ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ghea Azizah. NIM 1750401020. Judul Tugas Akhir: “Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Laboratorium Komputer IAIN Batusangkar Berbasis Web”. Program Diploma III Manajemen Informatika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Perkembangan teknologi komputer dan informasi pada abad 21 ini sangat pesat, hal ini didukung dengan penggunaan komputer yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Komputer merupakan media yang tidak bisa dilupakan sebagai alat bantu proses pengajaran, pengolahan data, pembuatan program, alat komunikasi dan administrasi yang ada pada saat sekarang ini. Setelah dilakukan penelitian pada laboratorium komputer IAIN Batusangkar ditemukan permasalahan yaitupihak laboratorium tidak mendapatkan konfirmasi apakah pratikum dilaksanakan sesuai jadwal atau tidak, hal ini juga membuat dosen yang ingin mengadakan kuliah pengganti kesulitan mencari jadwal kosong. Selanjutnya tidak seluruh proses pratikum dilengkapi dengan buku panduan pratikum (e-Book), sehingga pihak laboratorium kesulitan dalam merekap softcopy buku panduan pratikum. Serta dengan banyaknya peralatan yang ada pada laboratorium, maka dibutuhkan suatu pengelolaan yang dapat memberikan informasi peralatan yang ada dan yang dibutuhkan di setiap labor. Tujuan pengembangan sistem ini dibuat untuk mempermudah kepala laboratorium, dosen, dan mahasiswa untuk mendapatkan informasi terbaru laboratorium komputer. Alat bantu perancangan sistem menggunakan UML (Unifed Modeling Language), sedangkan perangkat lunak yang digunakan dalam sistem ini adalah menggunakan bahasa pemograman PHP dengan database MySql. Dengan memanfaatkan sistem ini diharapkan dapat membantu proses pengelolaan laboratorium komputer dan dengan memanfaatkan pemograman web sebagai software aplikasi diharapkan dapat mempermudah pengelolaan laboratorium komputer.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketersediaan alat laboratorium yang memadai merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan praktikum pada pembelajaran fisika. Praktikum fisika membutuhkan berbagai peralatan laboratorium untuk menunjang kegiatan dan pengambilan data. Pnelitian ini dilakukan karena belum adannya inventaris alat laboratorium dan belum diketahui alat yang tersedia sudah sesuai dengan materi fisika dan belum diketahui alat yang ada di laboratorium sudah sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan alat laboratorium yang mendukung praktikum fisika di SMA Negeri 1 Sungayang dan untuk meninjau kondisi kesesuaian sarana dan prasarana di laboratorium SMA Negeri 1 Sungayang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah SMA Negeri 1 Sungayang terkait ketersediaan sarana dan prasarana sudah cukup sesuai dengan standar, meskipun masih ada beberapa alat yang kurang dari segi jumlah contohnya silinder massa, pegas, gelas ukur, gelas beaker, garputala, generator frekuensi dll. Dan ada beberapa alat yang belum tersedia contohnya alat percobaan optik, percobaan sonometer dll. Ketersediaan alat sesuai materi fisika pada kelas X, XI dan XII terdapat 8 praktikum yang akan dilaksanakan, ada 2 praktikum yang tidak bisa dilaksanakan dikarenakan keterbatasan alat yang ada di laboratorium fisika, kemudian untuk praktikum pada 6 materi lainnya sudah dilaksanakan dengan baik dan alatnya sudah tersedia di laboratorium fisika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Liza Wahyu, NIM 1830106029, (2022), Judul Skripsi: “Analisis Pemanfaatan Laboratorium dan Pelaksanaan Praktikum pada Pembelajaran Biologi di Laboratorium SMA Negeri 1 Padang Ganting”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan bahwa pemanfaatan laboratorium dan pelaksanaan praktikum biologi di sekolah tidak terlaksana dengan semestinya, dikarenakan banyaknya kendala dan permasalahan yang mengakibatkan tidak terlaksananya secara optimal di sekolah. Mengingat pentingnya pelaksanaan praktikum biologi dalam pembelajaran agar tercapainya tujuan pembelajaran maka perlu dilaksanakan analisis pelaksanaan praktikum biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan laboratorium dan pelaksanaan praktikum pada pembelajaran biologi di laboratorium SMA Negeri 1 Padang Ganting. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian di SMA Negeri 1 Padang Ganting, diperoleh bahwa dalam pemanfaatan laboratorium pada pembelajaran biologi di laboratorium SMA Negeri 1 Padang Ganting pada kelas XI MIPA dan kelas XII MIPA dengan rata-rata presentase sebanyak 79,25% kategori baik. Adapun kekurangannya yaitu pemanfaatan laboratorium hanya dilakukan dua kali untuk pelaksanaan praktikum. Sedangkan dalam pelaksanaan praktikum pada pembelajaran biologi di laboratorium SMA Negeri 1 Padang Ganting pada kelas XI MIPA dan kelas XII MIPA dengan rata-rata presentase sebanyak 82,02% kategori baik. Dimana hal ini pelaksanaan praktikum tidak terlaksana, hanya beberapa kali praktikum di laboratorium karena kurang memadai peralatan yang ada. Hal ini membuktikan bahwa perlunya pemanfaatan laboratorium dan pelaksanaan praktikum pada pembelajaran biologi agar teori yang didapatkan oleh peserta didik didalam kelas bisa dilakukannya praktikum sehingga teori yang didapatkan akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini adalah tidak adanya pelaksaaan kegiatan praktikum di sekolah dikarenakan laboratorium yang tidak bisa digunakan, jam pelajaran yang sangat singkat dan media pelajaran yang tidak mendukung untuk dilaksanakannya kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum merupakan bagian penting dalam pembelajaran agar tidak terjadi miskonsespsi dan pengetahuan abstrak oleh siswa. Oleh sebab itu perlu diadakan kegiatan praktikum, maka kegiatan praktikum yang awalnya harus di laboratorium, dialihkan dengan kegiatan praktikum menggunakan laboratorium virtual yaitu simulasi PHET. Simulasi PHET akan memberikan pengalaman praktikum bagi siswa dengan visualisasi simulasi praktikum. Namun karena PHET belum pernah digunakan dan output dari PHET umunya masih berbahasa asing, maka dibutuhkan media pelajaran yang akan memberikan panduan dan petunjuk praktikum sekaligus penggunaan simulasi PHET dengan jelas, yaitu berupa e-modul praktikum. Dengan demikian peneliti merancang sebuah e-modul praktikum fisika berbasis laboratorium menggunakan PHET pada materi gerak harmonik sederhana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan 4D (define, design, develop, dan desseminate), pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar validasi dan lembar praktikalitas. E-modul ini divalidasi oleh 4 orang validator yaitu 2 orang dosen fisika dan 2 orang guru fisika. Pada proses praktikalitas e-modul fisika diujicobakan pada 34 orang peserta didik kelas X IPA 2 SMA SMAN 1 Batipuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validitas e-modul praktikum oleh ahli materi diperoleh nilai skor sebesar 91,94% dengan ketegori sangat valid, hasil validasi oleh ahli media menunjukkan nilai skor sebesar 90,56% dengan kategori sangatvalid. Hasil praktikalitas e-modul praktikum yang diperoleh dari angket respon siswa yaitu 88,75% dengan kategori sangat praktis dan angket respon guru sebesar 85,26% dengan kategori sangat praktis. Dengan ini dapat disimpulkan e-modul praktikum fisika berbasis laboratorium virtual menggunakan PHET telah valid dan praktis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anisa Salimah, NIM 1730106004. Judul Skripsi : “Analisis Standar Laboratorium Biologi di SMAN 2 Lintau Buo Tahun Ajaran 20211/2022”. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2021. Pokok permasalahan yang menjadi fokus penelitian ini yaitu bagaimana standar laboratorium biologi berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 dan bagaimana daya dukung sarana dan prasarana laboratorium biologi terhadap materi yang dipraktikumkan pada pembelajaran biologi di SMAN 2 Lintau Buo Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan standar sarana dan prasarana laboratorium berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 dan mengetahui daya dukung sarana dan prasarana laboratorium terhadap materi yang dipraktikumkan pada pembelajaran biologi di SMAN 2 Lintau Buo Tahun Ajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena bertujuan untuk mencari penyelesaian masalah yang ditemukan di lapangan dan mendeskripsikan kejadian yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Peneliti akan mendeskripsikan tentang analisis standar laboratorium biologi dan daya dukung sarana dan prasana laboratorium terhadap materi yang dipraktikumkan pada pembelajaran biologi di SMAN 2 Lintau Buo Tahun Ajaran 2021/2022. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa standar sarana dan prasarana laboratorium biologi berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 termasuk kategori sangat sesuai dengan rata-rata persentase sarana 83,74% (sangat sesuai) dan rata-rata persentase prasarana 77% (sesuai). Untuk hasil daya dukung sarana dan prasarana laboratorium biologi termasuk kategori baik dengan persentase 85% (baik), materi yang dipraktikumkan memiliki rata-rata persentase 75% (baik).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MEISI SAKDIAH, NIM 1730110019, Judul Skripsi “PERKEMBANGAN E-MODULE PRAKTIKUM BERBASIS VIRTUAL LABORATORY PADA MATERI LAJU REAKSI KELAS XI SMA N 2 SUNGAI RUMBAI” Jurusan Tadris Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, 2021 . Permasalahan dalam penelitian ini dimulai dari ketidaklengkapan alat dan bahan praktikum di sekolah serta ruang laboratorium yang dialih fungsikan menjadi ruang kelas, penuntun praktikum yang digunakan juga masih menggunakan buku cetak siswa. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti melakukan penelitian Pengembangan E-Modul Praktikum Berbasis Laboratorium Virtual Pada Materi Laju Reaksi Kelas XI. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Penelitian ini tidak dilakukan pada tahap disseminate. Rancangan dalam penelitian ini hanya terdiri dari 3 tahap, yaitu (1) tahap pendefinisian (difine) dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang sekolah melalui proses wawancara kepada guru dan siswa. Tahap design. (2) tahap design digunakan untuk merancang e-modul praktikum berbasis laboratorium virtual pada materi laju reaksi. (3) tahap develop, untuk melihat validitas dan kepraktisan e-modul praktikum berbasis laboratorium virtual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi e-modul praktikum berbasis laboratorium virtual pada materi laju reaksi kelas XI yang telah dirancang sangat valid, memperoleh persentase rata-rata 87,6% dan hasil praktikalitasnya sangat praktis, memperoleh persentase rata-rata 83,3%.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Bagi peserta didik yang cerdas tentu harus dilakukan upaya akselerasi agar dia berkembang sesuai porsinya. Seseorang yang memiliki bakat khusus di bidang tertentu, kepribadian dan minat harus mendapat perlakuan sebagaimana mestinya agar menjadi pendorong proses pertumbuhan dan perkembangan individu. Proses pengembangan ini dikemas dalam suatu pelayanan pendidikan secara umum serta bimbingan dan konseling secara khusus. Memahami komponen psikologis dimaksud merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh, karena sedikit saja salah penafsiran bisa jadi perencanaan langkah pengembangan akan bias, sehingga disusun instrumen khusus agar mendapatkan informasi objektif mengenai kecerdasan, bakat, minat, dan kepribadian individu. Tes psikologis atau yang sering disebut sebagai psikotes disusun untuk membantu memperoleh pemahaman objektif, holistik, dan komprehensif mengenai tipologi kepribadian, tingkat kecerdasan, jenis bakat serta minat untuk membantu konselor dalam menyusun program layanan pendidikan secara umum dan bimbingan konseling secara khusus sebagai upaya fasilitasi perkembangan optimum peserta didik. Satu hal yang mencirikan peserta didik tampil out of the box adalah kreativitasnya, di mana dia bisa tampil beda meskipun mempunyai kecerdasan, bakat, dan minat yang sama dengan siswa lainnya. Buku ini mengurai secara komprehensif perihal pemahaman individu teknik testing tersebut Buku persembahan penerbit Prenada Media
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
DYAH AYU SEKARINI, NIM. 14 106 012, judul skripsi “ANALISIS KESIAPAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM BIOLOGI DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI SMAN SEKABUPATEN TANAH DATAR” Jurusan Tadris Biologi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar, 2019.
Pokok permasalahan yang menjadi focus penelitian dalam skripsi ini adalah bagaimana kesiapan sarana dan prasarana laboratorium biologi berdasarkan Standarisasi Permendiknas No 24 Tahun 2007 di SMA Negeri Se- Kabupaten Tanah Datar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan sarana dan prasarana laboratorium biologi berdasarkan Standarisasi Permendiknas No 24 Tahun 2007 di SMA Negeri Se-Kabupaten Tanah Datar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode komparatif yaitu membandingkan sarana dan prasarana laboratorium biologi yang ada si SMAN Se-Kabupaten Tanah Datar yaitu ruang laboratorium biologi dan kelengkapan alat laboratorium dengan Permendiknas No. 24 Tahun 2007, untuk kemudian dikaji kesesuiannya dengan Permendiknas No. 24 Tahun 2007 dan mendeskripsikan beberapa fasilitas yang terdapat di laboratorium biologi. Populasi dalam penelitian ini adalahSMA Negeri se-Kabupaten Tanah Datar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Sampel penelitian adalah 10 Sekolah SMA Negeri se-kabupaten Tanah Datar yang memiliki laboratorium Biologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi.Responden dalam penelitian ini adalah guru beserta siswa kelas XI IPA.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil rata-rata kesiapan sarana prasarana laboratorium Biologi berdasarkan standarisasi Permendiknas No. 24 Tahun 2007 SMA Negeri se-kabupaten Tanah Datar melalui lembar observasi adalah 85% termasuk kategori sangat siap. artinya belum memenuhi standar minimal dalam Permendiknas No 24 Tahun 2007, dan dapat dilihat dari enam aspek memperoleh persentase masing-masing: 1) aspek prasarana 100% (sangat siap), 2) aspek perabot 85,71% (sangat siap), 3) aspek peralatan pendidikan: a) aspek peraga 71%, (siap) b) aspek alat dan bahan percobaan 67,75% (siap), 4) aspek media pendidikan 100% (sangat siap), 5) aspek bahan habis pakai 72,07% (siap), 6) aspek perlengakapn lain-lainnya 81% (sangat siap).
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Laboratorium Patologi Klinik RSUD merupakan instansi yang melakukan pemeriksaan sampel darah, urin, dahak dan faeses. Keberadaan Laboratorium Patologi Klinik RSUD sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama dalam kebutuhan dalam pemeriksaan sampel darah, urine, dahak dan faeses dan mengeluarkan hasil pemeriksaan. LPK RSUD Prof.Dr.M.A Hanafiah Kota Batusangkar berperan penting dalam pemeriksaan sampel darah,urine,dahak dan feases di kota Batusangkar. Dengan dirancangnya sistem informasi LPK ini, maka dapat membantu dalam mengelola data pemeriksaan darah,urine,dahak dan feases. LPK juga mengelola informasi dan berita tentang hasil pemeriksaan, serta membuat laporan. Alat bantu perancangan sistem menggunakan UML (Unifed Modeling Language), Sedangka perangkat lunak yang digunakan dalam sistem adalah menggunkan bahasa pemograman PHP dengan database MySql. Dengan memanfaatkan sistem komputerisasi diharapkan dapat membantu proses pendataan dan dengan memanfaatkan pemrograman web sebagai software aplikasi diharapkan dapat menggantikan cara yang kurang efektif dan efisien serta diharapkan dapat mempermudah pembuatan laporan hasil proses hasil pemeriksaan sampel darah, urine, dahak dan faeses .
BookOpen AccessMetadata saja
2017•Koleksi Perpustakaan
NURFI ELVITA, NIM 13 106 051 dengan judul ANALISIS PEMANFAATAN LABORATORIUM DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN IPLIKASINYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMPN SE-KOTA PADANG PANJANG. Jurusan Tadris Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2017.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan laboratorium dalam pembelajaran IPA SMPN Se-Kota Padang Panjang dan bagaimana implikasinya terhadap hasil belajar siswa SMPN Se-Kota Padang Panjang. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah field research dengan menggunakan mixed methods designs. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar angket, pedoman wawancara, pedoman observasi. Uji kelayakan dilakukan di SMPN 5 Padang Panjang yang dibantu 2 orang dosen, 1 orang guru sebagai validator, serta melibatkan 23 orang siswa. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif melalui analisis hasil angket, wawancara dan observasi.
Hasil penelitian tentang pemanfaatan laboratorium IPA yang didapatkan berdasarkan angket yang telah disebarkan kepada siswamenunjukan bahwa, keadaan laboratorium berada dalam kategori sedang(58,93%).kondisi laboratoriumberada dalam kategori sedang(55,23%), waktu pelaksanaan pratikum berada dalam kategori kurang(48,84%), Persiapan dan pelaksanaan pratikum berada dalam kategori sedang(57,31%),laporan dan evaluasi pratikumbarada dalam kategori sedang(51,96%).Masing-masing sekolah telah dilengkapi dengan laboratorium guna untuk menunjang proses pembelajaran. Berdasarkan wawancara dengan guru IPA yang di dukung dengan persentase nilai keterampilan siswa dalam kegiatan pratikum yang dilaksanakan selama satu semester (80,98%) dan nilai UTS atau teori yang di pelajari di kelas selama satu semester (76,53%). Hal ini menunjukan bahwa pemanfaatan laboratorium dalam proses pembelajaran IPA sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.