ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vadilatul Aziza, NIM 2230403082. Judul Skripsi “Pengaruh Jumlah Angkatan Kerja dan Upah Minimum Kabupaten/Kota Terhadap Pengangguran di Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018-2025” Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau selama periode 2018-2025. Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan jumlah angkatan kerja dan upah minimum kabupaten/kota sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kedua variabel tersebut terhadap pengangguran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel yang menggabungkan data time series dan cross section yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan metode Random Effect Model (REM) menggunakan bantuan perangkat lunak EViews 12 Student Version. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran, sedangkan upah minimum Kabupaten/Kota berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap pengangguran di kabupaten/kota Provinsi Kepulauan Riau. Secara simultan, jumlah angkatan kerja dan Upah Minimum Kabupaten/Kota berpengaruh signifikan terhadap pengangguran kabupaten/kota Provinsi Kepulauan Riau. Kedua variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan sebesar 85,17% variasi pengangguran, sedangkan sisanya sebesar 14,83% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anggi Julia Jovitra, Nim 2130402011, Judul Skripsi: “Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan Ekonomi dan Upah Minimum Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Banten Tahun 2020-2024”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Binsi Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah tingginya tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Banten, meskipun daerah ini memiliki posisi strategis, indeks pembangunan manusia terus meningkat, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif, dan upah minimum mengalami kenaikan setiap tahun. Fenomena ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pembangunan ekonomi dan serapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Banten tahun 2020–2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk data panel (cross section dan time series) yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sedangkan variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Secara simultan, variabel IPM, pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten/Kota Provinsi Banten tahun 2020–2024.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Wiwi Ostafani Putri, NIM 2130402110, Judul Skripsi: “Pengaruh Upah Minimum dan Pertumbuhan Penduduk Terhadap Tingkat Pengangguran Provinsi Sumatera Barat”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar tahun 2025 M/1446 H. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pertumbuhan penduduk yang tinggi terhadap tingkat pengangguran, Sedangkan angka pengangguran juga meningkat dan upah yang ada tidak mengalami peningakatan sama sekali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh upah minimum dan pertumbuhan penduduk terhadap tingkat pengangguran Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dari tahun 2021- 2024 yang diambil dari situs Badan Pusat Statistik Sumatera Barat (BPS). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan estimasi model regresi data panel, estimasi persamaan data panel dan uji hipotesis dan diolah dengan eviews9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel independen upah minimum tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran dan secara parsial pertumbuhan penduduk berpengaruh signifikan terhadap Tingkat pegangguran dan secara simultan upah minimum dan pertumbuhan penduduk bersama sama tidak berpengaruh terhadap tingkat pengangguran di provinsi Sumatera Barat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bella Oktavia. NIM 2130402018. Judul Skripsi: “Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Upah Minimum, dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022-2024”. Program Studi S1 Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kondisi pertumbuhan ekonomi yang mengalami fluktuasi dengan pertumbuhan penduduk, upah minimum, dan tenaga kerja meningkat namun tidak dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara serta tidak tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03% di beberapa Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pengaruh Pertumbuhan Penduduk, Upah Minimum, dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022-2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang di publikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan metode analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan penduduk tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan variabel upah minimum berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, dan variabel tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil secara simultan pertumbuhan penduduk, upah minimum, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara. Dari hasil regresi, nilai R-Squared (R2) sebesar 0.576112 ini berarti variabel independen mampu menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten dan Kota Provinsi Sumatera Utara sebesar 57% sedangkan 43% sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Zahratul Zahwa, NIM 2130402115. Judul Skripsi:”Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan Upah Minimum Terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015-2024”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah fluktuatif kesejahteraan masyarakat di Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat periode 2015–2024. