Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2018Versi 1

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2016

Koleksi Perpustakaan•IAIN Batusangkar•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Witri. NIM 14 231 122. Judul Skripsi: “Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota Di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016”. Sarjana Ekonomi Syariah Konsentrasi Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah besarnya dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah daripada PAD, tidak tercapainya target PAD yang dianggarkan, terjadinya realisasi belanja daerah yang lebih besar dari anggaran, dan realisasi belanja daerah terhadap belanja operasi dan belanja modal yang tidak seimbang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menilai kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2016 berdasarkan rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi belanja dan rasio aktivitas. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research) metode deskriptif pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian dinilai dari rasio kemandirian keuangan daerah masih sangat rendah sekali karena persentase kemandirian pemerintah daerah di bawah 25%. Kinerja keuangan dinilai dari rasio efektivitas PAD, terdapat 9 kabupaten (Pasaman, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Solok, Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman), dan Kota Padang Panjang memiliki tingkat efektivitas PAD pada klasifikasi sangat efektif. Kabupaten Lima Puluh Kota dan 5 kota (Bukittinggi, Solok, Pariaman, Sawahlunto, Payakumbuh) pada klasifikasi efektif. Kabupaten Dharmasraya dan Kota Padang pada klasifikasi cukup efektif. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Mentawai pada klasifikasi kurang efektif. Kinerja keuangan dinilai dari rasio efisiensi belanja, Kota Bukittinggi berada pada klasifikasi tidak efisien, 6 kabupaten berada klasifikasi kurang efisien yaitu Pasaman, Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, Dharmasraya, Solok, dan Sijunjung. Sedangkan Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam dan 2 kota yaitu Sawahlunto dan Payakumbuh berada pada klasifikasi cukup efisien. Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman berada pada klasifikasi efisien. Kinerja keuangan dilihat dari rasio aktivitas, terdapat 8 kabupaten dan 5 kota memiliki kriteria cukup baik, sementara terdapat 4 Kabupaten (Pesisir Selatan, Solok, Agam, dan Tanah Datar) dan 2 Kota (Bukittinggi dan Padang) berada pada kriteria kurang baik dalam mengalokasikan belanja daerahnya untuk belanja operasi. Sedangkan dilihat dari alokasi belanja daerah untuk belanja modal, kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2016 dapat dikatakan cukup baik.

Kata kunci

Kinerja Keuangan, Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas PAD, Rasio Efisiensi Belanja, dan Rasio Aktivitas.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 20162018 · oai:ais:library-item:103692

Publikasi terkait