Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2016Versi 1

HADIS “MAN BADDALA DÎNAHÛ FAQTULÛHU” : Telaah Semiotika Komunikasi Hadis

Koleksi Perpustakaan•UIN Sunan Kalijaga•5 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Artikel ini mencoba untuk memahami hadits Man baddala dînahû faqtulûhu, dengan menggunakan pembacaan semiotika komunikasi hadits yang diadopsi dari teori semiotika komunikasi Umberto Eco . dalam penelitian ini , saya menyimpulkan bahwa Nabi sebagai sumber penyampai hadis pertama disampaikan melalui alam pikiran semiotik kita melalui beberapa komponen komunikasi . Setelah melalui proses semiosis yang tak terbatas di dalam tujuan komunikasi itu, ada pemahaman muncul terkait dengan kata “faqtulûhu” dalam hadis merujuk pada makna “memperingatkan dia”, dan bisa juga bermakna “memberikan nasihat kepadanya.” Adapun penafsiran selanjutnya menjadi “menghormati dia.” Tafsiran yang terakhir dianggap cukup masuk akal dan banyak memberikan kontribusi besar bagi kehidupan konteks modern.

Kata kunci

Semiotika komunikasi, unlimited semiosis,final logical interpretant, dan hormati dia

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1HADIS “MAN BADDALA DÎNAHÛ FAQTULÛHU” : Telaah Semiotika Komunikasi Hadis2016 · oai:ais:library-item:60030