ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Vilsi Alfi Pratama, NIM 1630302046, judul skripsi Semiotika Pada Film Dilan 1990 Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana menganalisis Semiotika Roland Barthes melalui pesan pada film Dilan 1990?. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi dalam bentuk beda film dan wawancara (interview) penonton khususnya Mahasiswa KPI IAIN Batusangkar serta menggunakan dokumentasi dalam bentuk gambar, video, scene atau adegan. Untuk mencampai tujuan peneliti ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis Roland Barthes, yaitu makna konotasi dan denotasi. Semiotika, adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Tanda-tanda adalah perangkat yang kita pakai dalam upaya berusaha mencari jalan di dunia ini, di tengah-tengah manusia dan bersama-sama manusia (Sobur, 2016:15-16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Film “Dilan 1990” banyak diminati oleh remaja dan terkenal dengan sisi keromantisannya, akan tetapi di balik keromantisan tersebut terdapat banyak polemik yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan adegan-adegan yang menjadi simbol kekerasan dalam film tersebut. Simbol kekerasan dalam bentuk fisik, kekerasan struktural dan kekerasan simbolik.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK LATIFAH ZAKIRAH IMRAN, NIM 2230308011. Program studi Jurnalistik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Penelitian ini mengkaji Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Iklan Layanan Masyarakat “Ini Gak Lucu” Melalui Akun @Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen Republik Indonesia Di Kanal YouTube. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus bullying yang sering dianggap sebagai candaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun media sosial. Iklan Layanan Masyarakat (ILM) “Ini Gak Lucu” yang dipublikasikan melalui akun YouTube @Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI hadir sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat tersebut berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap video iklan layanan masyarakat “Ini Gak Lucu” yang diunggah pada kanal YouTube @Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal yang kemudian diinterpretasikan ke dalam makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, iklan menampilkan berbagai bentuk tindakan bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan dan media sosial. Pada tingkat konotasi, adegan, dialog, ekspresi, dan simbol yang ditampilkan menggambarkan penderitaan korban, penyalahgunaan kekuasaan oleh pelaku, serta rendahnya empati terhadap korban perundungan. Sementara pada tingkat mitos, iklan membongkar pandangan masyarakat yang menganggap bullying sebagai candaan atau hal yang wajar, serta menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang berbahaya dan memiliki dampak serius bagi korban. Penelitian ini juga menemukan bahwa iklan merepresentasikan berbagai bentuk bullying, seperti bullying verbal, fisik, psikologis, dan simbolik. Melalui penyajian pesan yang edukatif dan komunikatif, iklan “Ini Gak Lucu” berhasil membangun kesadaran sosial bahwa bullying bukanlah sesuatu yang lucu, melainkan perilaku yang harus dicegah dan dilawan bersama. Kata Kunci: Semiotika Roland Barthes, Iklan Layanan Masyarakat, Bullying, Denotasi, Konotasi, Mitos.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Zulhanif Putra, NIM 2130302063, Judul Skripsi Analisis Mitos Dalam Film Possession: Kerasukan Dengan Pendekatan Semiotika Roland Barthes. Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah mitos yang terkandung pada film Possession: Kerasukan. Tujuan pembahasan ini untuk menganalisis tanda atau simbol bermuatan mistis dalam film Possession: Kerasukan dan untuk mendeskripsikan mitos yang terkandung dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data diambil dari sepuluh potongan adegan yang dipilih secara purposif berdasarkan kekayaan simbolik dan nuansa mistis. Analisis dilakukan dengan menguraikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dari tanda-tanda yang muncul dalam adegan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam film Possession: Kerasukan memperlihatkan bahwa tanda-tanda mistis tidak hanya berfungsi menciptakan ketegangan sinematik, tetapi juga menyampaikan ideologi budaya yang mendalam melalui sistem tanda, dari level denotasi, konotasi, hingga pembentukan mitos.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Afriandi, NIM 2130302004, Judul skripsi Analisis Pesan Dakwah Pada Film Air Mata Di Ujung Sjadah. Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah pesan dakwah yang terdapat pada film Air Mata Di Ujung Sajadah. Tujuan pembahasan ini untuk menganalisa semiotikaa yang terdapat pada film tersebut yang kemudian di tinjau dari sudut pandang dakwah, apakah terdapat pesan dakwah atau tidak. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotikaa Barthes. Semiotikaa Roland Barthes digunakan untuk menganalisa tanda dan bagaimana tanda itu bekerja dengan memperhatikan sitem denotasi dan konotasi yang terdapat pada adegan di film ini. Penjaminan keabsahan data penelitian ini dengan menggunakan triangulasi Teknik, dengan membandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya terkait permasalahan yang di angkat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotasi menggambarkan bagaimana makna konotasi yang terbentuk dari setiap adegan yang di analisis. Berdasarkan temuan penelitian penulis Film Air Mata Di Ujung Sajadah mengandung banyak pesan dakwah yang mewakili aspek aqidah, syariah, dan akhlak. Pesan dakwah akidah yang terdapat pada film ini yaitu terkiat keimanan kepada Allah SWT. Pesan dakwah syariah yang tertuang dalam film ini terdapat pesan terkait ibadah berupa shalat, berdoa, membaca Al-Qur’an dan bekerja keras. Pesan dakwah akhlak yang terdapat pada film ini tersampaikan melalui maaf memaafkan, jujur, menghormati dan menghargai, kasih sayang dan pengorbanan, sopan dan santun, tolong menolong, dan ikhlas.