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan namun kesejahteraan masyarakat meningkat, bertentangan dengan asumsi bahwa kenaikan kesejahteraan masyarakat seharusnya diikuti oleh kenaikan pertumbuhan ekonomi. Pada upah minimum, upah minimum naik tetapi kesejahteraan menurun, yang mana bertentangan dengan asumsi bahwa penurunan kesejahteraan masyarakat seharusnya diikuti oleh penurunan upah minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum terhadap kesejahteraan masyarakat di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2015-2024. Penelitian ini menggunakan penelitian metode Scrapping Data yang bersifat kuntitatif dengan data sekunder dari periode 2015-2024. Data dikumpulkan melalui situs resmi BPS Sumatera Barat, yang menyediakan informasi yang diolah sebelumnya dan dapat digunakan untuk melengkapi analisis dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pertumbuhan ekonomi (X1) tidak berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dan variabel upah minimum (X2) berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat (Y). Dan secara simultan, pertumbuhan ekonomi (X1) dan upah minimum (X2) bersama-sama mempengaruhi variabel kesejahteraan masyarakat (Y) sebesar 79% dan 21% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sonya Aprimayana, NIM 2130402097. Judul Skripsi “Pengaruh Upah Minimum dan Inflasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia” Program Studi S1 Ekonomi Syariah fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Masalah dalam penelitian ini seberapa besar pengaruh upah minimum dan inflasi secara simultan dan parsial terhadap penyerapan tenaga kerja Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat signifikansi pengaruh upah minimum dan inflasi secara simultan dan parsial terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan merupakan data sekunder dan merupakan data runtut waktu (time series). Pada penelitian ini yang menjadi variabel independennya yaitu upah minimum dan inflasi sedangkan sebagai variabel dependennya yaitu tingkat penyerapan tenaga kerja. Alat untuk mengolah data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eviews 12 yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara variabel-variabel penelitian ini. Data yang dignakan dalam penelitian ini yaitu melalui Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel upah minimum mempunyai hubungan positif dan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. Artinya peningkatan upah minimum bisa memberikan dampak terhadap penurunan penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. Selanjutnya variabel inflasi mempunyai hubungan positif dan tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. Artinya apabila inflasi mengalami peningkatan maka akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. Sebaliknya apabila inflasi mengalami penurunan maka akan menurunkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. Secara simultan upah minimum dan inflasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. maka dapat disimpulkan bahwa variabel upah minimum dan inflasi berpengaruh secara simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia pada tahun 1993-2023. Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Upah Minimum, Inflasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INDAH ISTIQOMAH FITRI, NIM 2030402041. Judul Skripsi “Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Upah Minimum Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2010-2023”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah tingkat pendidikan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan namun hal ini tidak diiringi dengan naiknya penyerapan tenaga kerja, kemudian peningkatan upah minimum dari tahun ke tahun tidak diiringi dengan turunnya penyerapan tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh tingkat pendidikan dan upah minimum terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Utara tahun 2010-2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis kuantitatif, jenis data yang digunakan merupakan data sekunder dan merupakan data runtut waktu (time series). Pada penelitian ini yang menjadi variabel independennya yaitu tingkat pendidikan dan upah minimum sedangkan sebagai variabel dependennya yaitu penyerapan tenaga kerja. Dari penelitian yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat pendidikan pada uji t sebesar 0,9030 > 0,05 dan nilai thitung -0,1225 ttabel 2,005 maka Ha1 ditolak dan H01 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Utara, kemudian nilai variabel upah minimum pada uji t sebesar 0,0418 0,05 dan nilai thitung 2,0864 ttabel 2,005, maka Ha2 diterima dan H02 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa upah minimum berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, dan variabel tingkat pendidikan dan upah minimum pada uji F sebesar 0.00000 0,05, dan nilai Fhitung 70.314 > Ftabel 3,17 maka H03 ditolak dan Ha3 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan upah minimum berpengaruh secara simultan (bersama-sama) terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Utara tahun 2010-2023.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Afdila Sani. NIM 2030402003. Judul Skripsi: “PENGARUH UPAH MINIMUM PROVINSI, PMDN DAN PMA TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI SUMATERA BARAT”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah kondisi penyerapan tenaga kerja dengan Upah Minimum Provinsi mengalami fluktuatif dan kurang meratanya realisasi PMDN ataupun PMA. Tujuan penelitian penulis adalah untuk menganalisis pengaruh upah minimum provinsi, PMDN dan PMA terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan metode analisis regresi linear berganda. