Abstrak
FEBRY JAYUSMAN, NIM. 13 202 053, dengan judul skripsi “POTENSI PENDIRIAN BAITUL MAAL WA TAMWIL (BMT) DENGAN BERLANDASKAN ISLAMIC FINANCIAL DEEPENING DI NAGARI RAMBATAN MELALUI PENDEKATAN ANALISIS SWOT” Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar Tahun 2019. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana potensi pendirian baitul maal wa tamwil (BMT) melalui analisis SWOT. Analisis SWOT merupakan metode yang digunakan untuk perencanaan strategis dalam pendirian BMT di Nagari Rambatan. Analisis SWOT merupakan singkatan dari strength, weakness, opportunities dan threat. Strength merupakan kekuatan yang dimiliki oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT, weakness merupakan kelemahan yang dimiliki oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT, opportunities merupakan peluang yang dimiliki oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT dan threats merupakan ancaman yang dihadapi oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strength (kekuatan) yang dimiliki oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT, untuk menjelaskan weakness yang dimiliki oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT, untuk menjelaskan oppurtunities (peluang) yang dimiliki oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT, untuk menjelaskan threats (ancaman) yang dihadapi oleh Nagari Rambatan untuk pendirian BMT. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi pendirian BMT di Nagari Rambatan berada pada kuadran I yang berarti sebuah organisasi berada dalam posisi yang kuat dan berpeluang. Rekomendasi yang diberikan adalah progresif yang artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga dapat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Financial deepening di Nagari Rambatan bisa dilakukan jika dilihat dari pendapatan masyarakat dan keberadaan BMT nantinya.