Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Fiskal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Evaluasi Pengelolaan Dana Insentif Daerah/Fiskal (DID/DIF) dalam Peningkatan Layanan Publik di Kabupaten Tanah Datar Pada Tahun 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tiara Haniva, NIM 2230402079, Judul Skripsi: "Evaluasi Pengelolaan Dana Insentif Daerah/Fiskal (DID/DIF) dalam Peningkatan Layanan Publik di Kabupaten Tanah Datar Pada Tahun 2020-2024". Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan Dana Insentif Daerah/Fiskal (DID/DIF) dalam upaya peningkatan layanan publik di Kabupaten Tanah Datar selama periode 2020–2024, mengingat instrumen transfer berbasis kinerja ini mengalami transformasi nomenklatur dan skema regulasi seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) serta perwakilan lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pelaksana, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP), Dinas Perhubungan, dan Dinas Sosial, yang dilengkapi dengan studi dokumentasi serta triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terdapat hubungan asimetris antara fluktuasi alokasi DID/DIF dan capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), di mana IKM tetap konsisten meningkat dari 82,15 pada tahun 2020 menjadi 85,75 pada tahun 2024 meskipun realisasi anggaran sempat menurun tajam. Kedua, efektivitas pengelolaan DID/DIF didukung oleh sinergi lintas-OPD yang terintegrasi dengan pertanggungjawaban akuntansi yang kuat, sebagaimana ditunjukkan oleh capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Ketiga, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berhasil memitigasi kendala eksternal berupa dinamika regulasi pusat maupun kendala internal berupa keterlambatan pelaporan OPD melalui pendampingan berkala oleh BPKD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas tata kelola pengelolaan dana insentif lebih menentukan efektivitas pelayanan publik dibandingkan semata-mata besaran nominal dana yang diterima daerah.

4 dilihat · 1 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Sebagai Determinan Pendapatan Asli Daerah ( Studi Kasus di Provinsi Sumatera Barat)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap total pendapatan daerah di Provinsi Sumatera Barat meskipun realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan kecenderungan meningkat. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya peran investasi dalam mendorong kemandirian fiskal daerah. Selain itu, terdapat fenomena penurunan PAD pada beberapa tahun tertentu di tengah peningkatan investasi, yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara teori ekonomi dan kondisi empiris di daerah. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan time series (data runtut waktu) untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel independent terhadap variabel dependen. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi data sekunder dari instansi resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda yang diolah dengan aplikasi SPSS 25. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah data tahunan selama tiga puluh tahun, yaitu dari tahun 1995 sampai dengan 2024 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Penanaman Modal Asing (PMA) tidak berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD. Secara simultan, PMA dan PMDN berpengaruh signifikan terhadap PAD di Provinsi Sumatera Barat. Hasil uji determinasi menunjukkan bahwa R Square sebesar 0,425 atau 42,5% pendapatan asli daerah dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu PMA dan PMDN. Sedangkan sisanya 57,5% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL DAERAH DAN NILAI TUKAR PETANI TERHADAP PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI INDONESIA TAHUN 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Puja Rahmadika, NIM: 2230402060, Pengaruh Kebijakan Fiskal Daerah Dan Nilai Tukar Petani Terhadap Produktivitas Pertanian Di Indonesia Tahun 2020-2024" Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kebijakan Fiskal Daerah dan Nilai Tukar Petani (NTP) terhadap Produktivitas Pertanian di Indonesia selama periode 2020-2024. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena stagnansi produktivitas pertanian nasional meskipun alokasi anggaran daerah terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Selain itu, fluktuasi kesejahteraan petani yang tercermin melalui angka NTP menjadi faktor krusial yang perlu dikaji pengaruhnya terhadap kemampuan petani dalam mengadopsi teknologi produksi modern guna meningkatkan hasil panen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model Fixed Effect Model (FEM) melalui perangkat lunak EViews 10. Tahapan pengujian meliputi uji pemilihan model (Uji Chow dan Uji Hausman), uji asumsi klasik (multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi), serta uji hipotesis (Uji t, Uji F, dan Koefisien Determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Kebijakan Fiskal Daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pertanian dengan nilai probabilitas 0,1186 > 0,05, yang mengindikasikan adanya institutional bottleneck dalam pengelolaan anggaran daerah. Sebaliknya, Nilai Tukar Petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas pertanian dengan nilai probabilitas 0,0255 0,05, membuktikan bahwa peningkatan pendapatan riil mendorong petani melakukan investasi mandiri pada input produksi berkualitas. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pertanian dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 92,63%.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Pada Tahun 2017-2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MUTHYA NOVALINA, NIM 212042013, Judul Tesis “Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Pada Tahun 2017-2024”, Program Studi Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Tesis ini adalah paradoks antara konsistensi perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 13 tahun berturut-turut yang mengindikasikan tata kelola keuangan yang baik, dengan transformasi kondisi fiskal dari surplus konsisten (2017-2021) menjadi defisit berkelanjutan (2022-2024). Permasalahan lain meliputi ketergantungan tinggi terhadap pendapatan transfer (rata-rata 86,78%) dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kemandirian, efektivitas, efisiensi, keserasian belanja, dan derajat desentralisasi fiskal Kabupaten Tanah Datar.. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder Laporan Realisasi Keuangan Pemerintah Daerah (LRA) Kabupaten Tanah Datar periode 2017-2024. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui studi dokumentasi (documentation). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio kemandirian, efektivitas, efisiensi, keserasian dan desentralisasi fiskal. Dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Tanah Datar memiliki tingkat kemandirian keuangan yang sangat rendah (rata-rata 13%) dengan pola hubungan instruktif, mengindikasikan ketergantungan tinggi pada pemerintah pusat. Rasio efektivitas pengelolaan PAD tergolong efektif (ratarata 100%), menunjukkan kemampuan daerah dalam merealisasikan target pendapatan. Namun, rasio efisiensi menunjukkan tren penurunan signifikan, dari cukup efisien (85-88% pada 2017-2020) menjadi tidak efisien (101-103% pada 2022-2024), yang berujung pada defisit anggaran. Rasio keserasian belanja menunjukkan ketidakseimbangan struktural dengan dominasi belanja operasi (rata-rata 80%) dan alokasi belanja modal yang rendah (rata-rata 13%) mengindikasikan kurangnya investasi produktif. Terakhir, rasio derajat desentralisasi fiskal sangat rendah (rata-rata 11%), menegaskan kontribusi PAD yang minim terhadap total pendapatan daerah. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Kabupaten Tanah Datar berhasil mencapai target PAD dan memiliki pelaporan keuangan yang baik, kinerja fiskal daerah masih menghadapi tantangan serius: ketergantungan tinggi, efisiensi menurun, dan struktur pengeluaran tidak seimbang. Temuan ini menekankan perlunya pengembangan ekonomi lokal, pengendalian belanja, dan peningkatan investasi untuk keberlanjutan fiskal jangka panjang.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh BI Rate, Jumlah Uang Beredar Dan Defisit Fiskal Terhadap Inflasi Di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rijjalul Azimy, NIM 2030402078, Judul Skripsi: “Pengaruh Bi Rate, Jumlah Uang Beredar Dan Defisit Fiskal Terhadap Inflasi Di Indonesia”. Program Sarjana Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah inflasi tahun 2012-2015 mengalami kenaikan di Indonesia dan pada tahun 2022 inflasi kembali meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh BI Rate, jumlah uang beredar dan defisit fiskal terhadap inflasi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal dengan metode penelitian adalah penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan World Bank data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel BI Rate dan defisit fiskal berpengaruh terhadap inflasi, sedangkan jumlah uang beredar tidak berpengaruh terhadap Inflasi. Secara simultan variabel Bi Rate, jumlah uang beredar dan defisit fiskal secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan variabel Inflasi.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter Terhadap Inflasi di Indonesia

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTARAK Muhammad Arif. Nim 1930402053. Judul Skripsi “ Pengaruh Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter Terhadap Inflasi di Indonesia. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah kebijakan fiskal yang mengalami fluktuasi di Indonesia, yaitu pada tahun 2012, 2013, dan 2016, dan kebijakan moneter juga mengalami fluktuasi di Indonesia, yaitu pada tahun 2014 dan 2017. Tujuan penelitian penulis adalah untuk mengetahui pengaruh kebijakan fiskal dan kebijakan moneter terhadap Inflasi di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif mengenai kebijakan fiskal, skebijakan moneter dan Inflasi. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan angka dengan penyajian data dan analisis menggunakan uji statistika. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel kebijakan fiskal dalam jangka pendek maupun jangka panjang tidak berpengaruh signifikan terhadap Inflasi. Hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas dalam jangka pendek lebih besar (>) dari tingkat signifikan α = 5 % atau (0.3651 > 0,05). Sedangkan nilai probabilitas dalam jangka panjang juga lebih besar (>) dari tingkat signifikansi α = 5 % atau (0.2094 > 0,05). Variabel kebijakan moneter dalam jangka pendek maupun jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap Inflasi. Hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas dalam jangka pendek lebih kecil () dari tingkat signifikansi α = 5 % atau (0.0000 0,05). Sedangkan nilai probabilitas dalam jangka panjang lebih kecil () dari tingkat signifikansi α = 5 % atau (0.0000 0,05). Pengujian yang dilakukan secara simultan menunjukkan bahwa seluruh variabel independen yaitu kebijakan fiskal, kebijakan moneter secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang terhadap variabel dependen stabilitas harga. Hal ini dibuktikan dengan nilai pobabilitas (F-Statistik) dalam jangka pendek sebesar 0.000000 dimana nilai probabilitas 0.000000 0,05 (α = 5%). Sedangkan nilai probabilitas (F-Statistik) dalam jangka panjang sebesar 0.000000 dimana nilai probabilitas 0.000000 0,05 (α= 5%), artinya H02 ditolak dan Ha2 diterima

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail