Abstrak
Tunagrahita adalah sebutan bagi individu yang memiliki intelektual di bawah rata-rata, memiliki kemampuan berpikir yang tidak sama dengan orang lain dan memiliki kesulitan dalam tumbuh kembang lainnya seperti komunikasi, interaksi, bersosialisasi, dan proses belajar. Kompleksnya permasalahan yang dimiliki anak tunagrahita dalam menjalani kehidupan sehari-harinya membutuhkan dukungan emosional terutama dari keluarga khususnya orang tua. Karena orang tua merupakan lingkungan terdekat anak. Dukungan emosional dari orang tua akan membuat anak merasa dimiliki, dicintai, dan merasa nyaman. Selain itu dukungan orang tua juga dapat membantu anak dalam mengatasi kedisabilitasnya. Pokok permasalahan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan emosional orang tua terhadap anak tunagrahita. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu orang tua, keluarga, guru kelas SLB C Payakumbuh, dan kepala sekolah SLB C Payakumbuh. Sedangkan Teknik analisis data dan interpretasi data pada penelitian ini adalah reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Sedangkan teknik penjaminan datanya adalah triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian penulis dapatkan mengenai dukungan emosional orang tua terhadap anak tunagrahita yaitu: (1) Rasa Empati yang diberikan orang tua kepada anak tunagrahita, yaitu orang tua menjadi pendengar yang baik bagi anak, memiliki kepekaan terhadap perasaan anak dan mampu dalam memahami perasaan anak tunagrahita melalui tanda-tanda verbal maupun non verbal. (2) Kepedulian orang tua meliputi dari segi perhatian yang diberikan kepada anak tunagrahita, memberikan nasehat, memberikan kepercayaan kepada anak dan menunjukkan rasa cinta serta kasih sayang kepada anak tunagrahita. (3) penghargaan, di mana orang tua memberikan ungkapan positif dan pemberian hadiah berupa benda dalam pengakuan kompetensi, dan pengakuan kemampuan atas hal positif yang dilakukan oleh anak tunagrahita. Hal ini dilakukan agar dapat memberikan rasa semangat dan dapat memberikan motivasi kepada anak dalam melakukan segala usahanya agar lebih lanjut. Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti juga mendapatkan beban psikologis dan penerimaan diri orang tua dalam memiliki anak tunagrahita.