Abstrak
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Karang Taruna telah menjadi bagian dari kehidupan sosial pemuda sejak tahun 1985, berawal dari kelompok pemuda yang gemar bermain voli. Namun, dalam perjalanannya, Karang Taruna menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya koordinasi dengan organisasi lain, minimnya perencanaan program yang matang, serta keterbatasan dana dari pemerintah. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana upaya Karang Taruna dalam membina pemuda serta kendala yang mereka hadapi. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan, menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kasi Sosial Kelurahan Tanah Pak Lambiak, Katua Karang taruna, Anggota Karang Taruna, Pemuda Pemudi Tanah Pak Lambiak, Masyarakat Tanah Pak Lambiak. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan untuk mengecek keabsahan data, maka peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna Kelurahan Tanah Pak Lambiak memiliki peran yang cukup signifikan dalam pemberdayaan pemuda, terutama melalui program seperti Pemuda Produktif 2025, pengelolaan tambak ikan, dan budidaya sayur hidroponik. Namun, berbagai kendala juga ditemukan, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya motivasi pemuda dalam berpartisipasi, serta tidak adanya perencanaan program yang matang. Selain itu, meskipun Karang Taruna bekerja sama dengan pemerintah dalam pelaksanaan program, keterbatasan dana dan sumber daya masih menjadi hambatan utama dalam menjalankan kegiatan yang berkelanjutan.Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Karang Taruna memiliki potensi besar dalam pembinaan pemuda, tetapi masih menghadapi berbagai kendala yang perlu diatasi. Untuk meningkatkan efektivitasnya, diperlukan koordinasi yang lebih baik dengan organisasi lain, peningkatan anggaran, serta inovasi dalam program-program yang lebih menarik dan relevan bagi pemuda. Selain itu, upaya peningkatan motivasi pemuda untuk berpartisipasi perlu diperkuat dengan insentif dan dukungan konkret dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, Karang Taruna dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai organisasi kepemudaan yang berkontribusi terhadap pembangunan sosial di daerahnya.