Abstrak
Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari pentingnya pemahaman guru terhadap gaya belajar peserta didik di sekolah dasar, karena gaya belajar memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Setiap peserta didik memiliki karakteristik belajar yang berbeda-beda, seperti gaya belajar visual yang mengandalkan penglihatan, auditori yang mengandalkan pendengaran, dan kinestetik yang lebih suka belajar melalui gerakan atau praktik langsung. Dalam praktiknya, perbedaan gaya belajar ini seringkali belum sepenuhnya diperhatikan oleh guru, sehingga pembelajaran cenderung dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan individual siswa. Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa siswa merasa kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran, terutama pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mencakup berbagai keterampilan seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gaya belajar peserta didik serta mendeskripsikan bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi dilakukan oleh guru guna mengakomodasi perbedaan gaya belajar di kelas V SDN 01 Lima Kaum. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di kelas V SDN 01 Lima Kaum dengan melibatkan guru wali kelas dan peserta didik sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan beberapa siswa, penyebaran kuesioner untuk mengidentifikasi gaya belajar, serta dokumentasi sebagai pendukung data lapangan. Seluruh data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik kelas V SDN 01 Lima Kaum memiliki kecenderungan gaya belajar yang beragam, namun dominan pada gaya belajar auditori. Guru telah mengupayakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dengan menyesuaikan konten pelajaran, proses kegiatan belajar, serta produk yang dihasilkan oleh siswa. Guru juga memfasilitasi siswa dengan berbagai media pembelajaran seperti video, audio, gambar, serta kegiatan praktik untuk mengakomodasi perbedaan gaya belajar tersebut. Penerapan strategi ini menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa dan pemahaman materi pelajaran, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia.