Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2026Versi 1

HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR ANGKATAN 22 DI FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Psikologi Islam•3 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Agis Berta Aulia, NIM 22303036004. Judul Skripsi “Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Angkatan 22 Di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah”. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Masa dewasa awal merupakan fase transisi penting bagi mahasiswa dalam memenuhi tugas perkembangan, seperti memantapkan kemandirian emosionalfinansial serta mempersiapkan karier masa depan. Namun, ketidakpastian dalam memenuhi tugas perkembangan tersebut sering kali memicu fenomena quarter life crisis, yang ditandai dengan kecemasan, kebingungan arah hidup, dan perasaan tidak berdaya. Pokok penelitian ini berfokus pada dinamika krisis tersebut yang dialami mahasiswa tingkat akhir saat menghadapi dunia nyata pasca-kelulusan. Hubungan kedua variabel ini krusial karena penerimaan diri yang matang diduga menjadi fondasi psikologis individu untuk mengatasi tekanan emosional selama fase transisi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Penerimaan Diri dengan Quarter Life Crisis pada mahasiswa angkatan 2022 di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 233 mahasiswa aktif angkatan 2022. Pengambilan sampel menerapkan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 orang mahasiswa aktif berusia 20–27 tahun. Pengumpulan data menggunakan Skala Penerimaan Diri berbasis teori Sheerer dan Skala Quarter Life Crisis berbasis teori Robbins & Wilner. Hasil uji reliabilitas instrumen menunjukkan nilai koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,947 untuk Skala Penerimaan Diri dan 0,977 untuk Skala Quarter Life Crisis, sehingga kedua instrumen dinyatakan reliabel. Dikarenakan data tidak berdistribusi normal, uji hipotesis beralih menggunakan statistik non-parametrik yaitu teknik korelasi Spearman’s Rho. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa tingkat Quarter Life Crisis dan tingkat Penerimaan Diri mahasiswa dominan berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar - 0,425 dan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p 0,05). Hal ini membuktikan adanya hubungan negatif yang cukup kuat dan sangat signifikan antara kedua variabel. Semakin tinggi tingkat Penerimaan Diri yang dimiliki mahasiswa, maka tingkat Quarter Life Crisis mereka akan semakin menurun.

Kata kunci

Penerimaan Diri, Quarter Life Crisis, Mahasiswa Tingkat Akhir.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1HUBUNGAN ANTARA PENERIMAAN DIRI DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR ANGKATAN 22 DI FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN DAKWAH2026 · oai:ais:skripsi:13495

Publikasi terkait