Abstrak
SULASTRI. NIM 13 231 103 judul SKRIPSI “PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN FARMASI DENGAN RASIO PROFITABILITAS”. Jurusan Ekonomi Syariah/Akuntansi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar. Permasalahan dalam SKRIPSI ini adalahbagaimana kinerja keuangan perusahaan Farmasi yang diukur dengan rasio profitabilitas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikinerja keuangan perusahaan Farmasi dengan rasio profitabilitas. Metode penelitian yang digunakanadalahpenelitiankuantitatif. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa laporan keuangan & tahunan perusahaan Farmasi periode 2012-2016. Teknik analisis data menggunakan analisis rasio keuangan dengan profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwaperusahaan MERK dan SQBB memiliki kondisi kinerja keuangan yang baik. Analisis GPM, OPM, NPM, ROA, ROI, dan ROE berada diatas rata-rata industri ini berarti perusahaan dapat menghasilkan laba secara optimal. Sedangkan analisis OR berada dibawah rata-rata industri yang berarti perusahaan mampu meminimalisir biaya operasi untuk setiap penjualan yang dilakukan sehingga dapat menghasilkan laba yang optimal. Sedangkan perusahaan KAEF, INAF, dan TPSC memiliki kondisi kinerja keuangan yang kurang baik. Analisis GPM, OPM, NPM, ROA, ROI, dan ROE berada dibawah rata-rata industri ini berarti perusahaan tidak dapat menghasilkan laba secara optimal. Sedangkan analisis OR berada diatas rata-rata industri yang berarti perusahaan tidak mampu meminimalisir biaya operasi untuk setiap penjualan yang dilakukan sehingga perusahaan tidak dapat menghasilkan laba yang optimal. Perusahaan KLBF berada dalam kondisi baik jika dilihat dari analisis rasio GPM, NPM, ROA, ROI dan ROE yang berada diatas rata-rata industri, Perusahaan SIDO berada dalam kondisi baik jika dilihat dari analisis rasio OPM, NPM, ROA, dan ROI karena berada diatas rata-rata industri sedangkan rasio OR berada dibawah rata-rata industri.Perusahaan DVLA dan PYFA berada dalam kondisi baik hanya pada analisis rasio GPM karena berada diatas rata-rata industri, sementara untuk rasio lain berada dalam kondisi kurang baik yang berada dibawah rata-rata industri.