Profil penulis
SISKA OKTAVIANI
3 karya publik ditemukan.
STRATEGI ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN HAFALAN AL-QUR’AN ANAK PADA MASA PANDEMI DI JORONG PADANG PANJANG PARIANGAN
ABSTRAK SISKA OKTAVIANI, NIM 1830101027, judul skripsi “Strategi Orang Tua Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an anak Pada Masa Pandemi Di Jorong Padang Panjang Pariangan”. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) strategi orang tua dalam meningkatkan hafalan anak di Jorong Padang Panjang Pariangan (2) faktor pendukung orang tua dalam memotivasi anak untuk meningkatkan hafalan anak di Jorong Padang Panjang Pariangan . Jenis penelitian ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan mengunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebanyak 9 orang tua di Jorong Padang Panjang Pariangan yang memiliki anak usia 10-17 tahun dengan hafalan 1-3 juz. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara .Teknik analisis daa yang penulis gunakan adalah setelah mengumpulkan data dari hasil observasi dan wawancara penulis mengunakan teknil snowball sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis temukan bahwa strategi orang tua dalam menngkatkan hafalan anak yaitu dengan selalu memuraja’ah hafalan anak dan memberikan motivasi kepada anak serta mengontrol anak dan faktor pendukung orang tua dalam meningkatkan hafalan anak adalah orang tuabitu sendiri, semangat anak yang tinggi. Lingkungan yang nyaman, metode yang tepat, bimbingan dari guru mengaji Kata Kunci: Strategi, orang tua dan hafalan Al-Qur’an
Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Impuls dan Momentum Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MAN 1 Kota Padang Panjang”,
SISKA OKTAVIANI, NIM. 14 107 039, Judul Skripsi “Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Materi Impuls dan Momentum Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MAN 1 Kota Padang Panjang”, Jurusan Tadris Fisika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2019. Kesulitan yang dialami peserta didik dalam pembelajaran fisika antara lain pemahaman konsep, dan pemecahan masalah. Model pembelajaran Problem Posing merupakan salah satu solusi untuk mengurangi masalah yang dihadapi peserta didik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Problem Posing lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi impuls dan momentum di kelas X MAN 1 kota Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu. Rancangan yang digunakan adalah two group posttest only. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X IPA MAN 1 Kota Padang Panjang yang terdiri dari 2 kelas (60 orang peserta didik). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IPA 2 sebagai kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Problem Posing, sedangkan pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Data yang diperoleh terdiri dari nilai post test (kognitif), afektif dan psikomotor yang diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Data tersebut dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar fisika peserta didik pada kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol. Rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah kognitif pada kelas eksperimen yaitu 76,6 dengan persentase ketuntasan 57%, sedangkan kelas kontrol nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 71,4 dengan persentase ketuntasan 43%. Sedangkan rata-rata nilai akhir peserta didik untuk ranah afektif pada kelaseksperimen adalah 69,2 dan kelas kontrol 66 dan untuk rata-rata nilai akhir peserta didik ranah psikomotor pada kelas eksperimen 75,8 dan kelas kontrol 73,8. Pada penelitian ini juga dilakukan uji hipotesis dengan uji-t untuk ke tiga ranah. Pada ranah kognitif diperoleh hargathitung= 1,767, pada ranah afektif didapatkan thitung= 1,930, dan ranah psikomotor didapatkan thitung= 1,856, sedangkanttabel= 1.672 untuk ke tiga ranah dengan tarafnyata yang digunakanα = 0,05. Dapat dilihat bahwa untuk semua ranah baik kognitif, afektif, psikomotor didapatkan thitung>ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Problem Posinglebih baik dibandingkan dengan hasil belajar fisika peserta didik yang menerapkan model pembelajaran konvensional pada materi impuls dan momentum di kelas X MAN 1 kota Padang Panjang.