Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Financial Distress
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH FINANCIAL DISTRESS DAN LEVERAGE TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MUKMINAH MITA ALWADIYAH. NIM 16 304 02 068. Judul Skripsi : “Pengaruh Financial Distress Dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indosesia”. Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Masalah dalam penelitian ini untuk melihat adakah pengaruh financial distress terhadap konservatisme akuntansi dan pengaruh leverage terhadap konservatisme akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh pengaruh financial distress dan leverage terhadap konservatisme akuntansi. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019. Sampel diseleksi dengan menggunakan metode purposive sampling. Sehingga sampel penelitian terpilih 30 perusahaan. analisis dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan financial distress berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Dengan demikian financial distress perusahaan yang semakin tinggi akan mendorong manajer utuk menaikan tingkat konservatisme akuntansi, dan sebaliknya jika financial distress yang semakin rendah akan menurunkan tingkat konservatisme akuntansi. Leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Besarnya rasio leverage mengindikasikan kondisi perusahaan tidak begitu baik, sehingga manajer cenderung untuk meningkatkan laba agar kondisi keuangan terlihat baik oleh kreditor. Secara simultan financial distress dan leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Financial distress yang tinggi tercermin dari nilai Z-Score yang semakin rendah dan financial distress yang rendah tercermin dari nilai Z Score yang semakin tinggi. Sehingga ketika perusahaan mengalami financial distress yang tinggi maka perusahaan akan semakin konservatif dan begitupun pula ketika perusahaan memiliki financial distress yang rendah maka perusahaan cenderung tidak konservatif sedangkan leverage Semakin rendah tingkat rasio debt to equity ratio, maka akan buruk kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya. Dengan adanya leverage yang rendah perusahaan akan lebih berhati-hati dalam menghadapi lingkungan yang penuh ketidakpastian.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“Analisis Prediksi Kebangkrutan PT Sarimelati Kencana Tbk Pra dan Pasca Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 Terkait Boikot Produk Dengan Metode Springate”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Alya Rohali, NIM: 2230404009 judul skripsi “Analisis Prediksi Kebangkrutan PT Sarimelati Kencana Tbk Pra dan Pasca Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 Terkait Boikot Produk Dengan Metode Springate” Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Adanya aksi boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Israel setelah terbitnya Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 yang diduga memengaruhi kinerja keuangan PT Sarimelati Kencana Tbk. Penurunan penjualan, kerugian yang terjadi secara berturut-turut, serta perubahan kondisi keuangan perusahaan menimbulkan indikasi financial distress sehingga diperlukan analisis prediksi kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memprediksi potensi kebangkrutan PT Sarimelati Kencana Tbk periode 2021–2025 menggunakan metode Springate berdasarkan 4 rasio keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Sarimelati Kencana Tbk periode 2021–2025 yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode Springate (S-Score) dengan empat rasio keuangan sebagai variabel penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rasio Working Capital to Total Assets (X1) cenderung bernilai negatif, yang mengindikasikan modal kerja bersih perusahaan belum mampu mendukung total aset secara optimal. Rasio Earning Before Interest and Taxes to Total Assets (X2) mengalami penurunan hingga bernilai negatif pada periode pasca fatwa. Rasio Earning Before Taxes to Current Liabilities (X3) juga menunjukkan kondisi yang memburuk akibat perusahaan mengalami kerugian selama beberapa tahun berturut-turut. Sementara itu, rasio Sales to Total Assets (X4) mengalami fluktuasi seiring perubahan tingkat penjualan perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan metode Springate, nilai S-Score PT Sarimelati Kencana Tbk pada tahun 2021–2025 seluruhnya berada di bawah batas aman yaitu 0,862. Dengan demikian, PT Sarimelati Kencana Tbk berada dalam kategori berpotensi mengalami kebangkrutan selama periode penelitian, baik sebelum maupun sesudah terbitnya Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023, meskipun pada tahun 2025 perusahaan mulai menunjukkan perbaikan kinerja keuangan. Kata Kunci: Prediksi Kebangkrutan, Financial Distress, Metode Springate, Boikot Produk, PT Sarimelati Kencana Tbk.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

“ANALISIS KEBANGKRUTAN PADA PT BUKALAPAK TBK DENGAN ZMIJEWSKI X-SCORE DAN ALTMAN Z-SCORE TAHUN 2021-2025”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MEISYA SAFITRI, NIM. 2230404105. Judul Skripsi: "Analisis Ke-bangkrutan pada PT Bukalapak Tbk dengan Metode Zmijewski X-Score dan Altman Z-Score Tahun 2021–2025." Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kondisi keuangan PT Bukala-pak Tbk yang mengalami kerugian pada beberapa periode sehingga mengindi-kasikan adanya economic distress. Kondisi tersebut perlu dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui prediksi kebangkrutan perusahaan. Tujuan penelitian ini ada-lah untuk mengetahui dan menganalisis prediksi kebangkrutan PT Bukalapak Tbk periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan metode Altman Z-Score dan Zmijewski X-Score untuk menganalisis kondisi keuangan perusahaan dalam memprediksi potensi kebangkrutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah sumber data sekunder yakni berupa laporan keuangan tahunan PT Bukalapak Tbk untuk periode tahun 2021 hingga 2025. Sumber data tersebut diambil dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat diakses melalui tautan www.idx.co.id. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bukalapak Tbk secara umum be-rada dalam kondisi aman dan tidak berpotensi mengalami kebangkrutan selama periode penelitian. Berdasarkan metode Zmijewski X-Score dan Altman Z-Score, perusahaan tidak mengalami financial distress dan berada pada kategori aman. Meskipun perusahaan mengalami kerugian pada beberapa periode yang mengindikasikan adanya economic distress, kondisi tersebut belum mengarah pada financial distress maupun kebangkrutan karena perusahaan masih mampu mempertahankan likuiditas, modal kerja, dan struktur permodalan yang baik se-hingga risiko kebangkrutan tergolong rendah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Financial Distress Pada Perusahaan Sektor Pertanian Subsektor Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2021-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Lenna Sari NIM 2230403061. Judul skripsi : ”pengaruh kinerja keuangan terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian subsektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2024. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program Studi Akuntansi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian subsektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya sektor pertanian sebagai salah satu pilar perekonomian nasional serta meningkatnya risiko keuangan perusahaan akibat dinamika ekonomi global pascapandemi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian subsektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Financial Distress diukur menggunakan model Altman Z''-Score (Modified) yang selanjutnya dikonversi menjadi variabel dummy, yaitu nilai 1 untuk perusahaan yang mengalami Financial Distress dan nilai 0 untuk perusahaan yang tidak mengalami Financial Distress. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik biner dengan pengujian kelayakan model menggunakan Hosmer and Lemeshow Test, koefisien determinasi Nagelkerke R Square, dan uji simultan Omnibus Test of Model Coefficients menggunakan program SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress dengan nilai signifikansi sebesar 0,793. Current Ratio (CR) juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress dengan nilai signifikansi sebesar 0,306. Demikian pula Debt To Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress dengan nilai signifikansi sebesar 0,247. Namun, secara simultan Return On Asset (ROA), Current Ratio (CR), dan Debt To Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap Financial Distress yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi Omnibus Test sebesar 0,035. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun masing-masing rasio keuangan belum mampu memprediksi Financial Distress secara individual, kombinasi ketiga rasio tersebut mampu memberikan informasi yang lebih komprehensif dalam menjelaskan kondisi Financial Distress pada perusahaan sektor pertanian subsektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Financial Distress Menggunakan Metode Zmijewski Untuk Memprediksi Kebangkrutan Pada PT Indofarma Tbk Periode 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

YOLA NOFIANTI, NIM. 2230403117, Judul Skripsi: “ANALISIS FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN METODE ZMIJEWSKI UNTUK MEMPREDIKSI KEBANGKRUTAN PADA PT INDOFARMA TBK PERIODE 2020-2024”. Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2025. Permasalahan dari penelitian ini adalah terjadinya penurunan kondisi keuangan PT Indofarma Tbk yang mengindikasikan adanya financial distress yang berpotensi menimbulkan kebangkrutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat financial distress dalam memprediksi kebangkrutan pada PT Indofarma Tbk pada periode 2020-2024 diukur menggunakan metode Zmijewski. Memprediksi kebangkrutan atau financial distress kita dapat menggunakan tiga metode yakni metode Altman Z-Score, metode Springate Score, dan metode Zmijewski. Metode prediksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Zmijewski. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah sumber data sekunder yakni berupa laporan keuangan tahunan PT Indofarma Tbk untuk periode tahun 2020 hingga 2024. Sumber data tersebut diambil dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat diakses melalui tautan www.idx.co.id. Hasil penelitian terhadap PT Indofarma Tbk dengan menggunakan metode Zmijewski dari tahun 2020-2024 menunjukkan bahwa secara umum perusahaan berada dalam posisi tidak aman atau berpotensi mengalami kebangkrutan. Karena pada tahun 2022-2024 PT Indofarma Tbk berada pada posisi tidak aman atau berpotensi bangkrut disebabkan PT Indofarma Tbk mengalami kerugian laba yang berturut-turut pada tahun tersebut dan juga meningkatnya utang dari tahun ke tahun.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Financial Distress, Audit Tenure, Reputasi Auditor dan Ukuran Perusahaan Terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACK ELSA KRISNA MOPI, NIM 1730403026, Judul SKRIPSI “Pengaruh Financial Distress, Audit Tenure, Reputasi Auditor dan Ukuran Perusahaan terhadap Opini Audit Going Concern pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Jurusan Akuntansi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian adalah bagaimana pengaruh financial distress, audit tenure, reputasi auditor dan ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh financial distress, audit tenure, reputasi auditor dan ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2020. Sampel diseleksi menggunakan metode purposive sampling. Sehingga didapatkan 63 sampel dengan total observasi sebanyak 189. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik. Data yang dikumpulkan diolah mengunakan alat bantu SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress memiliki pengaruh signifikan terhadap opini audit going concern dengan nilai signifikansi 0,001 0,05, dan untuk variabel audit tenure, reputasi auditor dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap opini audit going concern yang memiliki nilai signifikansi > 0,05. Sedangkan secara bersama-sama financial distress, audit tenure, reputasi auditor dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap terhadap opini audit going concern dengan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. Koefisien determinasi (Nagelkare R Square) sebesar 0,179 atau 17,9% dan diartikan bahwa nilai tersebut meginterprestasikan sebagai kemampuan variabel financial distress, audit tenure reputasi auditor dan ukuran perusahaan dalam mempengaruhi opini audit going concern. Sisanya 82,1% dijelaskan oleh variabel-variabel atau faktor-faktor lain di luar model penelitian.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH FINANCIAL DISTRESS DAN LEVERAGE TERHADAP KONSERVATISME AKUNTANSI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

