Abstrak
MUTHYA NOVALINA, NIM 212042013, Judul Tesis “Analisis Rasio Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar Pada Tahun 2017-2024”, Program Studi Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Tesis ini adalah paradoks antara konsistensi perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 13 tahun berturut-turut yang mengindikasikan tata kelola keuangan yang baik, dengan transformasi kondisi fiskal dari surplus konsisten (2017-2021) menjadi defisit berkelanjutan (2022-2024). Permasalahan lain meliputi ketergantungan tinggi terhadap pendapatan transfer (rata-rata 86,78%) dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum maksimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi tingkat kemandirian, efektivitas, efisiensi, keserasian belanja, dan derajat desentralisasi fiskal Kabupaten Tanah Datar.. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder Laporan Realisasi Keuangan Pemerintah Daerah (LRA) Kabupaten Tanah Datar periode 2017-2024. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui studi dokumentasi (documentation). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio kemandirian, efektivitas, efisiensi, keserasian dan desentralisasi fiskal. Dari penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Tanah Datar memiliki tingkat kemandirian keuangan yang sangat rendah (rata-rata 13%) dengan pola hubungan instruktif, mengindikasikan ketergantungan tinggi pada pemerintah pusat. Rasio efektivitas pengelolaan PAD tergolong efektif (ratarata 100%), menunjukkan kemampuan daerah dalam merealisasikan target pendapatan. Namun, rasio efisiensi menunjukkan tren penurunan signifikan, dari cukup efisien (85-88% pada 2017-2020) menjadi tidak efisien (101-103% pada 2022-2024), yang berujung pada defisit anggaran. Rasio keserasian belanja menunjukkan ketidakseimbangan struktural dengan dominasi belanja operasi (rata-rata 80%) dan alokasi belanja modal yang rendah (rata-rata 13%) mengindikasikan kurangnya investasi produktif. Terakhir, rasio derajat desentralisasi fiskal sangat rendah (rata-rata 11%), menegaskan kontribusi PAD yang minim terhadap total pendapatan daerah. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun Kabupaten Tanah Datar berhasil mencapai target PAD dan memiliki pelaporan keuangan yang baik, kinerja fiskal daerah masih menghadapi tantangan serius: ketergantungan tinggi, efisiensi menurun, dan struktur pengeluaran tidak seimbang. Temuan ini menekankan perlunya pengembangan ekonomi lokal, pengendalian belanja, dan peningkatan investasi untuk keberlanjutan fiskal jangka panjang.