Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2020Versi 1

Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Impuls dan Momentum Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MAN 1 Kota Padang Panjang”,

Koleksi Perpustakaan•IAIN Batusangkar•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

SISKA OKTAVIANI, NIM. 14 107 039, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Impuls dan Momentum Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MAN 1 Kota Padang Panjang”, Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Kesulitan yang dialami peserta didik dalam pembelajaran fisika antara lain pemahaman konsep, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Posing merupakan salah satu solusi untuk mengurangi masalah yang dihadapi peserta didik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Problem Posing lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi impuls dan momentum di kelas X MAN 1 kota Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu. Rancangan yang digunakan adalah two group posttest only. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA MAN 1 Kota Padang Panjang yang terdiri dari 2 kelas (60 orang peserta didik). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Problem Posing, sedangkan pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh terdiri dari nilai post test (kognitif), afektif dan psikomotor yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Data tersebut dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 76,6 dengan persentase ketuntasan 57%, sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 71,4 dengan persentase ketuntasan 43%. Sedangkan rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah afektif pada kelaseksperimen adalah 69,2 dan kelas kontrol 66 dan untuk rata-rata nilai akhir peserta didik ranah psikomotor pada kelas eksperimen 75,8 dan kelas kontrol 73,8. Pada penelitian ini juga dilakukan uji hipotesis dengan uji-t untuk ke tiga ranah. Pada ranah kognitif diperoleh hargathitung= 1,767, pada ranah afektif didapatkan thitung= 1,930, dan ranah psikomotor didapatkan thitung= 1,856, sedangkanttabel= 1.672 untuk ke tiga ranah dengan tarafnyata yang digunakanα = 0,05. Dapat dilihat bahwa untuk semua ranah baik kognitif, afektif, psikomotor didapatkan thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Problem Posinglebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi impuls dan momentum di kelas X MAN 1 kota Padang Panjang.

Kata kunci

Problem Posing, hasil belajar peserta didik.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Impuls dan Momentum Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MAN 1 Kota Padang Panjang”,2020 · oai:ais:library-item:107320

Publikasi terkait