2020•Koleksi Perpustakaan

MUKMINAH MITA ALWADIYAH. NIM 16 304 02 068. Judul Skripsi : “Pengaruh Financial Distress Dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indosesia”. Jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar. Masalah dalam penelitian ini untuk melihat adakah pengaruh financial distress terhadap konservatisme akuntansi dan pengaruh leverage terhadap konservatisme akuntansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pengaruh pengaruh financial distress dan leverage terhadap konservatisme akuntansi. Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019. Sampel diseleksi dengan menggunakan metode purposive sampling. Sehingga sampel penelitian terpilih 30 perusahaan. analisis dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukan financial distress berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Dengan demikian financial distress perusahaan yang semakin tinggi akan mendorong manajer utuk menaikan tingkat konservatisme akuntansi, dan sebaliknya jika financial distress yang semakin rendah akan menurunkan tingkat konservatisme akuntansi. Leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Besarnya rasio leverage mengindikasikan kondisi perusahaan tidak begitu baik, sehingga manajer cenderung untuk meningkatkan laba agar kondisi keuangan terlihat baik oleh kreditor. Secara simultan financial distress dan leverage berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Financial distress yang tinggi tercermin dari nilai ZScore yang semakin rendah dan financial distress yang rendah tercermin dari nilai Z Score yang semakin tinggi. Sehingga ketika perusahaan mengalami financial distress yang tinggi maka perusahaan akan semakin konservatif dan begitupun pula ketika perusahaan memiliki financial distress yang rendah maka perusahaan cenderung tidak konservatif sedangkan leverage Semakin rendah tingkat rasio debt to equity ratio, maka akan buruk kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya. Dengan adanya leverage yang rendah perusahaan akan lebih berhati-hati dalam menghadapi lingkungan yang penuh ketidakpastian.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

“PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN” (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011-2015)

2017•Koleksi Perpustakaan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh rasio keuangan yaitu rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas terhadap financial distress diukur dengan menggunakan almant z-score. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manfaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2015. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk sebuah penelitian berdasarkan pada data. Penelitian ini merupakan penelitian sekunder, dimana semua data yang diperlukan di ambil pada situs resmi Bursa Efek Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linier berganda dengan α sebesar 0,05 (5%) yang dilakukan pada delapan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2015 dengan hasil. 1) rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial distress, dengan nilai signifikansi 0,001 nilai ini lebih kecil dari α (0,001 < 0,05). 2) rasio solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress, dengan nilai signifikansi 0,000 nilai ini lebih kecil dari α (0,000 < 0,05). 3) rasio profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress, dengan nilai signifikansi 0,001 nilai ini lebih kecil dari α (0,000 < 0,05). 4) rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial distress, dengan nilai signifikansi 0,000 nilai ini lebih kecil dari α (0,000 < 0,05). 5) rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas berpengaruh signifikan terhadap financial dstress.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh rasio keuangan yaitu rasio likuiditasrasio solvabilitasrasio profitabilitas dan rasio aktivitas terhadap financial distress diukur dengan menggunakan almant z-score. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manfaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2015. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh rasio keuangan terhadap financial distress pada perusahaan manufaktur. Metode yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk sebuah penelitian berdasarkan pada data. Penelitian ini merupakan penelitian sekunderdimana semua data yang diperlukan di ambil pada situs resmi Bursa Efek Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil uji analisis regresi linier berganda dengan α sebesar 005 (5%) yang dilakukan pada delapan perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2015 dengan hasil. 1) rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial distressdengan nilai signifikansi 0001 nilai ini lebih kecil dari α (0001 < 005). 2) rasio solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distressdengan nilai signifikansi 0000 nilai ini lebih kecil dari α (0000 < 005). 3) rasio profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distressdengan nilai signifikansi 0001 nilai ini lebih kecil dari α (0000 < 005). 4) rasio likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial distressdengan nilai signifikansi 0000 nilai ini lebih kecil dari α (0000 < 005). 5) rasio likuiditassolvabilitasprofitabilitas dan aktivitas berpengaruh signifikan terhadap financial dstress. Financial DistressRasio LikuiditasRasio SolvabilitasRasio ProfitabilitasRasio Aktivitas
1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail