Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Pemuda
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penundaan Pernikahan (Studi Kasus Pemuda Telat Nikah Di Jorong Dusun Tuo Nagari Limo Kaum)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sri Wahyuni. NIM 2230201047. Judul Skripsi ”Penundaan Pernikahan (Studi Kasus Pemuda Telat Nikah di Jorong Dusun Tuo Nagari Limo Kaum)” Program Studi Ahwal Al-Syakhsiyah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah upaya untuk mengkaji dan menjelaskan mengenai penundaan pernikahan yang dipahami sebagai pilihan seseorang yang hendak menikah terkhusus laki-laki yang mengalami keterlambatan memasuki pernikahan hingga usia diatas 30 tahun, namun menunda pelaksanaannya hingga waktu yang lebih tepat karena adanya faktor tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi pemuda mengenai hukum pernikahan, mengidentifikasi faktor penundaan pernikahan serta memahami sikap dan pandangan masyarakat terhadap pemuda yang belum menikah pada usia dewasa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan jenis penelitian studi lapangan (field research), menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang melibatkan pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan dan analisis konteks sosial langsung dilokasi studi. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Teknik penjamin keabsahan data yang penulis gunakan adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah pandangan pemuda terhadap hukum pernikahan ada dua yaitu wajib dan sunah muakad. Faktor yang menyebabkan pemuda menunda pernikahan adalah karena faktor ingin berbakti kepada orang tua, faktor belum bertemu pasangan yang cocok, faktor belum memiliki pekerjaan yang tetap, faktor kesiapan mental, dan faktor finansial. Pandangan masyarakat terhadap pemuda telat menikah menurut tokoh pemuda adalah karena belum memiliki pasangan. Menurut tokoh agama penyebabnya karena terlena dengan masa muda. Menurut tokoh adat penyebabnya karena kehati-hatian yang terlalu tinggi dan kesiapan mental membangun rumah tangga. Menurut pegawai Kantor Urusan Agama penyebabnya karena belum siap dari segi biaya dalam berumah tangga, pekerjaan yang belum tetap, dan kesiapan mental.

11 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Karang Taruna dalam Pembinaan Kelompok Pemuda di Kelurahan Tanah Pak Lambiak Kecamatan Padang Panjang Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Karang Taruna telah menjadi bagian dari kehidupan sosial pemuda sejak tahun 1985, berawal dari kelompok pemuda yang gemar bermain voli. Namun, dalam perjalanannya, Karang Taruna menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya koordinasi dengan organisasi lain, minimnya perencanaan program yang matang, serta keterbatasan dana dari pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana upaya Karang Taruna dalam membina pemuda serta kendala yang mereka hadapi. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan, menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kasi Sosial Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Katua Karang taruna, Anggota Karang Taruna, Pemuda Pemudi Tanah Pak Lambiak, Masyarakat Tanah Pak Lambiak. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan untuk mengecek keabsahan data, maka peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna Kelurahan Tanah Pak Lambiak memiliki peran yang cukup signifikan dalam pemberdayaan pemuda, terutama melalui program seperti Pemuda Produktif 2025, pengelolaan tambak ikan, dan budidaya sayur hidroponik. Namun, berbagai kendala juga ditemukan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya motivasi pemuda dalam berpartisipasi, serta tidak adanya perencanaan program yang matang. Selain itu, meskipun Karang Taruna bekerja sama dengan pemerintah dalam pelaksanaan program, keterbatasan dana dan sumber daya masih menjadi hambatan utama dalam menjalankan kegiatan yang berkelanjutan.Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Karang Taruna memiliki potensi besar dalam pembinaan pemuda, tetapi masih menghadapi berbagai kendala yang perlu diatasi. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan koordinasi yang lebih baik dengan organisasi lain, peningkatan anggaran, serta inovasi dalam program-program yang lebih menarik dan relevan bagi pemuda. Selain itu, upaya peningkatan motivasi pemuda untuk berpartisipasi perlu diperkuat dengan insentif dan dukungan konkret dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, Karang Taruna dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai organisasi kepemudaan yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial di daerahnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pemuda Menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (Studi Tafsir Tematik)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Randi Purnama, NIM. 1930301031, judul Skripsi: “Pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar (Studi Tafsir Tematik)”, SKRIPSI, Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana karakteristik pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, peran pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan tantangan pemuda di era milenial serta solusinya menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Tujuan pembahasan ini adalah untuk menjelaskan karakteristik pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, peran pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar dan tantangan pemuda di era milenial serta solusinya menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode tematik (maudhu’i) yaitu dengan cara menghimpun keseluruhan ayat-ayat Al-Qur`an yang berkaitan dengan pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menggunakan derivasi kata fata. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa karakteristik yang harus ada pada pemuda menurut Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar adalah Beriman kepada Allah (Q.S. Al-Kahfi : 13), Istiqamah di jalan yang lurus (Q.S Al-Kahfi : 10), Pantang menyerah (Q.S Al-Kahfi : 60), patuh kepada pemimpin (Q.S. Al-Kahfi : 62), Teguh pendirian (Q.S Yusuf : 30), Cerdas / pintar (Q.S Yusuf : 62). Kemudian Peran pemuda menurut Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar adalah Penegak kebenaran (Q.S Al-Anbiya : 60), dan Bermanfaat bagi orang lain (Q.S Yusuf : 36). Adapun solusi terhadap tantangan pemuda yang diberikan oleh Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar adalah Berpegang teguh kepada Al-Qur`an dan Hadis, Menjaga Aqidah, Menjaga Akhlak/Moral, Bersikap Qana`ah dan Bersikap Iffah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail