ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK OLFITRI MAULIDINA, NIM: 15300900038, judul skripsi: KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USA DINI DI TK DHARMA WANITA PULASAN KABUPATEN SIJUNJUNG, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya tingkat kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak, media pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga anak bosan dalam pembelajaran, kekeliruan anak dalam membedakan bentuk geometri dan kegiatan yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Pulasan Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian eksperimen, metode ini menggunakan dua variabel atau lebih atau mencari pengaruh suatu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kegiatan meronce terhadap pengenalan bentuk geometri. Populasi berjumlah 33 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling teknik pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan oleh peneliti, sehingga jumlah sampel yang di dapat sebanyak 16 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan dokumentasi kegiatan. Pengolahan data dilakukan secara statistik dengan menggunakan uji-t. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis alternative (Ha) di terima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Hasil akhir pada taraf signifikansi 5% dengan membandingkan besarnya “t” yang peneliti peroleh (to = 12,66) dan besar “tt” yang tercantum adalah 2,13. Maka dapat diketahui bahwa to lebih besar dari tt (12,66 > 2,13). Dengan demikian, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Maka hipotesis alternative (Ha) di terima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Artinya kegitan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Pulasan Kabupaten Sijunjung. Kata Kunci: Meronce, Bentuk Geometri, Anak Usia Dini
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
META MELANI, NIM 15 300 9000 28 judul Skripsi: “MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK DOWN SYNDROM MELALUI KEGIATAN MERONCE DI TK PERTIWI BATUSANGKAR”. Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu KeguruanInstitut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan motorik halus anak Down Syndrom. Hal ini terlihat ketika pembelajaran berlangsung dimana anak kesulitan dalam memegang pensil, anak kesulitan menulis, anak kesulitan dalam menggambar dan mewarnai. Salah satu kegiatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak adalah dengan kegiatan meronce. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak down syndrom melalui kegiatan meronce di TK Pertiwi Batusangkar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen dengan jenis desain yang digunakan adalah single subject eksperimental design dengan menggunakan tipe AB design. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh anak di TK Pertiwi Batusangkar yang terdiri dari 9 kelompok dengan jumlah 135 oran anak. Sampel penelitiannya adalah 1 orang anak. Perlakuan yang diberikan adalah dengan menggunakan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemapuan motorik halus anak down syndrom.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce tersebut dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak down syndrom. Penilaian dilakukan dengan dua kegiatan yaitu baseline dan intervensi. Pada tahap baseline tergambar pada 4 sesi, pada fase intervensi pertama anak belum mampu melakukan kegiatan meronce dengan skor 4. Pada intervensi kedua dan ketiga anak mulai mampu melakukan kegiatan meronce dengan skor 7.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
OLFITRI MAULIDINA, NIM: 15300900038, judul skripsi: KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USA DINI DI TK DHARMA WANITA PULASAN KABUPATEN SIJUNJUNG, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019.
Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya tingkat kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak, media pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga anak bosan dalam pembelajaran, kekeliruan anak dalam membedakan bentuk geometri dan kegiatan yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Pulasan Kabupaten Sijunjung.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan metode penelitian eksperimen, metode ini menggunakan dua variabel atau lebih atau mencari pengaruh suatu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peningkatan kegiatan meronce terhadap pengenalan bentuk geometri. Populasi berjumlah 33 orang, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling teknik pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan oleh peneliti, sehingga jumlah sampel yang di dapat sebanyak 16 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan dokumentasi kegiatan. Pengolahan data dilakukan secara statistik dengan menggunakan uji-t.
Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis alternative (Ha) di terima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Hasil akhir pada taraf signifikansi 5% dengan membandingkan besarnya “t” yang peneliti peroleh (to = 12,66) dan besar “tt” yang tercantum adalah 2,13. Maka dapat diketahui bahwa to lebih besar dari tt (12,66 > 2,13). Dengan demikian, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Maka hipotesis alternative (Ha) di terima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Artinya kegitan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini di TK Dharma Wanita Pulasan Kabupaten Sijunjung.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
OLFITRI MAULIDINA, NIM: 15300900038, judul skripsi:
KEGIATAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USA DINI DI TK
DHARMA WANITA PULASAN KABUPATEN SIJUNJUNG, Jurusan
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019.
Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya tingkat kemampuan mengenal
bentuk geometri pada anak, media pembelajaran yang kurang bervariasi, sehingga
anak bosan dalam pembelajaran, kekeliruan anak dalam membedakan bentuk
geometri dan kegiatan yang digunakan dalam proses pembelajaran kurang menarik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kegiatan meronce dapat
meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak pada anak usia dini di
TK Dharma Wanita Pulasan Kabupaten Sijunjung.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan
metode penelitian eksperimen, metode ini menggunakan dua variabel atau lebih
atau mencari pengaruh suatu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat peningkatan kegiatan meronce terhadap pengenalan bentuk
geometri. Populasi berjumlah 33 orang, teknik pengambilan sampel yang
digunakan yaitu purposive sampling teknik pengambilan sampel secara sengaja
sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan oleh peneliti, sehingga jumlah
sampel yang di dapat sebanyak 16 orang. Teknik pengumpulan data yang penulis
gunakan adalah observasi dan dokumentasi kegiatan. Pengolahan data dilakukan
secara statistik dengan menggunakan uji-t.
Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa
melalui kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk
geometri pada anak. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa hipotesis
alternative (Ha) di terima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Hasil akhir pada taraf
signifikansi 5% dengan membandingkan besarnya “t” yang peneliti peroleh (to =
12,66) dan besar “tt” yang tercantum adalah 2,13. Maka dapat diketahui bahwa to
lebih besar dari tt (12,66 > 2,13). Dengan demikian, berarti terdapat perbedaan yang
signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Maka hipotesis
alternative (Ha) di terima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Artinya kegitan meronce
dapat meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri pada anak usia dini di
TK Dharma Wanita Pulasan Kabupaten Sijunjung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2018•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
OLIVIA OCTA SARI, NIM 13 132 059, Judul Skripsi: “Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Di TK B Tunas Bangsa Bukittinggi, Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2018. Penelitian ini berawal dari kenyataan yang ada di TK B Tunas Bangsa Bukittinggi bahwa keterampilan motorik halus anak belum berkembang secara optimal dan masih perlu peningkatan, dikarenakan oleh kegiatan yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak kurang kreatif. Oleh karena itu, peneliti menggunakan kegiatan meronce supaya dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak sehingga dapat berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce di TK B Tunas Bangsa Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk Pre-Eksperimental. Jenis desain yang digunakan dengan tipe one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh anak TK B Tunas Bangsa Bukittinggi dan dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling, yaitu kelompok B2 yang berjumlah 15 orang anak. Teknik pengumpulan data digunakan lembaran observasi. Kemudian data diolah dengan uji perbedaan (t-test). Berdasarkan analisis data, diperoleh rata-rata hasil test pretest adalah 15.4 dan hasil posttest menunjukkan rata-rata nilai 21.8. Hasil penelitian terlihat bahwa kegiatan meronce mengalami peningkatan terhadap keterampilan motorik halus anak. Dengan demikian, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Maka hipotesis alternatif diterima, bahwa kegiatan meronce dapat meningkatkan keterampilan motorik halus pada anak di TK B Tunas Bangsa Bukittinggi.