Abstrak
Nila Mutiara, 2230306059, Judul Skripsi “Perbedaan Resiliensi antara WBP Tindak Pidana Narkotika dengan WBP Tindak Pidana Perlindungan Anak”. Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, 2026, 76 halaman. Resiliensi merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh WBP untuk menghadapi berbagai tekanan psikologis selama menjalani masa pidana. Perbedaan karakteristik tindak pidana, pengalaman psikologis, stigma sosial, serta dukungan yang diterima memengaruhi proses pembentukan resiliensi WBP. Khususnya pada WBP tindak pidana narkotika dan WBP tindak pidana perlindungan anak yang memiliki pengalaman psikologis, stigma sosial, serta dukungan lingkungan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan resiliensi antara WBP tindak pidana narkotika dengan WBP tindak pidana perlindungan anak di Lapas Kelas II A Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparatif. Sampel penelitian berjumlah 88 responden yang terdiri atas 44 WBP tindak pidana narkotika dan 44 WBP tindak pidana perlindungan anak yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala resiliensi berdasarkan teori Grotberg (2003) yang meliputi aspek I Have, I Am, dan I Can. Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji independent sample t-test memperoleh nilai t = 1,921, df = 86, dan Sig. (2-tailed) = 0,058 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan resiliensi yang signifikan antara WBP tindak pidana narkotika dan WBP tindak pidana perlindungan anak di Lapas Kelas IIA Padang.