Abstrak
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah kurikulum yang diterapkan di MIN 1 Tanah Datar masih menggunakan kurikulum 2013, sementara kurikulum merdeka baru diterapkan pada kelas 1 dan 4. Tingkat aktivitas dan respon peserta didik dalam pembelajaran PPKn masih tergolong rendah. Kenyataan ini terlihat dari dominasi peserta didik yang memiliki hasil belajar tinggi dalam setiap aktivitas kelas. Mereka cenderung lebih aktif, sementara peserta didik lainnya tampak pasif meskipun pendidik telah berusaha mendorong partisipasi mereka. Upaya pendidik untuk mengaktifkan seluruh peserta didik belum membuahkan hasil yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas V di MIN 1 Tanah Datar dengan menerapkan model pembelajaran ICARE. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen one group pretest posttes design. Penelitian ini memiliki sampel sebanyak 22 orang peserta didik kelas V. A di MIN 1 Tanah Datar yang terdiri dari 10 orang Perempuan dan 12 orang laki-laki. Penelitian ini menggunakan dua kali pengukuran pada orang yang sama. Peneliti melakukan pretest kepada peserta didik dan dihasilkan rata-rata sebesar 70. Pretest sudah diberikan selanjutnya peneliti memberikan perlakukan beruapa penerapan model pembelajaran ICARE untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, kemudian peneliti memberikan posttest dan dihasilkan nilai rata-rata posttest sebesar 80. Hal ini menunjukkan suatu peningkatan dari setelah diberikan perlakuan. Untuk menguji signifikasi dengan cara melakukan uji t paired sample t-test dengan taraf sig 0,05 diperoleh signifikansi (2-tailed) sebesar 0.00 lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran ICARE terhadap peningkatan hasil belajar PKKn peserta didik kelas V di MIN 1 Tanah Datar.