skripsi, “Pengaruh Model Pembelajaran Quantum Teaching Terhadap Peningkatan Minat Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Kelas V SD Muhammadiyah Kauman Padang Panjang”. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat belajar siswa kelas V di SD Muhammadiyah Kauman Padang Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching terhadap peningkatan minat belajar siswa kelas V dalam pembelajaran IPA di SD Muhammadiyah Kauman Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian ekperiment dengan menggunakan metode Pre-Experimental. Adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan one grup pretest-posttest design, karena hanya menggunakan satu kelas dalam penelitian ini yaitu kelas eksperiment. Instrument penelitian yaitu menggunakan lembar angket. Teknik analisa data yang digunakan yaitu validasi, reabilitias, normalitas, homogen, uji-t dan uji N-gain. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah Kauman Padang Panjang yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil minat belajar siswa yang terlihat pada hasil pretest dan posttest. Nilai rata-rata pretest diperoleh 64,93 sedangkan nilai rata-rata posttest diperoleh 99,00. Dari hasil uji N-gain terdapat peningkatan minat belajar siswa kelas V SD dalam pembelajaran IPA dengan hasil Terlihat 0,791 > 0,7 artinya minat belajar siswa menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dalam kategori tinggi karena besar dari 0.7. Berdasarkan uji-t dengan nilai signifikasi 0,000 0,05. Hasil tersebut menunjukan bahwa Hₒ ditolak dan Hα diterima. Artinya yaitu penggunaan model pembelajaran quantum teaching berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa kelas V dalam pembelajaran IPA di SD Muhammadiyah Kauman Padang Panjang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Susi Sholaiha, NIM 1930111083, Judul Skripsi: “Pengembangan LKPD Matematika Berbasis Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Di SD N 03 Tanjung Balik” Jurusan Pendidikan Gurus Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, tahun 2023. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar peserta didik. Kurangnya ketersediaan bahan ajar di sekolah sebagai bahan bagi peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, pendidik juga belum ada menggunakan bahan ajar yang dikembangkan sehingga proses pembelajaran hanya fokus pada buku paket saja. Hal tersebut menimbulkan kurangnya daya tarik peserta didik dalam belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan mengembangkan LKPD matematika berbasis Quantum Teaching untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) atau penelitian menggunakan model pengembangan 4-D. Tahap pengembangan menggunakan model 4-D ada empat, yaitu tahap pendefinisian (Define), tahap perancangan (Design), tahap pengembangan (Development), dan tahap penyebaran (Disseminate). Namun, pada model ini penulisan dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan (Development). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar uji validitas dan uji praktikalitas. Untuk melihat meningkatnya hasil belajar peserta didik penulis menggunakan soal uji coba yang dilakukan setelah menggunakan LKPD. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dihasilkan produk berupa LKPD matematika berbasis Quantum Teaching. Hasil validasi LKPD diperoleh rata-rata 90,26% dengan kategori sangat valid dari aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikan sesuai dengan model Quantum Teaching. Hasil praktikalitas LKPD yang dikembangkan memperoleh hasil rata-rata 89% dari pendidik dan 95% dari peserta didik. Hasil efektivitas soal dari pengembangan LKPD matematika diperoleh rata-rata 82,66% dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa LKPD Matematika Berbasis Quantum Teaching sangat valid dan dapat digunakan sebagai bahan ajar pada materi operasi hitung bilangan cacah kelas III Sd N 03 Tanjung Balik.
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
Al IZMI NIM : 14 105 004, Judul Skripsi “Penerapan Model
Pembelajaran Quantum Teaching dengan teknik Mind Mapping untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X
MAN 1 Padang Panjang”, FakultasTarbiyah, JurusanTadris Matematika, Institut
Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019.
Penelitian ini didasarkan pada permasalahan rendahnya kemampuan
pemahaman konsep matematis, terlihat dalam proses pembelajaran siswa masih
sulit dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Kemampuan pemahaman
konsep merupakan salah satu kemampuan yang harus dicapai oleh siswa melalui
pembelajaran matematika. Untuk menyikapi hal tersebut model pembelajaran
quantum teaching dengan teknik mind mapping diasumsikan mampu
meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Dengan tujuan
penelitian apakah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada
penerapan model pembelajaran quantum teaching dengan teknik mind mapping
lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada
pembelajaran konvensional kelas X MAN 1 Padang Panjang.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment),
dengan rancangan penelitian Randomized Control Group Only Design. Populasi
dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X MAN 1 Padang Panjang Tahun
Ajaran 2018/2019 yang terdiri dari empat kelas. Pengambilan sampel dilakukan
secara probability sampling tepatnya dengan teknik simple random sampling
dengan melakukan uji normalitas, homogenitas dan kesamaan rata-rata. Kelas
yang terambil ditetapkan sebagai kelas sampel yaitu siswa Kelas X IK1 sebagai
kelas eksperimen dan X IK2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini adalah soal tes kemampuan pemahaman konsep matematis,
dan teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas,
dan uji hipotesis.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data
kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas experimen lebih baik
dibandingkan kelas kontrol. Hasil tes diperoleh dengan melakukan uji hipotesis.
Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh hasil Tolak H0 karena t t , atau
3,011,65 , berdasarkan analisis di atas ditolak H0 dapat disimpulkan
bahwa:”Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan penerapan
model pembelajaran Quantum Teaching teknik Mind Mapping lebih baik dari
pada kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran
secara konvensional”.
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
DELIA MISNA FITRIADI, NIM.14 101 027, dengan judul :“PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI KELAS VII DI SMPN 02 AKABILURU KABUPATEN LIMA PULUH KOTA”JurusanPendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, yang terdiri dari 76 halaman.
Penelitian ini di latar belakangi oleh hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswakhususnyakelas VII di SMPN 02 Akabiluru masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata ujian tengah semesternya. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan perbaikan dalam proses pembelajaran, salah satunya yaitu dengan penerapan metode pembelajaran Quantum Teaching.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti siswa dengan penerapan metode pembelajaran Quantum Teaching.lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan metode Ekspositori pada pembelajaran Pendidikan Agama islam dan Budi pekerti materi Taharah di SMPN 02 Akabiluru.
Jenispenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan penelitian Completely Randomized Desain (AcakSempurna). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII.3-VII.1 SMPN 02 Akabiluru tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 3 kelas. Teknik penentuan sampel adalah menggunakan Cluster Random Sampling dan diperoleh jumlah sampel yang diteliti sebanyak 43 orang siswa yakni 21 orang siswa kelas eksperimen dan 22 orang siswa kelas Kontrol.
Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata kelas eksperimen 85,95 sedangkan, pada kelas Kontrol 68,45 dengan selisih 17,5. Begitupun dengan melihat persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal yaitu pada kelas eksperimen persentase ketuntasan diperoleh 99% sedangkan, pada kelas Kontrol diperoleh 59% dengan selisih 40%. Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa “Hasil belajar siswa dengan penerapan metode pembelajaran Quantum Teaching .Lebih baik dari pada Metode pembelajaran Ekspositori pada matapelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas VII di SMPN 02 Akabiluru.
BookOpen AccessPDF tersedia
2020•Koleksi Perpustakaan
LIZA ROZALINDA, NIM: 14 105 033, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Salimpaung”. Jurusan Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Berdasarkan hasil observasi di SMPN 1 Salimpaung, didapatkan informasi bahwa dalam mata pelajaran matematika siswa masih banyak memperoleh nilai rendah. Hal ini disebabkan karena kemampuan komunikasi matematika siswa masih rendah, cara siswa menyampaikan ide matematika masih kaku. Dibuktikan dengan adanya beberapa jawaban siswa yang kurang tepat dalam memecahkan solusi karena tidak mampu menduga konsep dengan benar, komunikasi inilah yang menjadikan siswa tidak mampu menyimpulkan maksud dan tujuan materi yang disampaikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis yang menggunakan model pembelajaran quantum teaching lebih baik dari kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII di SMPN 1 Salimpaung.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Salimpaung tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini diambil secara simple random sampling terpilih kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis. Teknik analisis data menggunakan uji-t.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh uji hipotesis kemampuan komunikasi matematis thitung = 1.7080 dengan tα = 1.645, maka H0 ditolak, sehingga H1 diterima. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran quantum teaching lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.