Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: mitos
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “INI GAK LUCU” MELALUI AKUN @CERDAS BERKARAKTER KEMENDIKDASMEN REPUBLIK INDONESIA DI KANAL YOUTUBE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK LATIFAH ZAKIRAH IMRAN, NIM 2230308011. Program studi Jurnalistik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Penelitian ini mengkaji Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Iklan Layanan Masyarakat “Ini Gak Lucu” Melalui Akun @Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen Republik Indonesia Di Kanal YouTube. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus bullying yang sering dianggap sebagai candaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun media sosial. Iklan Layanan Masyarakat (ILM) “Ini Gak Lucu” yang dipublikasikan melalui akun YouTube @Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI hadir sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang terdapat dalam iklan layanan masyarakat tersebut berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap video iklan layanan masyarakat “Ini Gak Lucu” yang diunggah pada kanal YouTube @Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan verbal yang kemudian diinterpretasikan ke dalam makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, iklan menampilkan berbagai bentuk tindakan bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan dan media sosial. Pada tingkat konotasi, adegan, dialog, ekspresi, dan simbol yang ditampilkan menggambarkan penderitaan korban, penyalahgunaan kekuasaan oleh pelaku, serta rendahnya empati terhadap korban perundungan. Sementara pada tingkat mitos, iklan membongkar pandangan masyarakat yang menganggap bullying sebagai candaan atau hal yang wajar, serta menegaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang berbahaya dan memiliki dampak serius bagi korban. Penelitian ini juga menemukan bahwa iklan merepresentasikan berbagai bentuk bullying, seperti bullying verbal, fisik, psikologis, dan simbolik. Melalui penyajian pesan yang edukatif dan komunikatif, iklan “Ini Gak Lucu” berhasil membangun kesadaran sosial bahwa bullying bukanlah sesuatu yang lucu, melainkan perilaku yang harus dicegah dan dilawan bersama. Kata Kunci: Semiotika Roland Barthes, Iklan Layanan Masyarakat, Bullying, Denotasi, Konotasi, Mitos.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Representasi Peran Ibu Dalam Film Ngeri Ngeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk: Analisis Semiotika Roland Barthes

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Wahyudi, NIM 2230302062, Judul Skripsi Representasi Peran Ibu dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Karya Bene Dion Rajagukguk: Analisis Semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran ibu dalam film Ngeri-Ngeri Sedap melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana makna denotasi, konotasi, dan mitos membentuk konstruksi sosial mengenai posisi ibu dalam struktur keluarga Batak yang patriarkal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa 20 scene yang menampilkan karakter Mak Domu sebagai figur sentral dalam dinamika keluarga.Analisis semiotika Barthes diterapkan untuk mengidentifikasi sistem tanda pada tiga tingkatan makna, yaitu denotasi sebagai makna literal, konotasi sebagai makna kultural dan emosional, serta mitos sebagai sistem pemaknaan tingkat kedua yang menaturalisasi ideologi patriarki dalam budaya Batak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film merepresentasikan Mak Domu dalam dua konstruksi utama. Pertama, film mereproduksi mitos ibu sebagai penjaga keutuhan keluarga, penanggung beban emosional, serta figur pengorbanan yang menopang stabilitas domestik. Representasi ini tampak melalui gestur diam, sikap menunduk, aktivitas domestik yang konsisten, serta penerimaan terhadap tekanan keluarga.Namun demikian, film juga menghadirkan negosiasi terhadap mitos tersebut. Pada beberapa adegan kunci, Mak Domu digambarkan menyuarakan perasaannya, menunjukkan keberanian moral, serta menuntut pengakuan emosional dari anggota keluarga. Pergeseran ini menunjukkan bahwa ibu tidak semata-mata direpresentasikan sebagai subjek pasif, melainkan sebagai agen moral yang memiliki daya tawar dalam ruang domestik.Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi peran ibu dalam film tidak hanya bersifat reflektif terhadap budaya Batak yang patriarkal, tetapi juga berfungsi sebagai ruang negosiasi ideologis antara tradisi dan perubahan. Dengan demikian, film berperan dalam memproduksi sekaligus menantang mitos tentang peran perempuan dalam struktur keluarga Batak kontemporer.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS MITOS DALAM FILM POSSESSION: KERASUKAN DENGAN PENDEKATAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Zulhanif Putra, NIM 2130302063, Judul Skripsi Analisis Mitos Dalam Film Possession: Kerasukan Dengan Pendekatan Semiotika Roland Barthes. Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah mitos yang terkandung pada film Possession: Kerasukan. Tujuan pembahasan ini untuk menganalisis tanda atau simbol bermuatan mistis dalam film Possession: Kerasukan dan untuk mendeskripsikan mitos yang terkandung dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data diambil dari sepuluh potongan adegan yang dipilih secara purposif berdasarkan kekayaan simbolik dan nuansa mistis. Analisis dilakukan dengan menguraikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dari tanda-tanda yang muncul dalam adegan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam film Possession: Kerasukan memperlihatkan bahwa tanda-tanda mistis tidak hanya berfungsi menciptakan ketegangan sinematik, tetapi juga menyampaikan ideologi budaya yang mendalam melalui sistem tanda, dari level denotasi, konotasi, hingga pembentukan mitos.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Representasi Jurnalisme Investigasi di Amerika dan Indonesia (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Spotlight dan Film Ice Cold Murder Coffe and Jessica Wongso)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cindy Samta Indriani, NIM 2030308012 (2024), judul skripsi REPRESENTASI JURNALISME INVESTIGASI DI AMERIKA DAN INDONESIA (Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Spothlight dan Film Ice Cold Murder, Coffee And Jessica Wongso)”. Program Strata 1 (S1) Studi Jurnalistik Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini mengangkat jurnalisme investigasi di film Spotlight dan Ice Cold Murder, Coffe and Jessica Wongso. Penelitian ini merupakan analisis teks media, menggunakan pendekatan semiotika untuk merepresentasikan jurnalisme investigasi di Amerika dan Indonesia. Sumber data penelitian ini merupakan jurnal-jurnal penelitian dan melalui litreratur-literatur review seperti artikel-artikel, gambar-gambar, film-film yang terkait tentang pembahasan film Spothlight dan Ice Cold. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan analisis dokumenter yaitu dengan rangkaian adegan yang ada dalam film Spotlight dan Ice Cold kemudian memeriksa makna denotative, konotatif dan mitos/ideology. Unit-unit analisis pada film ini masing-masing terdapat lima scene diantaranya lima pada adegan film Spotlight dan lima pada adegan film Ice Cold. Scene tersebut di screenshoot dan dijadikan sebagai data pada penelitian ini. Jadi keseluruhan scene yang di screenshoot pada penelitian ini terdapat 10 scene yang merepresentasikan jurnalisme investigasi. Hasil penelitian ini menjukan representasi jurnalisme investigasi pada film Spotlight yaitu menekankan pada aspek jurnalistik dan investigatif dalam konteks kelembagaan. Sementara itu film Ice Cold merepresentasikan jurnalisme investigasi dalam membongkar kebenaran dibalik kasus kriminal yang kompleks dan kontroversial, serta bagaimana media dapat dipengaruhi oleh dinamika hukum dan sosial.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail