Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Analisis Strategi BTM dalam Menekan Tingkat Non-Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Mudharabah (Studi Kasus pada Baitul Tamwil Muhammadiyah Cabang Batusangkar)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Perbankan Syariah•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan risiko pembiayaan mudharabah sebagai salah satu produk pembiayaan yang memiliki tingkat risiko relatif tinggi karena didasarkan pada prinsip bagi hasil. Risiko pembiayaan yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan meningkatnya tingkat Non-Performing Financing (NPF), sehingga diperlukan strategi yang efektif untuk meminimalkan risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi identifikasi risiko, strategi pemantauan risiko, dan strategi pengendalian risiko yang diterapkan oleh BTM Muhammadiyah Cabang Batusangkar dalam menekan tingkat Non-Performing Financing (NPF) pada pembiayaan mudharabah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Pimpinan Cabang, Account Officer (AO), Teller, dan nasabah pembiayaan mudharabah di BTM Muhammadiyah Cabang Batusangkar. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui SOP. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi BTM Muhammadiyah Cabang Batusangkar dalam menekan tingkat Non-Performing Financing (NPF) dilakukan melalui tiga tahapan utama. Pertama, strategi identifikasi risiko dilakukan melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi, survei lapangan, analisis berdasarkan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition), analisis kemampuan pembayaran (repayment capacity), serta penetapan kelayakan pembiayaan. Kedua, strategi pemantauan risiko dilakukan melalui monitoring perkembangan usaha nasabah, monitoring pembayaran angsuran, koordinasi antara Account Officer dan Teller, serta pemantauan secara berkelanjutan terhadap pembiayaan yang telah direalisasikan. Ketiga, strategi pengendalian risiko dilakukan melalui pendekatan persuasif kepada nasabah, evaluasi penyebab keterlambatan pembayaran, pemberian surat peringatan secara bertahap (SP1, SP2, dan SP3), serta penyelesaian pembiayaan bermasalah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Penerapan strategi tersebut secara konsisten mampu menjaga kualitas pembiayaan sehingga tingkat Non-Performing Financing (NPF) di BTM Muhammadiyah Cabang Batusangkar tetap berada pada tingkat yang rendah.

Kata kunci

Strategi, Manajemen Risiko, Pembiayaan Mudharabah, Non-Performing Financing (NPF), BTM Muhammadiyah.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Analisis Strategi BTM dalam Menekan Tingkat Non-Performing Financing (NPF) pada Pembiayaan Mudharabah (Studi Kasus pada Baitul Tamwil Muhammadiyah Cabang Batusangkar)2026 · oai:ais:skripsi:13138

Publikasi terkait