Abstrak
Muhammad Firras, NIM 2230306047, Judul Skripsi “Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Penerimaan Diri pada Istri Pemburu Babi di Nagari Sumpur.” Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena aktivitas berburu babi yang masih menjadi tradisi masyarakat di Nagari Sumpur dan berpotensi memengaruhi kehidupan keluarga. Aktivitas tersebut dapat mengurangi waktu kebersamaan keluarga, menimbulkan konflik, serta memunculkan pandangan negatif dari masyarakat yang berdampak pada kondisi psikologis istri. Hasil wawancara awal menunjukkan bahwa sebagian istri mengalami kesulitan menerima kondisi dirinya dan kehidupan keluarganya akibat aktivitas berburu babi yang dilakukan suami, seperti perasaan tidak nyaman, malu, kecewa, dan kurang percaya diri. Namun, terdapat pula istri yang mampu menerima keadaan tersebut dan tetap mempertahankan hubungan keluarga yang harmonis. Kondisi ini mengindikasikan adanya perbedaan tingkat penerimaan diri pada istri pemburu babi yang diduga berkaitan dengan tingkat keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara keharmonisan keluarga dengan penerimaan diri pada istri pemburu babi di Nagari Sumpur. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh istri pemburu babi di Nagari Sumpur yang berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian berupa Skala Keharmonisan Keluarga yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Kavikondala et al., yaitu communication, conflict resolution, forbearance, quality time, dan family identity, serta Skala Penerimaan Diri yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Berger (1952). Teknik analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerimaan diri responden berada pada kategori tinggi, dan tingkat keharmonisan keluarga berada pada kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara keharmonisan keluarga dengan penerimaan diri, dengan koefisien korelasi sebesar rₛ = 0,503 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p 0,05), sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keharmonisan keluarga yang dimiliki istri pemburu babi, maka semakin tinggi pula tingkat penerimaan dirinya.