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cindy Samta Indriani, NIM 2030308012 (2024), judul skripsi REPRESENTASI JURNALISME INVESTIGASI DI AMERIKA DAN INDONESIA (Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Spothlight dan Film Ice Cold Murder, Coffee And Jessica Wongso)”. Program Strata 1 (S1) Studi Jurnalistik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini mengangkat jurnalisme investigasi di film Spotlight dan Ice Cold Murder, Coffe and Jessica Wongso. Penelitian ini merupakan analisis teks media, menggunakan pendekatan semiotika untuk merepresentasikan jurnalisme investigasi di Amerika dan Indonesia. Sumber data penelitian ini merupakan jurnal-jurnal penelitian dan melalui litreratur-literatur review seperti artikel-artikel, gambar-gambar, film-film yang terkait tentang pembahasan film Spothlight dan Ice Cold. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan analisis dokumenter yaitu dengan rangkaian adegan yang ada dalam film Spotlight dan Ice Cold kemudian memeriksa makna denotative, konotatif dan mitos/ideology. Unit-unit analisis pada film ini masing-masing terdapat lima scene diantaranya lima pada adegan film Spotlight dan lima pada adegan film Ice Cold. Scene tersebut di screenshoot dan dijadikan sebagai data pada penelitian ini. Jadi keseluruhan scene yang di screenshoot pada penelitian ini terdapat 10 scene yang merepresentasikan jurnalisme investigasi. Hasil penelitian ini menjukan representasi jurnalisme investigasi pada film Spotlight yaitu menekankan pada aspek jurnalistik dan investigatif dalam konteks kelembagaan. Sementara itu film Ice Cold merepresentasikan jurnalisme investigasi dalam membongkar kebenaran dibalik kasus kriminal yang kompleks dan kontroversial, serta bagaimana media dapat dipengaruhi oleh dinamika hukum dan sosial.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nur Insyafiatu Mazidah, NIM 1830303021. Judul Skripsi: "Analisis Semiotika Tiktokers Remaja Berhijab di Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir Korong Kamumuan Kabupaten Padang pariaman". Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam FUAD Fakultas Ushuluddin adab dan dakwah, (UIN) Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok masalah dalam skripsi ini adalah fenomena Tiktokers Remaja berhijab yang mengekspresikan dirinya terlalu berlebihan, Hilangnya adab malu bagi remaja berhijab dikarenakan sering aktif sebagai pengguna tiktok beserta menirukan gaya-gaya berjoget dengan ekspresi berlebihan. Makna semiotika tiktokers remaja berhijab pada teori Roland Barthes. Menggunakan makna konotssi, denotasi dan mitos. Makna denotasi goyangan fisik berupa menampakkan lekuk tubuhnya dengan erotis dan menghoda, makna konotasi berupa ekspresi rayuan. Penelitian ini dilakukan di Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir Korong Kamumuan Kabupaten Padang Pariaman, menggunakan jenis penelitia kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena tiktokers remaja berhijab sudah terpengaruh dengan budaya luar dan kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Kata kunci : Semiotika, Tiktok, Remaja Berhijab
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Silvia Rahmadani. NIM 1730303017 (2021). Judul Skripsi: “Semiotika Kato nan Ampek Remaja Dusun Padang Gajah Mati, Jorong Sago, Nagari Manggopoh”. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Pokok masalah dalam skripsi ini adalah penggunaan kato nan ampek sudah mulai jarang diterapkan oleh remaja, sedangkan sebagai orang Minangkabau kato nan ampek harus digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Makna dari kato nan ampek adalah suatu aturan atau norma-norma yang mengatur seseorang saat bertutur kata yang sopan saat berkomunikasi. Pada saat ini Remaja dipengaruhi oleh media sosial dan tidak bisa menggunakan media sosial dengan bijak sehingga kurang mendapatkan ilmu pengetahuan tentang kato nan ampek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui semiotika kato nan ampek serta faktor penghambat dalam mempertahankannya. Penelitian ini dilakukan di Dusun Padang Gajah Mati, Jorong Sago, Nagari Manggopoh menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kato nan ampek sudah jarang diterapkan remaja dalam kehidupan sehari-hari karena remaja sudah terpengaruh dengan budaya luar dan kurang bijak dalam mengunakan media sosial.
ArticleOpen AccessMetadata saja
2016•Artikel Penelitian dan Pengabdian
Artikel ini mencoba untuk memahami hadits Man baddala dînahû faqtulûhu, dengan menggunakan pembacaan semiotika komunikasi hadits yang diadopsi dari teori semiotika komunikasi Umberto Eco . dalam penelitian ini , saya menyimpulkan bahwa Nabi sebagai sumber penyampai hadis pertama disampaikan melalui alam pikiran semiotik kita melalui beberapa komponen komunikasi . Setelah melalui proses semiosis yang tak terbatas di dalam tujuan komunikasi itu, ada pemahaman muncul terkait dengan kata “faqtulûhu” dalam hadis merujuk pada makna “memperingatkan dia”, dan bisa juga bermakna “memberikan nasihat kepadanya.” Adapun penafsiran selanjutnya menjadi “menghormati dia.” Tafsiran yang terakhir dianggap cukup masuk akal dan banyak memberikan kontribusi besar bagi kehidupan konteks modern.