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan runtut waktu (time series). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel upah minimum provinsi berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Artinya apabila upah minimum provinsi naik, maka meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Sebaliknya, apabila upah minimum provinsi turun, maka penyerapan tenaga kerja juga mengalami penurunan. Kemudian variabel PMDN tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Artinya apabila PMDN naik, maka penyerapan tenaga kerja menurun. Sebaliknya, apabila PMDN turun, maka penyerapan tenaga kerja meningkat. Selanjutnya, variabel PMA tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Artinya apabila PMA naik, maka penyerapan tenaga kerja menurun. Sebaliknya apabila PMA turun, maka penyerapan tenaga kerja meningkat. Secara simultan, variabel upah minimum provinsi, PMDN dan PMA berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sandra Gebby.S, NIM 1930402073. Judul Skripsi “Pengaruh Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam Skripsi adalah upah minimum dari tahun ke tahun yang mengalami peningkatan namun hal ini tidak diiringi dengan pe nurunan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Salain itu adanya peningkatan tingkat pendidikan yang merupakan faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh upah minimum dan tingkat pendidikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif. Data yang di gunakan adalah data sekunder. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan angka dengan penyajian data dan analisis menggunakan uji statistika, menggunakan teknik analisis data uji asumsi klasik meliputi (uji normalitas,uji heteroskedastisitas, uji multikolinieritas dan uji autokorelasi), regresi linear berganda, uji t, uji f, dan uji determinasi R2. Berdasarkan hasil analisis, Upah Minimum secara parsial berpengaruh negatif terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia. Tingkat Pendidikan secara parsial berpengaruh positif terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Serta Upah Minimum dan Tingkat Pendidikan secara simultan berpengaruh positif terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Noviarti Eliza. NIM 1930402057. Judul Skripsi “Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum terhadap Pengangguran di Indonesia”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini kenaikan tingkat pendidikan dan Kenaikan upah minimum provinsi belum selalu diikuti oleh menurunnya tingkat pengangguran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan upah minimum provinsi terhadap pengangguran di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dari tahun 2018-2022 yang diambil dari Badan Pusat Statistik Indonesia.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji hipotesis dengan bantuan program SPSS 22. Hasil penelitian ini secara parsial variabel tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pengangguran. Hal ini diketahui dari nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,0000,05). Variabel upah minimum provinsi berpengaruh terhadap pengangguran. Hal ini diketahui dari nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,0000,05). Pengujian yang dilakukan secara simultan menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan upah minimum provinsi sama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengangguran di Indonesia tahun 2018-2022. Hal ini diketahui(0,000 0,05) maka nilai H03 ditolak dan Ha3 diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fajar Ardiansyah. NIM 1930402025. Judul Skripsi “Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum, Inflasi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2010-2021”. Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam SKRIPSI ini adalah penyerapan tenaga kerja yang mengalami fluktuasi di Provinsi Sumatera Barat sedangkan pertumbuhan ekonomi yang berfluktuasi dan pada tahun 2020 mengalami penurunan, upah minimum mengalami kenaikan pada tahun 2020-2021, dan inflasi mengalami fluktuasi pada tahun 2014. Tujuan penelitian penulis adalah untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan inflasi terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada penelitian ini jenis penelitian yang penulis buat adalah penelitian lapangan yang datanya diambil melalui Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang terstruktur dan mengkuantifikasikan data untuk dapat digeneralisasikan yang memiliki kecenderungan dapat dianalisis dengan cara teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini diketahui dari nilai signifikan lebih kecil dari α = 0.05 (0.000.05), variabel upah minimum berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini diketahui dari nilai signifikan lebih kecil dari α = 0.05 (0.0000.05), dan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Hal ini diketahui dari nilai signifikan lebih besar dari α = 0.05 (0.170.05). Pengujian yang dilakukan secara uji simultan menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi, upah minimum, dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Barat tahun 2010-2021. Hal ini diketahui dari nilai signifikan lebih kecil dari α = 0.05 (0.0000.05) artinya H04 ditolak.