Abstrak
Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Pariangan masih tergolong rendah. Hal ini ditandai dengan siswa belum mampu untuk mengidentifikasikan unsur-unsur yang ditanya, diketahui, merumuskan model matematika, menyelesaikan berbagai masalah dan menginterpretasikan hasil permasalahan menggunakan matematika. Selain kemampuan pemecahan masalah siswa yang masih rendah, aktivitas belajar siswa juga masih rendah, seperti kurangnya aktivitas memperhatikan proses pembelajaran, mengeluarkan pendapat, menyimak, mencatat, memecahkan masalah, dan semangat belajar siswa. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya siswa menggunakan waktu diskusi belajar untuk bermain dan siswa tidak memperhatikan guru saat menerangkan pelajaran, agar kemampuan pemecahan masalah dan aktivitas tidak rendah maka diperlukan adanya sebuah pembelajaran yang memiliki konstribusi besar dan mampu mengatasi permasalah ini adalah pembelajaran Quantum Teaching. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching ini lebih baik dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui aktivitas siswa selama belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri se-Kecamatan Pariangan Tahun Ajaran 2019/2020 yang terdiri dari 7 kelas. Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP N 3 Pariangan sebagai kelas eksperimen dan VIII.2 SMP N 1 Pariangan sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan lembar observasi aktivitas siswa. Data tes kemampuan pemecahan masalah dianalisis menggunakan Uji-t, sedangkan data aktivitas siswa menggunakan persentase. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas eksperimen adalah 80,16 sedangkan pada kelas kontrol adalah 66,32. Diperoleh t=2,49 >t_a=1,64, maka H_0 ditolak. Hal ini berarti kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada penerapan model pembelajaran Quantum Teaching lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran konvensional. Adapun rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen pertemuan pertama 58,11% dengan kategori sedang, pertemuan kedua 77,78% dengan kategori tinggi, pertemuan ketiga 94,44% dengan kategori sangat tinggi.