Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Dan Rasio Aktivitas.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Mitra Pemuda Tbk Periode 2018-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Deva Fitri, NIM 1930404016 (2023). Judul Skripsi “Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Pada PT. Mitra Pemuda Tbk Periode 2018-2021”. Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah terjadinya penurunan aset pada PT. Mitra Pemuda Tbk pada periode 2018-2021, terjadinya kerugian pada PT. Mitra Pemuda Tbk pada periode 2018-2021, dan meningkatnya liabilitas perusahaan setiap tahunnya tetapi ekuitas perusahaan mengalami penurunan setiap tahunnya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan metode penelitian adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode dokumentasi, yang dilakukan dengan mengambil data laporan keuangan periode 2018-2021 yang telah didokumentasikan oleh pihak perusahaan PT. Mitra Pemuda Tbk yang dapat diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Teknik analisis data yang penulis gunakan adalah analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan aktivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT. Mitra Pemuda Tbk melalui rasio likuiditas diukur dengan current ratio dan quick ratio perusahaan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, sedangkan diukur dari cash ratio perusahaan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Berdasarkan kinerja keuangan melalui rasio solvabilitas diukur dengan debt to asset ratio perusahaan mengalami kenaikan setiap tahunnya, diukur dari debt to equity ratio perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan hingga mengalami minus, sedangkan diukur dari long term debt to equity ratio perusahaan mengalami penurunan kinerja keuangan hingga mengalami minus. Berdasarkan kinerja keuangan melalui rasio rentabilitas diukur dengan menggunakan gross profit margin dan return on equity perusahaan mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, akan tetapi perusahaan masih mengalami minus, sedangkan diukur dari net profit margin perusahaan mengalami kerugian atau mengalami minus setiap tahunnya. Berdasarkan kinerja keuangan melalui rasio aktivitas diukur dengan menggunakan receivable turnover dan asset turnover mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan pada PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2018-2022

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nadia Saphira NIM: 1830404075, dengan Judul Skripsi “Analisis Kinerja Keuangan pada PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2018-2022”, Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Permasalahan dalam skripsi ini adalah terjadinya penurunan laba secara terus menerus dari tahun 2018 sampai tahun 2022. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2018-2022 ditinjau dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Penelitian dilakukan pada PT Unilever Indonesia Tbk yang diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi berupa data laporan keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2018-2022. Penelitian ini menggunakan teknik analisis rasio keuangan secara time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk Periode 2018-2022 dilihat dari rasio likuiditas yaitu Current Ratio, Cash Ratio dan Quick Ratio perusahaan berada dalam keadaan kurang baik, karena hutang lancar perusahaan lebih besar dari aset lancar, kas atau setara kas dan piutang perusahaan. Dilihat dari rasio solvabilitas yaitu Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio pada tahun 2018-2022 kinerja keuangan perusahaan berada dalam kondisi kurang baik, karena nilai rasio terus mengalami kenaikan artinya semakin banyak pendanaan dengan hutang. Pada total asset to total debt perusahaan dari tahun 2018-2021 nilai rasio terus mengalami penurunan, artinya kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajiban dengan menggunakan aset semakin menurun. Dilihat dari rasio profitabilitas yaitu gross profit margin perusahaan berada pada kondisi yang kurang baik, karena nilai rasio dari tahun 2020-2022 terus mengalami penurunan yang signifikan. Pada net profit margin dan return on investment perusahaan berada pada kondisi yang kurang baik, karena nilai rasionya dari tahun 2018-2022 terus mengalami penurunan. Pada return on equity perusahaan berada pada kondisi yang baik, karena nilai rasio hanya mengalami penurunan di tahun 2021 yang mana penurunannya itu tidak terjadi secara signifikan. Dilihat dari rasio akivitas yaitu receivable turn over perusahaan berada dalam keadaan baik karena pada tahun 2018-2022 nilai rasionya terus mengalami kenaikan dan hanya mengalami penurunan di tahun 2019, penurunan yang terjadi juga tidak signifikan. Pada asset turn over kinerja keuangan perusahaan berada dalam keadaan baik, karena hanya mengalami sedikit penurunan di tahun 2021 dan penurunan juga tidak terjadi secara signifikan. Pada working capital turn over perusahaan berada dalam keadaan baik, karena pada tahun 2021 dan 2022 peningkatan rasionya sangat signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari modal kerja kotor beroperasi dengan baik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2016

2018•Koleksi Perpustakaan

Witri. NIM 14 231 122. Judul Skripsi: “Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016”. Sarjana Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah besarnya dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah daripada PAD, tidak tercapainya target PAD yang dianggarkan, terjadinya realisasi belanja daerah yang lebih besar dari anggaran, dan realisasi belanja daerah terhadap belanja operasi dan belanja modal yang tidak seimbang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menilai kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2016 berdasarkan rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi belanja dan rasio aktivitas. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research) metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian dinilai dari rasio kemandirian keuangan daerah masih sangat rendah sekali karena persentase kemandirian pemerintah daerah di bawah 25%. Kinerja keuangan dinilai dari rasio efektivitas PAD, terdapat 9 kabupaten (Pasaman, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Solok, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman), dan Kota Padang Panjang memiliki tingkat efektivitas PAD pada klasifikasi sangat efektif. Kabupaten Lima Puluh Kota dan 5 kota (Bukittinggi, Solok, Pariaman, Sawahlunto, Payakumbuh) pada klasifikasi efektif. Kabupaten Dharmasraya dan Kota Padang pada klasifikasi cukup efektif. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada klasifikasi kurang efektif. Kinerja keuangan dinilai dari rasio efisiensi belanja, Kota Bukittinggi berada pada klasifikasi tidak efisien, 6 kabupaten berada klasifikasi kurang efisien yaitu Pasaman, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Dharmasraya, Solok, dan Sijunjung. Sedangkan Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam dan 2 kota yaitu Sawahlunto dan Payakumbuh berada pada klasifikasi cukup efisien. Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman berada pada klasifikasi efisien. Kinerja keuangan dilihat dari rasio aktivitas, terdapat 8 kabupaten dan 5 kota memiliki kriteria cukup baik, sementara terdapat 4 Kabupaten (Pesisir Selatan, Solok, Agam, dan Tanah Datar) dan 2 Kota (Bukittinggi dan Padang) berada pada kriteria kurang baik dalam mengalokasikan belanja daerahnya untuk belanja operasi. Sedangkan dilihat dari alokasi belanja daerah untuk belanja modal, kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2016 dapat dikatakan cukup baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail